Hubungan antara Beban Glikemik dan Asupan Serat Larut Air dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

Esi Widiastuti, Esi Widiastuti (2009) Hubungan antara Beban Glikemik dan Asupan Serat Larut Air dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Undergraduate thesis, Program Studi Ilmu Gizi .

[img]PDF - Published Version
Restricted to Registered users only

64Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Registered users only

255Kb

Abstract

Latar Belakang: Penyakit degeneratif disebabkan oleh perubahan gaya hidup. Dibandingkan dengan penyakit degeneratif lainnya, jumlah yang terbesar adalah diabetes melitus (DM). Pergeseran pola makan tinggi beban glikemik, rendah serat, obesitas dan kurangnya olahraga mempengaruhi kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban glikemik dan asupan serat larut air dengan kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa darah 2 jam post prandial pada pasien DM tipe 2. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah sampel 32 orang yang diambil secara purposive sampling. Data beban glikemik dan asupan serat larut air diperoleh melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner. Data kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa 2 jam post prandial diperoleh dari catatan medik sampel. Analisis data dengan korelasi rank Spearman, Pearson product moment, dan partial. Hasil: Sebagian besar sampel adalah perempuan (53,1%), 75% berusia lebih dari 40 tahun, sebagian besar tamat SMU (62,5%) dan 46,9% tidak bekerja. Beban glikemik puasa berkisar 22,3-96,9, asupan tertinggi serat larut air 11,2 gram. Rerata beban glikemik 2 jam post prandial 18,4 dan asupan serat larut air 0,6 gram. Status gizi sampel dalam kategori obes I sebesar 37,5%, 53,1% sampel mempunyai kadar glukosa darah puasa buruk dan 43,8% sampel mempunyai kadar glukosa darah 2 jam post prandial buruk. Tidak terdapat hubungan antara asupan serat larut air dengan kadar glukosa darah puasa, terdapat hubungan antara asupan serat larut air dengan kadar glukosa darah 2 jam post prandial, terdapat hubungan antara beban glikemik dengan kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa darah 2 jam post prandial sebelum dan setelah dikontrol dengan kebiasaan olahraga dan IMT, terdapat hubungan antara asupan serat larut air dengan kadar glukosa darah puasa setelah dikontrol dengan kebiasaan olahraga dan IMT, tidak terdapat hubungan antara asupan serat larut air dengan kadar glukosa darah 2 jam post prandial setelah dikontrol dengan kebiasaan olahraga dan IMT. Kesimpulan: Semakin tinggi beban glikemik, semakin tinggi kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa darah 2 jam post prandial. Semakin rendah asupan serat larut air, semakin tinggi kadar glukosa darah 2 jam post prandial. Terdapat perubahan kemaknaan antara asupan serat larut air dengan kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa 2 jam post prandial setelah dikontrol dengan kebiasaan olahraga dan IMT.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Beban Glikemik, Asupan Serat Larut Air, Kadar Glukosa Darah, Diabetes Melitus Tipe 2
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:24989
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:28 Dec 2010 10:55
Last Modified:28 Dec 2010 10:55

Repository Staff Only: item control page