FAKTOR-FAKTOR RISIKO HIPERURISEMIA (Studi kasus di Rumah Sakit Umum Kardinah Kota Tegal)

PURWANINGSIH, TINAH (2010) FAKTOR-FAKTOR RISIKO HIPERURISEMIA (Studi kasus di Rumah Sakit Umum Kardinah Kota Tegal). Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1509Kb

Abstract

Faktor-faktor Risiko Hiperurisemia (Studi kasus di Rumah Sakit Umum Kardinah Kota Tegal) Risk Factors of Hiperuricemia (Case study at Kardinah Hospital Tegal) Background : Hiperuricemia is the increase of urisemic acid in blood caused by two main possibilities. These are over production of uricemic acid and the resistance of the dispose of uricemic acid. Tegal is one of the municipal in Central Java Province has high prevalence of hiperuricemia and need to know about the risk factors of hiperurisemic with serious study in Kardinah Hospital Tegal. Methods: This was an observational research using case control study, completed with qualitative study about the occurrence of hiperuricemia in Kardinah Hospital Tegal. Samples were 63 cases and 63 controls. Data were analyzed by univariate analysis, bivariate analysis with chi square test, multivariate analysis with multiple logistic regression. Qualitative study was done by the method of in depth interview and analyzed by descriptive analysis and presented in narration. Result: Data were analized on two step. First data analyzed with 15 variables and the results show risk factors of hiperuricemia are blood pressure (OR Adjusted: 4,7, 95% Confidence Interval 2,1-10,6) and creatinin serum (OR Adjusted: 4,6, 95% Confidence Interval 1,9-11,1). Second step, by ignoring 2 variables (blood pressure and creatinin) and the result is HDL is a risk factor of hiperuricemia (OR Adjusted: 4,7, 95 % dan Confidence Interval 1,3 – 17,6), with p < 0,025. Probability of responden to get hiperuricemia from the risk factors such as blood pressure, creatinin, and HDL are 76%. Result of qualitative analysis shows that HDL is a part of cholesterol, trigliseride and LDL, caused by intake of food with high purin Conclusion Based on the research about risk factors of hiperuricemia with case study inpatients and outpatients at Kardinah Hospital Tegal, the conclusion are : 1. Risk factors that significant by statistics are blood pressure (OR Adjusted: 4,7, 95% Confidence Interval 2,1 -10,6), creatinin serum (OR Adjusted: 4,6, 95% Confidence Interval 1,9-11,1) and HDL (OR Adjusted: 4,7, 95 % dan Confidence Interval 1,3 – 17,6) with < 0,025. 2. Risk factors that not significant by statistics are sex, age < 60 th, ph urine, BMR, LDL, cholesterol, trigliseride, excretion of urin acid in 24 hours, blood glucose, intake meet and intake seafood Suggestion: The main suggestion to decrease the risk of hiperuresemia is by controlling food with avoid food has purin, fat, and LDL. These have high cholesterol Keywords : Hiperurecemia, risk faktors, case study Faktor-faktor Risiko Hiperurisemia (Studi kasus di Rumah Sakit Umum Kardinah Kota Tegal) Risk Factors of Hiperuricemia (Case study at Kardinah Hospital Tegal) P endahuluan : Hiperurisemia adalah peningkatan kadar asam urat dalam darah yang berlebih di sebabkan oleh dua kemungkinan utama, yaitu kelebihan produksi asam urat atau terhambatnya pembuangan asam urat oleh tubuh.1 Kota Tegal merupakan salah satu Kotamadia di Propinsi Jawa Tengah yang memiliki prevalensi hiperurisemia cukup tinggi, sehingga di perlukan studi untuk mengetahui faktor – faktor risiko hiperurisemia di RSU Kardinah Kota Tegal. Metode : Jenis penelitian adalah observasional dengan studi kasus kontrol, di lengkapi dengan kajian kualitatif mengenai hiperurisemia di Kota Tegal. Jumlah sampel 63 kasus dan 63 kontrol Analisa data di lakukan secara univariat, bivariat dengan chi square test, multivariat dengan metode regresi logistik ganda. Kajian kualitatif dengan metode indepth interview dan di lakukan analisis secara deskriptif di sajikan dalam bentuk narasi. Hasil : Pengolahan data di lakukan dua tahap yang pertama dengan menggunakan 14 variabel sesuai dengan kerangka konsep yang di sajikan .Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang mempengaruhi hiperurisemia adalah tekanan darah (OR Adjusted: 4,7; 95% Confidence Interval 2,1-10,6) dan kadar creatinin (OR Adjusted: 4,6; 95% Confidence Interval 1,9- 11,1) dan langkah kedua dengan mengabaikan dua variabel di atas ternyata faktor risiko yang mempengaruhi hiperurisemia adalah kadar HDL (OR Adjusted: 4,7, 95 % dan Confidence intervaI 1,3 – 17,6), dengan p < 0,025. Probabilitas responden untuk mengalami hiperurisemia dari faktor risiko tekanan darah, kadar creatinin dan kadar HDL sebesar 76 %. Hasil kajian kualitatif menunjukkan bahwa kadar HDL adalah bagian dari kolesterol, trigliserida dan LDL. yang disebabkan oleh asupan makanan tinggi purin. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian tentang faktor- faktor risiko hiperurisemia pada studi kasus di RSU Kardinah Kota Tegal pada penderita rawat inap dan rawat jalan , dapat di simpulkan bahwa : 1. Faktor risiko yang terbukti berpengaruh terhadap hiperurisemia adalah :tekanan darah (OR Adjusted: 4,7, 95% Confidence Interval 2,1-10,6) dan kadar creatinin (OR Adjusted 4,6, 95% Confidence Interval 1,9-11,1) dan kadar HDL (OR Adjusted: 4,7, 95 % dan Confidence intervaI 1,3 – 17,6), dengan p < 0,025. 2. Faktor risiko yang tidak terbukti sebagai faktor risiko hiperurisemia berdasarkan analisis bivariat dan multivariat adalah: jenis kelamin, umur < 60 tahun, ph urin, IMT, kadar LDL, kadar kolesterol, kadar trigliserida, ekskresi urat urin 24 jam, kadar gula dalam darah, konsumsi daging dan konsumsi hasil laut. Saran : Menghindari makanan yang mengandung tinggi purin, lemak dan minyak jenuh karena makanan ini kandungan kolesterolnya tinggi. Kata kunci : Hiperurisemia, Faktor risiko, studi kasus kontrol. Kepustakaan : 59 (1979 – 2009)

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Epidemiology
ID Code:24334
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:02 Dec 2010 10:32
Last Modified:02 Dec 2010 10:32

Repository Staff Only: item control page