REGIONAL BRANDING “SOLO THE SPIRIT OF JAVA” (SUATU TINJAUAN DARI ASPEK HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL)

Handani, Kunti (2010) REGIONAL BRANDING “SOLO THE SPIRIT OF JAVA” (SUATU TINJAUAN DARI ASPEK HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL). Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
398Kb

Abstract

ABSTRAK Regional Branding “Solo, The Spirit of Java” dari aspek Hak Kekayaan Intelektual belum mendapatkan perlindungan hukum yang jelas. Hal ini dikarenakan belum adanya pencantuman Regional Branding dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur Hak Kekayaan Intelektual. Namun, apabila Regional Branding “Solo, The Spirit of Java” dikaitkan dengan Merek maka memiliki persamaan yaitu dibuat dengan tujuan sebagai daya pembeda dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Permasalahan yang timbul mengenai apakah pertimbanganpertimbangan yang mendasari munculnya Regional Branding “Solo, The Spirit of Java” dan apakah Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek dapat dijadikan sebagai dasar hukum perlindungan Regional Branding “Solo, The Spirit of Java”. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis empiris. Sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek: “Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa”. Regional Branding “Solo, The Spirit of Java” bukanlah Merek yang tidak dapat didaftar tercantum dalam Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek, serta bukanlah Merek yang dapat ditolak diatur dalam Pasal 6 dan Pasal 7 Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. Pertimbangan-pertimbangan yang mendasari munculnya Regional Branding “Solo, The Spirit of Java” adalah kesamaan bahasa dalam mengkomunikasikan “jati diri“ dan upaya menumbuhkan kebersamaan SUBOSUKAWONOSRATEN, kerjasama SUBOSUKAWONOSRATEN bertujuan menciptakan sebuah kawasan dengan daya saing ekonomi yang kuat, sekaligus upaya menempatkan kawasan (positioning) di antara wilayah atau kawasan lain sehingga diperlukan ciri khusus sebagai identitas wilayah yang menjadi alat pemasaran (citra kegiatan pemasaran) wilayah SUBOSUKAWONOSRATEN ke masyarakat luas. Lingkup Merek sebagaimana diatur dalam Pasal 2, Pasal 50-Pasal 60 Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek tidak mencantumkan Regional Branding sebagai salah satu jenis Merek yang dapat dilindungi oleh Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. Namun, Undang- Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek dapat dijadikan sebagai dasar hukum perlindungan Regional Branding “Solo, The Spirit of Java” karena telah memenuhi unsur-unsur yang terdapat dalam Pasal-Pasal tersebut. Kata Kunci: Regional Branding “Solo, The Spirit of Java”, SUBOSUKAWONOSRATEN, Merek. ABSTRACT Regional Branding "Solo, the Spirit of Java" from the Intellectual Property Rights aspect has not received clear legal protection yet. This is because there is no terms about Regional Branding in laws which regulate the Intellectual Property Rights. However, when the Regional Branding "Solo, The Spirit of Java" is associated with marks, it has the same purpose as the distinguishing features and used in the activities of trade in goods or services”. The first research problem formulation is what are the considerations that underlie the appearance of Regional Branding "Solo, The Spirit of Java"? The second research problem formulation is whether the Law of The Republic Indonesia Number 15 Years 2001 Regarding Marks can be used as legal basis protection of Regional Branding "Solo, The Spirit of Java"? The method used in this study is an empirical juridical approach. As stipulated on Article 1 paragraph (1) of Law No. 15 Year 2001 about Mark: “Mark shall mean a sign in the form of a picture, name, word, letters, figures, composition of colors, or combination of said elements, having distinguishing features and used in the activities of trade in goods or services”. Regional Branding “Solo, The Spirit of Java” does not meet the elements of marks that can not be registered and can be rejected as regulated in Article 4, Article 5, Article 6 and Article 7 on the Law No. 15 Year 2001 about Mark. The considerations that underlie the appearance of Regional Branding "Solo, The Spirit of Java" are a common language to communicate the "identity" and efforts to create the togetherness of SUBOSUKAWONOSRATEN, the SUBOSUKAWONOSRATEN cooperation aiming to create a region with strong economic competitiveness, as well as efforts to put the region (positioning ) between regions or other areas that needed special features as the identity of the region which became a marketing tool (the image of marketing activities) of SUBOSUKAWONOSRATEN region to the public. The scope of marks as regulated in Article 2, Article 50-Article 60 of Law No. 15 Year 2001 about Mark does not list the Regional Branding as one of mark that can be protected by the Law No. 15 Year 2001 about Mark. However, the Law No. 15 Year 2001 about Mark can be used as a legal basis protection of Regional Branding "Solo, The Spirit of Java" because it has met the elements contained in those Articles. Keywords: Regional Branding "Solo, The Spirit of Java", SUBOSUKAWONOSRATEN , Marks.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Law
ID Code:24020
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:16 Nov 2010 10:43
Last Modified:16 Nov 2010 10:43

Repository Staff Only: item control page