PERAN PARTAI POLITIK DALAM MOBILISASI PEMILIH STUDI KEGAGALAN PARPOL PADA PEMILU LEGISLATIF DI KABUPATEN DEMAK 2009

TAWAKKAL, GEORGE TOWAR IKBAL (2009) PERAN PARTAI POLITIK DALAM MOBILISASI PEMILIH STUDI KEGAGALAN PARPOL PADA PEMILU LEGISLATIF DI KABUPATEN DEMAK 2009. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
799Kb

Abstract

ABSTRACT THE ROLE OF POLITICAL PARTY IN VOTERS MOBILIZATION (THE STUDY OF POLITICAL PARTIES FAILURE IN LOCAL LEGISLATIVE ELECTION IN DEMAK REGENCY 2009) On general election 2009, Indonesia applied a different general election sytem with systems that have applied on previous general elections. Based on Undang Undang Number 10, 2008, and Ketetapan Mahkamah Konstitusi Number 22-24/PUU-VI/2008, opened proportional system was applied on general election 2009. It was mean, when a political party get legislative chair, so party candidate that get more voter than others is get the chair. On previous general elections, its have applied proportional system, that based on serial number candidate. General election system change in Indonesia, from proportional system to opened proportional system, generate actor behavior change and generate new phenomenons which not emerge on voter mobilization on previous general elections. Research method that is used at this research is qualitative description. Purposive sampling method is used to determine political parties as research objects. The parties are Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Demokrat, and Partai Gerakan Indonesia Raya. As in qualitative research, so interview is used. Snowballing method is used to determine informants. Observation method is used to follow up some data. The result of research cover several thing. First, political parties condition before mobilization phase: Political party experience of intern consolidation problems. In early general election phase, some political parties had serial number orientation for legislative member determining. Though in midd of phase, Ketetapan Mahkamah Konstitusi force them to change their orientation. Some political parties have had party machine completely, while others did not have party machine completely. Various party decision generate various attitude on voter mobilization. Second, Legislative candidate position: Candidates who were from serial number party, were claimed to change the mobilization strategy. Self-supporting mobilization has been a way for acquirement voters. Candidates have exploited out-party factors more than party machine. Third, relation between party institution and candidates: Cooperation has been happened when voter mobilization has been done. Party institution has tend to silent, and delivered to candidates. Candidates of course have accepted the conditions, and no other choice. Fourth, voter mobilization categorizes: Voter mobilization which been done by candidates, divisible become two categorizes, based on emotional tying and based on aids. From datas which was analysed comprehensive, have been known that political parties as political institution have experienced of failure in mobilization role. This research have limitation. This research only explain political parties (PDIP, Partai Demokrat, PKB, dan Partai Gerindra) in local legislative election, 2009, in Demak regency. It is mean that other political condition, other intern party condition, and other voter condition, there is possibility of different result. So, continuation research is required to explain more general condition. Keywords: Political party, Voter mobilization, failure. ABSTRAKSI PERAN PARTAI POLITIK DALAM MOBILISASI PEMILIH STUDI KEGAGALAN PARPOL PADA PEMILU LEGISLATIF DI KABUPATEN DEMAK 2009 Pada Pemilu 2009, Indonesia menerapkan sistem pemilu baru yang berbeda dengan sistem pemilu yang telah dipakai pada Pemilu-pemilu sebelumnya. Dengan diberlakukannya Undang Undang Nomor 10 Tahun 2008 dan Ketetapan Mahkamah Konstitusi Nomor 22-24/PUU-VI/2008, sistem pemilu 2009 menggunakan sistem proporsional terbuka, dengan penentuan kandidat peraih kursi yang telah diperoleh partainya, berdasar suara terbanyak. Sedangkan pada Pemilu-pemilu sebelumnya, sistem yang digunakan adalah sistem proporsional yang berdasar nomor urut kandidat. Perubahan sistem pemilu Indonesia dari sistem proporsional menjadi sistem proporsional terbuka, membawa perubahan prilaku para aktor dan memunculkan fenomena-fenomena baru yang tidak dijumpai pada Pemilu-pemilu sebelumnmya, terkait dengan pengarahan pemilih yang dilakukan oleh para aktor. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Untuk mendapatkan informasi data penelitian, metode purposive sampling digunakan untuk menentukan partai-partai politik yang menjadi obyek penelitian. Partai yang dipilih adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Demokrat, dan Partai Gerakan Indonesia Raya. Metode wawancara dengan penentuan informan melalui teknik snowballing. Peneliti juga melakukan observasi untuk mendapatkan data yang lebih lengkap.. Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, dari sisi dinamika Partai politik sebelum tahapan kampanye Pemilu: Partai mengalami permasalahan konsolidasi internal. Partai berorientasi pada nomor urut dan berorientasi pada suara terbanyak. Beberapa partai memiliki mesin partai yang lengkap dan lebih banyak partai yang belum. Sikap partai yang beragam dalam keterlibatan mobilisasi. Kedua, dari sisi Calon Legislatif: Caleg yang berasal dari partai yang berorientasi nomor urut, dituntut untuk merubah strateginya. Caleg dituntut untuk mobilisasi mandiri. Caleg lebih memanfaatkan faktor di luar partai. Ketiga, dari sisi harmonisasi antara Partai dan Caleg: Tidak terjadi kerjasama yang baik dalam mobilisasi pemilih. Partai cenderung lepas tangan, dan menyerahkan kepada Caleg. Keempat, bentuk-bentuk mobilisasi yang dilakukan oleh Caleg secara mandiri: Bentuk mobilisasi terbagi menjadi 2 kriteria, yakni berdasarkan hubungan emosional, dan bantuan-bantuan. Dari berbagai data yang kemudian dianalisa secara menyeluruh, maka dapat dikatakan bahwa partai politik telah gagal melaksanakan peran organisasi politk. Keterbatasan penelitian ini adalah hanya digunakan untuk menjelaskan partai politik (PDIP, Partai Demokrat, PKB, dan Partai Gerindra) di Kabupaten Demak pada Pemilu legislatif 2009. Artinya, pada kondisi politik yang lain, perbedaan kondisi internal partai, serta pada kondisi masyarakat yang berbeda, terdapat kemungkinan perbedaan penjelasan. Sehingga dibutuhkan penelitian lanjutan untuk menjelaskan kondisi yang lebih luas. Kata Kunci: Partai Politik, mobilisasi pemilih, kegagalan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:J Political Science > JA Political science (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Administration
ID Code:24294
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:01 Dec 2010 08:25
Last Modified:01 Dec 2010 08:25

Repository Staff Only: item control page