POLA SEBARAN DAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN LOKASI RETAIL MODERN (STUDI KASUS KOTA SURAKARTA)

SETYAWARMAN, ADITYO (2009) POLA SEBARAN DAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN LOKASI RETAIL MODERN (STUDI KASUS KOTA SURAKARTA). Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2119Kb

Abstract

ABSTRAK Dalam 5 tahun terakhir pertumbuhan pusat perbelanjaan dan retail modern menunjukkan peningkatan yang tajam di Kota Surakarta. Pertumbuhan yang cepat, cenderung tidak terkendali dan terarah, khususnya terkait sebaran lokasi retail modern yang menekan retail konvensional dan pasar tradisional. Di Kota Surakarta sendiri belum ada regulasi yang mengatur tentang zoning bagi pusat perbelanjaan dan retail modern. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola sebaran dan faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi retail modern. Sasaran penelitian yang ingin dicapai yaitu : mengidentifikasi pola sebaran retail modern dan pasar tradisional, mengidentifikasi dan menganalisis faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi retail modern, dan analisis stuktur ruang Kota Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode gabungan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif mengadopsi analisis tetangga terdekat (nearest neighbour analysis) dan analisis faktor. Sedangkan pendekatan kualitatif digunakan dalam analisis komprehensif. Hasil studi menunjukkan adanya kesamaan pola sebaran yang mengelompok dengan arah konsentrasi yang berbeda. Retail modern cenderung terkonsentrasi ke area dengan kondisi sosio-ekonomi yang stabil, sedangkan pasar tradisional pada area dengan kondisi sosio-ekonomi menengah bawah. Dari analisis faktor terhadap 13 faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi retail modern di Kota Surakarta, tereduksi menjadi 6 faktor baru. Ke-6 faktor tersebut adalah faktor demografi, sosio-ekonomi konsumen, psikografis, aksesibilitas, persaingan dan perubahan permintaan. Dari analisis komprehensif yang memadukan pola sebaran, analisis faktor dan struktur ruang Kota Surakarta, menemukan adanya hubungan searah antara struktur sebaran retail dengan struktur jaringan jalan yang dibentuk oleh struktur kotanya. Temuan ini sekaligus menguatkan pentingnya variabel aksesibilitas bagi pemilihan lokasi retail modern. Rekomendasi yang bisa diberikan bagi Pemerintah Kota Surakarta adalah menyusun Perda tentang pusat perbelanjaan dan retail modern serta mengarahkan desentralisasi lokasi hypermarket. Pada sisi yang lain melakukan reorientasi dan revitalisasi pasar tradisional sebagai ikon kota, dengan tidak meninggalkan nilai history-nya. Kata kunci : pola sebaran, lokasi dan retail modern . ABSTRACT During in 5 years the growth of shopping center and modern retail in Surakarta increase highly. The growth of them lead to be uncontrollable and indirection, especially relating with the pattern of modern retail that reduce the existent of conventional retail and traditional market. Surakarta municipality itself haven’t had regulation that controlled zoning for shopping center and modern retail. The purpose of this research are to identified patterns and factors that influenced location choosing of modern retail. Target of the research are identified patterns modern retail and traditional market, identified and analysis factor that influenced location choosing of modern retail and analyzed space structure of Surakarta. Research method used by combination between quantitative and qualitative research. In quantitative research adopting the principle of nearest neighbor analysis and factor analysis. Even in qualitative research use the comprehensive analysis to complete the explanation of quantitative research. The research found there are similarity patterns between modern retail and traditional market. Both of them have clustered patterns but the direction of pattern are different. Modern retail concentrated on high medium class area, even more traditional market concentrated on low middle class area. In factor analysis from 13 factors that influenced choosing of modern retail location in Surakarta lead to be newly 6 factors. The newly of 6 factors are demographic, socio economic, psychographic, accessibility, competition and demand change. In the comprehensive analysis that combine the analysis of nearest neighbor analysis, factor analysis, space structure analysis of Surakarta found that there linear relationship between the patterns of modern retail with the structure of networking street was build by town structure space itself. This finding shown importantly variable of accessibility in choosing modern retail location Recommendations could be given to Surakarta Municipality are arrange the local regulation for shopping center and modern retail and drive decentralization to the hypermarket location. In other policy do the reorientation and revitalization the traditional market as icon of the city without leaveing their historical value. Keyword : patterns, location and modern retail.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:24296
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:01 Dec 2010 08:49
Last Modified:21 Jun 2011 16:54

Repository Staff Only: item control page