MANFAAT AKTA NOTARIIL DALAM JUAL BELI RUMAH BONGKAR PASANG (KNOCK DOWN HOUSE) “Study Kasus di Desa Tanjung Batu Seberang Ogan Ilir Sumatera Selatan”

KUSUMA, HIMAWAN WIRA (2010) MANFAAT AKTA NOTARIIL DALAM JUAL BELI RUMAH BONGKAR PASANG (KNOCK DOWN HOUSE) “Study Kasus di Desa Tanjung Batu Seberang Ogan Ilir Sumatera Selatan”. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
287Kb

Abstract

ABSTRACT The fast developing of agreement in the current is a logical consequence from the developing of business cooperation among business performers. Even almost in every business cooperation were performed by business performer in the form of written agreement. Therefore, in a business practice has developed an understanding that business cooperation has to be held in the form of written. A written agreement is a basic for all parties (business performer) to make a prosecution if there is a party who did not implemented what is agreed within the agreement. Juridically, beside a written agreement for all parties may also making a oral agreement, but this is containing very high‐risk, because it will get difficulty in the verification if the lawsuit is occurred. The problem will be discussed that is any factors causing industrial community of knock down house, Tanjung Batu Seberang Ogan Ilir Village of South Sumatera in making transaction of knock down house do not use notary act. Purchase and sale is an agreement by which the one party binding itself to give over the property upon an object and another party to pay it price had been agreed. By complying with the legal requirement of an agreement, so the contract of sales has been assumed as valid according to the law, however, if the later day one of party demands another, so as a valid verification, the supporting proof device is required, such as notary act, and sanctions. In the thesis writing, author uses an empirical juridical approach method with research specification is analysis descriptive. The location of research is located at Tanjung Batu Seberang Ogan Ilir Village of South Sumatera. Research method is researching subject‐object, and respondents. The collecting data method is primary and secondary. Data analysis method is performed within the thesis uses qualitative data analysis. The performer orally purchasing and selling agreement of knock down house is still many used between seller and buyer. Beside the low of awareness and lack of the understanding of society in jurisdictional, as to dominant reason is all parties did not uses notary act, that is using notary act, such as purchase and sale engagement, then it is require additional cost to the making of this act, so that industrial society of knock down house, Tanjung Batu Seberang Village are not uses notary act as a evidence and proof device that the purchase and sale of knock down house has been occurred. Keywords: purchase and sale and notary act A B S T R A K Berkembang pesatnya perjanjian saat ini sebagai konsekuensi logis dari berkembangnya kerjasama bisnis antar pelaku bisnis. Banyak bahkan hampir setiap kerja sama bisnis dilakukan oleh pelaku bisnis dalam bentuk perjanjian tertulis. Jadi, dalam praktik bisnis telah berkembang pemahaman bahwa kerjasama bisnis harus diadakan dalam bentuk tertulis. Perjanjian secara tertulis adalah dasar bagi para pihak (pelaku bisnis) untuk melakukan penuntutan jika ada satu pihak tidak melaksanakan apa yang di janjikan dalam perjanjian. Secara yuridis, selain perjanjian secara tertulis para pihak juga dapat melakukan perjanjian secara lisan (oral), namun perjanjian secara lisan ini mengandung resiko yang sangat tinggi, karena akan mengalami kesulitan dalam pembuktian jika terjadi sengketa. Permasalahan yang akan dibahas yaitu fakor-faktor apa saja yang menyebabkan masyarakat industri rumah bongkar pasang (knock down house), Desa Tanjung Batu Seberang Ogan Ilir Sumatera Selatan dalam melakukan transaksi jual beli rumah bongkar pasang tidak menggunakan akta notariil. Jual beli adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu mengikat dirinya untuk menyerahkan hak milik atas suatu barang dan pihak yang lain untuk membayar harga yang telah diperjanjikan. Dengan memenuhi syarat sahnya suatu perjanjian maka perjanjian jual beli telah dianggap sah menurut hukum, namun apabila di kemudian hari salah satu pihak menuntut pihak yang lainnya maka sebagai pembuktian yang kuat, maka diperlukan alat bukti pendukung, seperti akta notarill, dan saksi-saksi. Dalam penulisan tesis ini, penulis menggunakan metode pendekatan yuridis empiris, dengan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analisis. Lokasi penelitian bertempat di Desa Tanjung Batu Seberang Ogan Ilir Sumatera Selatan. Metode penelitian yaitu meneliti subyek objek, dan responden. Metode pengumpulan data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang dilakukan dalam tesis ini menggunakan analisis data kualitatif. Perjanjian jual beli rumah bongkar pasang (knock down house), yang dilakukan secara lisan masih banyak digunakan antara penjual dan pembeli, selain rendahnya kesadaran dan kurangnya pemahaman masyarakat dibidang hukum adapun alasan yang dominan para pihak tidak menggunakan akta notariil yaitu, dengan menggunakan akta notariil, seperti perikatan jual beli, maka memerlukan tambahan biaya untuk pembuatan akta tersebut, sehingga masyarakat industri rumah bongkar pasang (knock down house), Desa Tanjung Batu Seberang, enggan menggunakan akta notariil sebagai tanda bukti atau alat bukti bahwa telah terjadi jual beli rumah bongkar pasang. Kata kunci : Jual beli dan akta notariil

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:23921
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:11 Nov 2010 09:13
Last Modified:11 Nov 2010 09:13

Repository Staff Only: item control page