KAJIAN KERENTANAN WILAYAH PESISIR KOTA SEMARANG TERHADAP PERUBAHAN IKLIM

MILADAN, NUR (2009) KAJIAN KERENTANAN WILAYAH PESISIR KOTA SEMARANG TERHADAP PERUBAHAN IKLIM. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
456Kb

Abstract

Abstrak Saat ini 65% penduduk Pulau Jawa hidup di daerah pesisir dan sangat tergantung pada sumber daya pesisirnya. Pertumbuhan Penduduknya mencapai 2,2% pertahun (di atas rata-rata nasional). Seiring pertumbuhan itu, berbagai bencana terjadi. Faktanya hampir 3.000 desa/kelurahan di Pesisir Jawa mengalami banjir setiap tahunnya dan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, setidaknya terdapat 90 lokasi mengalami abrasi pantai hingga puluhan kilometer (Walhi, 2006). Salah satu isu global yang berkembang bahwa perubahan iklim menyebabkan bencana pada kota-kota pesisir. Bencana tersebut berupa banjir, kenaikan muka air laut, penurunan muka tanah maupun masuknya air laut ke daratan (rob). Bencana tersebut juga terjadi di Kota Semarang yang merupakan ibukota Propinsi Jawa Tengah Bencana hidrologi ini mengakibatkan kelumpuhan aktivitas sosial ekonomi masyarakat hingga tidak berfungsinya sarana prasarana perkotaan. Hal ini diperparah perubahan iklim yang mengakibatkan kenaikan permukaan air laut. Prediksi 20 tahun mendatang, beberapa kawasan di Pesisir Semarang akan tergenang akibat kenaikan paras muka air laut sebesar 16 cm dengan luasan 2672,2 Ha (Diposaptono, 2009). Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ”Kajian Kerentanan Wilayah Pesisir Kota Semarang Terhadap Perubahan Iklim” untuk mengkaji kerentanan wilayah pesisir Kota Semarang terhadap perubahan iklim terutamanya kenaikan air laut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Hal ini sesuai dengan variabel-variabel kerentanan yang ditentukan sebelum pencarian data dan proses analisisnya. Hasil dari penelitian diketahui 16 Kelurahan Pesisir Kota Semarang memiliki tingkat kerentanan rendah hingga sedang terhadap kerawanan kenaikan air laut. Kawasan dengan kerentanan rendah seluas 2241,20 Ha dan kawasan dengan kerentanan sedang seluas 431,02 Ha. Sedangkan alternatif strategi yang dapat dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut yakni Strategi Akomodatif dan Strategi Mundur. Kata kunci: Perubahan iklim, Kenaikan permukaan air laut, Kerentanan

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:24136
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:24 Nov 2010 08:30
Last Modified:24 Nov 2010 08:30

Repository Staff Only: item control page