KAJIAN POLA BERTANI PADI SAWAH DI KABUPATEN PATI DITINJAU DARI SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN (Studi Kasus di Kecamatan Pati)

Praptono, Bakdo (2010) KAJIAN POLA BERTANI PADI SAWAH DI KABUPATEN PATI DITINJAU DARI SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN (Studi Kasus di Kecamatan Pati). Masters thesis, Magister Ilmu Lingkungan.

[img]
Preview
PDF - Published Version
123Kb

Abstract

ABSTRAK Pola bertani yang tidak ramah lingkungan atau tidak berkelanjutan dapat menurunkan kualitas lahan dan mengancam keberlanjutan produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola bertani padi sawah ditinjau dari sistem pertanian berkelanjutan, mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan pola bertani di tingkat petani padi sawah, dan mengkaji dampak pertanian tidak berkelanjutan. Studi kasus dilaksanakan pada petani padi sawah di Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Tipe penelitian adalah eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan sampel lokasi dipilih secara sengaja (purposive sampling) yaitu di Desa Payang, Desa Kutoharjo, dan Desa Sugiharjo, sedangkan pemilihan sampel responden dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) yaitu sebanyak 44 petani padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola bertani yang diterapkan petani padi sawah kurang sesuai dengan sistem pertanian berkelanjutan, yaitu pengolahan tanah dengan traktor, sistem monokultur, belum dilakukan pergiliran varietas, lebih mengutamakan pupuk dan pestisida kimia. Dengan menggunakan analisis korelasi non parametrik Kendall, faktor yang berpengaruh nyata terhadap penerapan pola bertani adalah status lahan, sedangkan faktor usia petani, pendidikan, pengalaman, status lahan, pengetahuan, dan penyuluhan tidak ada pengaruh nyata terhadap pola bertani. Dampak pertanian yang tidak berkelanjutan adalah: a) dampak lingkungan: terjadi pencemaran lingkungan, penurunan keanekaragaman hayati, dan penurunan kualitas lahan, b) dampak ekonomi: terjadi penurunan pendapatan petani, dan c) dampak sosial: gangguan kesehatan akibat konsumsi beras yang terkontaminasi logam berat dan gejolak/keresahan petani jika ada gejolak input eksternal akibat ketergantungan petani pada input eksternal. Saran yang diajukan adalah: a) dari aspek teknologi: melakukan pemupukan berimbang dengan pupuk organik sebagai pupuk utama, menggunakan pestisida kimia secara selektif dan bijaksana, melakukan rotasi varietas padi maupun keragamannya setiap pergantian musim tanam, mengubah sistem monokultur dengan sistem polikultur, dan melakukan pengolahan tanah dengan traktor secara efektif dan efisien; b) dari aspek kelembagaan: meningkatkan peran petugas lapangan, meningkatkan peranan kelompok tani, meningkatkan keterlibatan petani/kelompok tani di setiap bantuan/kegiatan pertanian berkelanjutan, meningkatkan peran tokoh masyarakat, dan meningkatkan kesadaran lingkungan pada semua pihak; c) dari aspek kebijakan: integrasi ternak dan padi sawah serta pembuatan rumah kompos; dan d) dari aspek sosial yaitu menumbuhkan kembali budaya beternak sapi oleh petani padi sawah. Kata kunci: Pola bertani; padi sawah; sistem pertanian berkelanjutan ABSTRACT Farming patterns which is not environmentally friendly could degrade the quality of land and threaten the sustainability of agricultural production. This study aims to identify the pattern of paddy farming in terms of sustainable agricultural system, to identify the factors that affect the practice of farming patterns in the level of rice farmers, and to study the impact of unsustainable agriculture. A case study was performed to the rice farmers in Pati District, Pati Regency. The type of research is explanatory with quantitative approach. The sampling area, Payang Village, Kutoharjo Village, and Sugiharjo Village, were chosen by purposive sampling. The 44 rice farmers respondent, were chosen by simple random sampling. The results showed that the farming pattern practiced by farmers in the sampling area was less in accordance with sustainable agricultural system, covering cultivate the land with tractors, monoculture system, no rotation of varieties, prefer chemical fertilizers and pesticides. By using non-parametric Kendall correlation analysis, it is proved that there is correlation between the application of farming patterns with the status of the land. However, there is no correlation between the application of farming patterns with the farmers' age, education, experience, land status, knowledge, and extension. Impact of unsustainable agriculture are: a) the environmental impact, include environmental pollution, declining biodiversity and land degradation, b) the economic impact is decrease in farmers' income, and c) social impact; consumer health problems due to heavy metal-contaminated rice, and the farmers restlesness if there is due to the farmers dependence upon external inputs. It is recommended that: a) provide conduct a balanced fertilizer with organic fertilizer as a major fertilizer, chemical pesticides selectively and wisely, make the rotation as well as its diversity of rice varieties each change of season, change the system of monoculture with polyculture system, and ground processing with the tractor in an effective and efficient manner; b) include to enhance the role of extension workers, to enhance the role of farmer groups, the increasing involvement of farmers / farmer groups in each aid / activities sustainable agriculture, to enhance the role of community leaders, and promote environmental awareness on all sides; c) integration of livestock and paddy as well as making home composting; and d) regenerate the culture breeding cows by rice farmers. Key words: Farming patterns, paddy, sustainable agriculture system

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Postgraduate Program > Doctor Program in Environmental Science
ID Code:24628
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:13 Dec 2010 10:35
Last Modified:13 Dec 2010 10:35

Repository Staff Only: item control page