PENYELESAIAN SENGKETA TANAH HAK ULAYAT DALAM SUKU CANIAGO DI NAGARI MUARA PANAS KABUPATEN SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT

Akbar, Syafan (2010) PENYELESAIAN SENGKETA TANAH HAK ULAYAT DALAM SUKU CANIAGO DI NAGARI MUARA PANAS KABUPATEN SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
232Kb

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengungkapkan masalah sengketa tanah, khususnya tanah hak ulayat sebagai pusaka tinggi yang menjadi rebutan setelah menjadi warisan, seperti yang terjadi pada suku Caniago di Nagari Muara Panas, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Sengketa ini juga menyangkut dengan silsilah (ranji), serta Sako (gelar adat), yang merupakan kedudukan seseorang dalam kaumnya, yang juga menentukan yang berhak dalam harta warisan ini. Untuk mendapatkan kejelasan tentang silsilah seseorang perlu menggali informasi yang mendalam karena jarang sekali ada silsilah seseorang ditemukan dalam bentuk tertulis, apalagi kalau kita urut beberapa generasi diatasnya. Silsilah yang tertulis dan jelas, biasanya hanya ditemukan pada silsilah keturunan Raja-raja saja. Untuk menjawab permasalahan tentang penyebab utama sengketa tanah hak ulayat yang menjadi harta warisan bagi salah satu suku Caniago ini, penulis berusaha untuk mendapatkan data dan informasi, baik lisan maupun tulisan yang merupakan dokumen-dokumen yang menjadi sumbersumber primer dan sekunder. Dalam pengumpulan data-data tersebut penulis menggunakan pendekatan yuridis empiris. Dalam penelitian yang penulis lakukan berdasarkan informasi-informasi dari studi lapangan, serta didukung oleh dokumen-dokumen yang penulis dapatkan, seperti surat pernyataan hibah, hibah waris, serta putusanputusan pengadilan dari peradilan tingkat pertama sampai dengan putusan Mahkamah Agung, penulis dapat menyimpulkan kalau sengketa tanah hak ulayat yang terjadi pada suku Caniago di Nagari Muara Panas ini, disebabkan bukan hanya sekedar rumitnya masalah adat sebagaimana dikemukakan, tetapi juga akibat pengaruh sosial dan faktor ekonomi, serta sifat individualisme dari masyarakat adat itu sendiri. Oleh karena itu, penyelesaian sengketa tanah hak ulayat yang telah menjadi warisan ini terlalu rumit dan sulit didamaikan oleh Lembaga Adat, maka harus diselesaikan melalui lembaga hukum formil yaitu di peradilan umum. Kata Kunci: Penyelesaian Sengketa Tanah hak Ulayat ABSTRACT This study revealed the problem of land disputes, especially ulayat land of indigenous as high inheritance became seizure after becoming an inheritance, as happened in the village at the mouth of the tribe caniago in Nagari Muara Panas, Kabupaten Solok, West Sumatra province. This dispute also comes with a pedigree (ranji), and sako (custom title) which is the position of someone in his family, which also determines who is entitled in this estate. To gain clarity about the genealogical information that someone needs to dig deep because there are rarely found in the genealogy of a person in written form, especially if we are above the serial number of generations. Genealogy of the written and clear, usually only found on the royal lineage - the king alone. To answer the problems of the main causes of ulayat land disputes that become customary rights of inheritance for one of these caniago tribe, the author tried to obtain data and information, whether oral or written, which is a document - the document that became the source - the premiere and secondary sources. In collecting the data - these data the authors use empirical juridical approach. In a study by the author based on informations form field research and supported by documents - documents that the authors have, as a statement of grants, grant beneficiary, as well, the verdict - the verdict of the trial court first tingat until the supreme court verdict, the author can concluded that the customary rights of land disputes that occurred in the tribal villages caniago at this hot mouth, caused not just the complexity of indigenous issues as presented, but also because of the influence of social and economic factors, as well as the nature of indigenous individualism itself. Therefore, settlement of ulayat land disputes that have become customary rights legacy is too complicated and difficult to be reconciled by a traditional institution, it must be resolved through the formal legal institutions in civil court. Keywords: Dispute Settlement Indigenous Ulayat Land

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:23928
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:11 Nov 2010 09:36
Last Modified:11 Nov 2010 09:36

Repository Staff Only: item control page