PEMBERIAN JAMINAN FIDUSIA DENGAN AKTA NOTARIS DALAM KAITANNYA DENGAN PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA PERBANKAN SYARIAH KHUSUSNYA DI BANK DANAMON SYARIAH

Lesmana, Andhy (2010) PEMBERIAN JAMINAN FIDUSIA DENGAN AKTA NOTARIS DALAM KAITANNYA DENGAN PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA PERBANKAN SYARIAH KHUSUSNYA DI BANK DANAMON SYARIAH. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
221Kb

Abstract

ABSTRAK Pemberian jaminan fidusia dalam transaksi perbankan pada umumnya menggunakan akta notaris dan telah diatur dengan jelas, namun bagaimanakah dalam Bank Syariah. Permasalahan dalam tesis ini mengenai pemberian jaminan fidusia yang kaitannya dengan pembiayaan murabahah pada perbankan Syariah dan dasar hukum penggunaan jaminan fidusia serta pengaturan penggunaan akta notaris dalam hal tersebut, juga mengkaji model akta pembiayaan murabahah dan akta jaminan fidusia. Penelitian tesis ini adalah penelitian kepustakaan, dengan mengkaji data sekunder, yang bersumber dari bahan hukum primer, sekunder dan penelitian lapangan, dengan mewawancarai sumber informasi (informan) mengenai pokok permasalahan dan menganalisanya dengan cara kualitatif sehingga ditarik kesimpulan secara deduktif. Notaris sebagai pejabat pembuat akta dari akad yang dibuat dalam Bank Syariah termasuk akta jaminan fidusia. Penggunaan jaminan fidusia dengan akta notaris telah ditentukan secara umum dalam Al-Qur’an surah Al- Baqarah ayat; 282, 283 Jo. Undang-Undang Jaminan Fidusia nomor 42 tahun 1999 dan Undang-Undang Jabatan Notaris nomor 30 tahun 2004. Model akta pembiayaan murabahah sebagai akad pokok dan akta jaminan fidusia sebagai akad tambahan, terdiri dari kepala, badan dan akhir akta. Pada kepala akta akad terdapat lafal Basmallah dan Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 1. Dalam akta jaminan disebutkan jumlah pokok, margin, jumlah seluruh pembiayaan serta nilai tanggungan, secara transparan. Disarankan bahwa seorang notaris sebaiknya memiliki pengetahuan mengenai ketentuan syariah dalam kaitannya dengan Bank Syariah. ABSTRACT In any bank transactions, fiduciary guarantee is issued under the notary act with clear conditions and terms. What about in Syari’ah Banks? This paper tries to highlight the fiduciary guarantee issue on murabahah financing by Syariah Banks and the legal base of this guarantee together with the role of notary act. Besides, this paper is trying to study the model of murabahah financing act as well as the one of fiduciary guarantee act. It is a library research which employs much secondary data from primary and secondary reference books completed with the interview of some relevant informants. The collected data is then analyzed qualitatively to draw deductive conclusion. Notary is the issuer of the agreement act with Syariah Bank, including the act of fiduciary guarantee. Fiduciary guarantee with notary act is based on what is stated in the Holy Quran (Al-Baqarah : 282 and 283) Jo. Undang-Undang Jaminan Fidusia (Fiduciary Guarantee Act) No. 42 Year 1999 and Undang-Undang Jabatan Notaris (Notary Act) No. 30 Year 2004. The model of murabahah financing act as the main agreement and fiduciary guarantee act as the additional agreement consists of three parts: head, body, and ending. On the head of the agreement act, written the basmallah and one verse of the Holy Quran (Al Maidah: 1). The fiduciary guarantee act, on the other hand, mentions transparently basic amount, margin, and total amount of the financing with the charges. It is highly recommended that a notary have sufficient expertise on Syariah terms and conditions which are in line with Syariah Banks.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:24500
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:09 Dec 2010 09:36
Last Modified:09 Dec 2010 09:36

Repository Staff Only: item control page