STUDI KASUS PERILAKU WANITA PEKERJA SEKSUAL TIDAK LANGSUNG DALAM PENCEGAHAN IMS, HIV DAN AIDS DI PUB&KARAOKE, CAFÉ, DAN DISKOTEK DI KOTA SEMARANG

Lokollo, Fitriana Yuliawati (2009) STUDI KASUS PERILAKU WANITA PEKERJA SEKSUAL TIDAK LANGSUNG DALAM PENCEGAHAN IMS, HIV DAN AIDS DI PUB&KARAOKE, CAFÉ, DAN DISKOTEK DI KOTA SEMARANG. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
466Kb

Abstract

Wanita Pekerja Seksual Tidak Langsung yaitu wanita yang beroperasi secara terselubung sebagai penjaja seks komersial, yang biasanya bekerja pada bidangbidang pekerjaan tertentu atau mempunyai pekerjaan utama lain dan secara tidak langsung menjajakan seks di tempat-tempat hiburan seperti pramupijat, pramuria bar / karaoke. Mereka termasuk dalam kelompok resiko tinggi dalam penyebaran kasus IMS dan HIV&AIDS. Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan perilaku Wanita Pekerja Seksual Tidak Langsung dalam pencegahan IMS, HIV dan AIDS di pub&karaoke, café, dan diskotek Kota Semarang. Penelitian ini berjenis studi kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Pemilihan subjek penelitian dilakukan secara purpose sampling. Subjek dari penelitian ini adalah Wanita Pekerja Seksual Tidak Langsung di Kota Semarang khususnya di pub&karaoke, café, dan diskotek pada tahun 2008-2009, dengan kriteria inklusi sudah pernah melayani minimal 2 (dua) orang klien di tempat hiburan malam Kota Semarang. Jumlah yang diambil adalah 6 (enam) subjek yang berumur 17-24 tahun pada saat pengambilan data dari sekitar minimal 60 (enam puluh) orang Wanita Pekerja Seksual Tidak Langsung di beberapa lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar WPS Tidak Langsung mengakui bahwa mereka termasuk dalam kelompok resiko tinggi akan tetapi pengetahuan, dan praktik mereka terhadap upaya pencegahan IMS dan HIV&AIDS masih kurang. Walaupun mereka setuju dengan pemakaian kondom sebagai upaya pencegahan yang baik, akan tetapi dalam prakteknya ketika beraktivitas seksual tidak selalu kondom mereka gunakan. Posisi tawar mereka masih rendah dalam negosiasi pemakaian kondom dengan klien. Mitos-mitos seputar IMS dan HIV/AIDS pun masih dipegang. Sedangkan dukungan dari keluarga dan teman sebaya lemah dalam upaya pencegahan IMS dan HIV&AIDS. Untuk itu perlu kerjasama lintas sektoral Dinas Kesehatan, masyarakat khususnya lembaga swadaya, dan perguruan tinggi untuk mengintervensi komunitas Wanita Pekerja Seksual Tidak Langsung ini sehingga kasus IMS dan HIV&AIDS di Kota Semarang dapat ditekan. Kata kunci: Wanita Pekerja Seksual Tidak Langsung, perilaku, IMS dan HI&AIDS, pub&karaoke, café, dan diskotek, Semarang Kepustakaan: 45, 1987-2008 Indirect Sex Workers is girls who work an illegal as sexual workers, usually have main job but also make sexual transaction in night clubs. They are including of high risk group in spreading Sexual Transmitted Infection and HIV&AIDS cases. Purpose of the research is to describe Indirect Sex Workers behavior in order to prevent sexual transmitted infection and HIV&AIDS at pub&karaoke, café, and discoutiq in Semarang City. The method of this research is qualitative study with case study design by purposive sampling for choosing the subject. The subject is Indirect Sex Workers in Semarang City especially at 1 pub&karaoke, 1 café, and 2 discoutiq in 2008-2009 with the inclusion criteria is she has experiences in sexual transaction with the client at night clubs in Semarang City for at least 2 person. Researcher use 6 subjects between 17-24 years old from around 60 Indirect Sex Workers in several locations. The result of research show that the perceived of susceptibility of them regarding to vulnerability of IMS and HIV&AIDS is good. On the other hand, knowledge and practical in order to prevent Sexual Transmitted Infection and HIV&AIDS still low. Although they are agree with condom use as a good thing in order to prevent, but the fact is they are rare in using condom during every sexual activity. They have low bargain position for condom use negotiation. Also they still believe some myths about STI and HIV&AIDS. Meanwhile, support from peer group is a weak factor. Based on the result above, in depth cooperation among Non Government Organization (NGO), Health City Official, and University needs to intervene this community, as a result STI and HIV&AIDS cases in Semarang City can be reduce. Keywords: Indirect Sex Workers, behavior, STI and HIV&AIDS, pub&karaoke, café, and diskotek, Semarang Bibliography: 45, 1987-2008

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Health Promotion
ID Code:25004
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:29 Dec 2010 08:07
Last Modified:29 Dec 2010 08:07

Repository Staff Only: item control page