KADAR D-DIMER PLASMA PADA PENDERITA SINDROM KORONER AKUT DENGAN DERAJAT STENOSIS BERBEDA

B i r h a s a n i, B i r h a s a n i (2010) KADAR D-DIMER PLASMA PADA PENDERITA SINDROM KORONER AKUT DENGAN DERAJAT STENOSIS BERBEDA. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
539Kb

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : sindrom koroner akut (SKA) merupakan istilah terhadap sekumpulan penyakit arteri koroner yang bersifat trombotik. Manifestasi klinik antara lain berupa infark miokar akut (IMA). Sekitar 90% serangan jantung disebabkan oleh oklusi trombus pada arteri koroner. Kecurigaan trombosis dapat dipastikan dengan angiografi, namun tidak semua rumah sakit memiliki fasilitas ini, serta angiografi lebih bersifat invasif. D-Dimer dapat dipakai untuk menilai adanya abnormalitas kejadian trombotik , namun secara langsung dapat menilai adanya proses fibrinolisis. Penelitian mengenai D-Dimer yang berhubungan dengan SKA hasilnya masih kontroversi. Tujuan penelitian : menganalisis perbedaan kadar D-Dimer plasma penderita SKA dengan derajat stenosis ≥ 50 persen dan derajat stenosis < 50 persen. Material dan metode : pendekatan belah lintang , masing-masing 17 spesimen penderita SKA dengan derajat stenosis ≥ 50 % dan derajat stenosis < 50 %. Kadar D-Dimer plasma diukur secara kuantitatif dengan menggunakan metode latex agglutination yang dimodifikasi dengan menggunakan automated analyzer. Analisis statistik uji beda dengan independent t-tes. Hasil : rerata kadar D-Dimer plasma pada penderita SKA dengan derajat stenosis ≥ 50 persen adalah 960,2 ± 404,99 µg/L, sedangkan untuk penderita SKA dengan derajat stenosis < 50 persen adalah 300,3 ± 128,75 µg/L, Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,00 Kesimpulan : Kadar D-Dimer plasma penderita SKA dengan derajat stenosis ≥ 50 persen secara statistik lebih tinggi bermakna dibanding penderita SKA dengan derajat stenosis < 50 persen.. Kata kunci : Stenosis, D-Dimer , Sindrom koroner akut ABSTRACT Background : Acute coronary syndrome (ACS) is the multisystem of coronary artery desease. The clinical manifestation of ACS is acute myocardial infarction (AMI). Abaout 90 % coronary attack is caused by thrombus occlusion in coronary artery. The suspect of thrombosis can be diagnosed definitely by angiography, but it is invasive. D-dimer can be used to measure thrombotic abnormality and fibrinolisys. The result of correlation between D-Dimer and ACS is still controversial. Objective : To analyse, the different between plasma D-Dimer level ACS with stenosis ≥ 50 % and stenosis < 50 % Method and subject : we used a cross sectional design. Seventeen specimen ACS with stenosis ≥ 50 % and 17 specimen with stenosis < 50 %. Plasma D-Dimer level was measured with agglutination latex method quantitative. We used t-test independent statistical analysis Result : the average Plasma D-Dimer of ACS with stenosis ≥ 50 % is 960,2 ± 404,99 µg/L thus ACS with stenosis < 50 % is 300,3 ± 128,75 µg/L ( p = 0,00 ). Conclusion : the plasma D-Dimer level of ACS with stenosis ≥ 50 % is more significant than ACS with stenosis < 50 %. Key word : Stenosis, D-Dimer,Acute coronary syndrome.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:24034
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:18 Nov 2010 08:36
Last Modified:18 Nov 2010 08:36

Repository Staff Only: item control page