ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA MEBEL PT KOTA JATI FURNINDO DESA SUWAWAL KECAMATAN MLONGGO KABUPATEN JEPARA

KHUMAIDAH, KHUMAIDAH (2009) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA MEBEL PT KOTA JATI FURNINDO DESA SUWAWAL KECAMATAN MLONGGO KABUPATEN JEPARA. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
990Kb

Abstract

Industri pengolahan kayu membutuhkan energi dan penggunaan bahan baku alami yang besar, seperti kayu keras antara lain : jati, meranti, mahoni dan kayu lunak antara lain : pinus dan albasia. Proses fisik pengolahan bahan baku untuk dijadikan mebel cenderung menghasilkan polusi seperti partikel debu kayu. Industri mebel tersebut berpotensi menimbulkan polusi udara di tempat kerja yang berupa debu kayu. Debu kayu ini akan mencemari udara dan lingkungannya sehingga pekerja industri mebel dapat terpapar debu karena bahan baku, bahan antara ataupun produk akhir. Bahan pencemar tersebut dapat berpengaruh terhadap gangguan fungsi paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami faktor‐faktor (papatan debu perseorangan, umur, masa kerja, status gizi, penggunaan APD, kebiasaan merokok, kebiasaan olah raga, lama paparan) yang berhubungan dengan gangguan fungsi paru pada pekerja industri mebel di PT Kota Jati Furnindo Kabupaten Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian observational, dengan pendekatan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja PT Kota Jati Furnindo Kabupaten Jepara dalam unit pengamplasan berjumlah 78 orang dengan sampel sebanyak 44 orang sesuai kriteria inklusi. Analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square dan analisis multivariat dengan regresi logistik metode enter. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan (p<0,05) antara variabel bebas dengan variabel terikat (gangguan fungsi paru) yaitu kadar debu perseorangan (p value = 0,000), masa kerja (p value = 0,002), penggunaan APD (p value = 0,002), kebiasaan olah raga (p value = 0,045) dan menunjukkan tidak ada hubungan yaitu umur (p value = 0,355), status gizi (p value = 0,667), kebiasaan merokok (p value = 0,420), lama paparan (p value = 0,338). Hasil analisis multivariat menunjukkan adanya pengaruh bersama‐sama antara kadar debu perseorangan (p = 0,005, Exp (β) = 14,142) dan penggunaan APD (P = 0,028, Exp (β) = 6,542) dan stres kerja (P = 0,000, Exp (β) = 3,148) terhadap gangguan fungsi paru pada pekerja mebel di PT Kota Jati Furnindo Kabupaten Jepara. Saran yang di rekomendasikan adalah penggunaan masker pada waktu masuk area industri pengolahan mebel, meningkatkan kebiasaan olah raga renang atau senam pernafasan, memodifikasi bangunan dengan memberikan ventilasi yang baik untuk sirkulasi udara dan melakukan pengawasan ambang batas pencemaran debu di lingkungan pengolahan mebel. Kata kunci : Kadar debu total, kadar debu perseorangan, faktor karakteristik pekerja dan gangguan fungsi paru Furniture industry needs more energy and usage of raw material like hard wood such as jati, meranti, mahoni and soft wood such as pinus and albasia. Physical process the raw material to be make meubel tends to produce pollution like wood dust particle. Meubel industry potentially produces air polution at workplace is wood dust. The wood dust will pollute the air and its environment so the workers can be exposed to dust from raw material, mid material, and during production. The polluted material can influence toward Lung Function Disorder. Aim of this study is to determin factors (personal dust exposure, age, working period, nutrition status, usage of personal safety tool, smoking habit, sport activity habit and length of exposure) related to Lung Function Disorder at PT Kota Jati Furnindo’s workers at Jepara. This research was an observasional research with a cross sectional approach. Population of research were 78 persons in wood finishing unit at PT Kota Jati Furnindo Jepara, meanwhile the samples were 44 persons inclusion criteria. Bivariat analysis with chi square and multivariat with logistic regression enter methode were used to analyze in this research. The result of bivariat analysis showed there were significants correlation (p<0.05) between independent variables and dependent variables (Lung Function Disorder) were was dust exposure (p value = 0.000), working periode (p value = 0.002), usage of personal safety equipment (p value = 0.002), sport activity habit (p value = 0.045), and otherwise there were no correlation between age (p value = 0.355), nutrition status (p value = 0.667), smoking habit (p value = 0.420), length of exposure (p value = 0.338) and long function disorder. The result of multivariat analysis showed that there were to influence among personal dust mass (p value = 0.005, Exp (ß) = 14.142), and usage of personal safety tool (p value = 0.028, Exp (ß) = 6.542) and work stress (p value = 0.000, Exp (ß) = 3.148) towards Lung Functional Disorder at PT Kota Jati Furnindo’s workers, at Jepara District.. The conclution of study continuosly when entering industrial areas, increasing swimming activity or respitory gym, building modification with good ventilation for air circulation and monitoring dust pollution. Key words: total dust concentration, suspeanded particulate matter worker and Lung Functiol Disorder.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Health
ID Code:25008
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:29 Dec 2010 08:51
Last Modified:29 Dec 2010 08:51

Repository Staff Only: item control page