PENGELOLAAN LINGKUNGAN INDUSTRI PEWARNAAN JEAN DI DESA BABALAN KIDUL KECAMATAN BOJONG KABUPATEN PEKALONGAN

Sajidin, Khoirus (2010) PENGELOLAAN LINGKUNGAN INDUSTRI PEWARNAAN JEAN DI DESA BABALAN KIDUL KECAMATAN BOJONG KABUPATEN PEKALONGAN. Masters thesis, Magister Ilmu Lingkungan.

[img]
Preview
PDF - Published Version
137Kb

Abstract

ABSTRAK Industri pewarnaan jean yang ada di Desa Babalan Kidul, Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan memberikan kontribusi ekonomi kepada warga sekitar, tetapi limbah yang dihasilkan menjadikan masalah bagi masyarakat sekitar akibat pembuangan limbah dari industri yang tidak dikelola terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab penurunan kualitas lingkungan di industri pewarnaan jean dan bagaimana pengelolaan Industri pewarnaan Tipe penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data primer maupun sekunder melalui wawancara, analisis lapangan dan kajian literatur. Analisis data dilakukan terhadap data untuk menentukan penyebab penurunan kualitas lingkungan di industri pewarnaan jeans ini. Kemudian dilakukan analisis SWOT untuk mengetahui pengelolaan lingkungan terbaik. Industri pewarnaan jeans menghasilkan limbah cair, padat dan gas yang belum dikelola sehingga menyebabkan dampak ke masyarakat. Hasil analisis air limbah yang menunjukkan bahwa air limbah dari industri ini belum diolah. Kondisi air sumur penduduk yang kandungan Cr melebihi baku mutu membuktikan bahwa limbah yang dihasilkan oleh industri berdampak ke lingkungan sekitar. Untuk itu perlu pengelolaan lingkungan industri pewarnaan jean dengan analisa SWOT didapat strategi WT dengan strategi pengelolaan lingkungan pada proses dan limbah sehingga tidak menimbulkan dampak ke masyarakat dari sisi pengusaha dengan adanya (a) komitmen, (b) kebijakan Lingkungan serta (c) dukungan dari stake holder yang ada dan sisi teknis dengan pengolahan limbah yang dihasilkan oleh industri baik limbah padat, cair dan gas. Hal yang harus dilakukan pengusaha adalah melakukan pengelolaan lingkungan meminimalisir limbah yang dikeluarkan agar dampak terhadap lingkungan dapat dikurangi dan pembuatan IPAL terpadu untuk mengolah limbah yang dihasilkan dari ketiga pengusaha tersebut sedangkan dari sisi pemerintah seharusnya hanya memberikan ijin kepada industri pewarnaan jeans yang mampu melakukan pengelolaan lingkungan agar tidak mengakibat dampak negatif pada lingkungan serta perlunya pengawasan dan tindakan yang tegas terhadap industri yang terbukti mencemari lingkungan. KATA KUNCI: Pengelolaan Lingkungan, industri pewarnaan jeans, Desa Babalan Kidul i ABSTRACT The jeans dyeing industry in Babalan Kidul Village, Bojong district of Pekalongan Regency, beside provides economic contribution toward citizen entire. However, the resulted waste became problems that trigger people demonstration for impacts they perceived such as coloring water in well, bad smell or stench emerged from industry environment. This research aimed to know what cause of environment quality decreasing within the jeans dyeing industry and comprehend about dyeing industry management. Research type was quantitatively descriptive with data gathering through interview, laboratory analysis and literature examination. Data analysis was done upon data to determine the cause of environment quality decrease within this jeans dying industry. Further, SWOT analysis was performed to know the best environment management. The jeans dyeing industry produced the raw liquid, solid and gas wastes, which caused impacts upon citizens around it. Waste water analysis results showed that waste water produced from this industry was not processed at all. The higher level of Cr than its quality standard that is contained on inhabitants’ well water was proved that waste produced by industry influenced and impacted toward entire environments. Therefore, environment management was required in the jean dyeing industry through SWOT analysis resulted WT strategy with environment management strategy on process and waste for avoid impact toward citizen from entrepreneur’s view of point by carrying a) commitment; b) environment policy; and c) support from the existed stakeholders, also from technically side through waste processing upon liquid, solid and gas wastes. Result from research that need to be done was entrepreneur to conduct environment management to minimize waste that produced in order to decrease impact upon environment and establishes cohesive IPAL to process waste produced from those three entrepreneurs, while from government side should only provide license to the jeans dyeing industry who able to perform environment management in order to avoid negative impacts to the environment and the need of strict surveillance and actions toward industries that proved contaminate environment. Keywords: Environment management, jeans dyeing industry, Babalan Kidul village

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:24745
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:17 Dec 2010 10:08
Last Modified:17 Dec 2010 10:08

Repository Staff Only: item control page