Hubungan Asupan Serat Larut Air dari Buah dan Sayur dengan Kadar Kolesterol Total Darah pada Pasien Rawat Jalan di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung

Ria Anisya, Ria Anisya (2009) Hubungan Asupan Serat Larut Air dari Buah dan Sayur dengan Kadar Kolesterol Total Darah pada Pasien Rawat Jalan di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung. Undergraduate thesis, Program Studi Ilmu Gizi .

[img]
Preview
PDF - Published Version
46Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Registered users only

402Kb

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan kadar kolesterol di dalam tubuh merupakan faktor risiko utama terjadinya Penyakit Jantung Koroner (PJK). Hal tersebut disebabkan perubahan gaya hidup masyarakat ke pola hidup tidak sehat antara lain banyak mengkonsumsi makanan yang berlemak, kurang makanan berserat, dan kurang berolahraga. Tujuan: tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan serat larut air dari buah dan sayur dengan kadar kolesterol total darah. Metoda: Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah subyek 40 orang, subyek dipilih dengan purposive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi identitas subyek dan kebiasaan berolahraga dengan wawancara, sedangkan data asupan serat larut air dari buah dan sayur, asupan asam lemak jenuh, dan asupan kolesterol menggunakan Food Frequency Semi Quantitative. Berat badan dan tinggi badan diperoleh dengan pengukuran langsung, sedangkan kadar kolesterol total darah diperoleh dari hasil laboratorium pada catatan rekam medik. Analisis data menggunakan rank Spearman,dan korelasi Partial. Hasil: Kriteria umur subyek berkisar antara 26-53 tahun untuk perempuan dan untuk laki-laki berkisar antara 29-57 tahun. Subyek yang termasuk dalam kategori obesitas tingkat I sebanyak 42,5%, sedangkan sebanyak 22,5% subyek mempunyai kadar kolesterol darah ≥240 mg/dl. Subyek yang termasuk dalam kategori asupan serat larut air <6 gr/hr sebanyak 57,5%, sedangkan asupan serat larut air dari buah dan sayur terendah adalah 0,938 gr/hr. Asupan asam lemak jenuh subyek yang tergolong dalam kategori >10% dari kebutuhan energi total sebanyak 70,0% subyek, dan sebanyak 100,0% subjek mempunyai asupan kolesterol yang baik. Subjek yang mempunyai kebiasaan berolahraga ≥3 kali dalam seminggu dengan durasi ≥30 menit setiap kali berolahraga sebanyak 15,0%. Asupan serat larut air dari buah dan sayur tidak berhubungan dengan kadar kolesterol total darah sebelum ataupun setelah dikontrol dengan variabel perancu. Simpulan: Asupan serat larut air dari buah dan sayur tidak berhubungan dengan kadar kolesterol total darah.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Serat larut air, buah, sayur, kolesterol total
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:24997
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:28 Dec 2010 14:47
Last Modified:28 Dec 2010 14:47

Repository Staff Only: item control page