STUDI TENTANG LOYALITAS MEREK (Kasus pada Shampo Sunsilk di Kota Semarang)

SANTOSO, FITRI DHIASTUTI (2010) STUDI TENTANG LOYALITAS MEREK (Kasus pada Shampo Sunsilk di Kota Semarang). Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1149Kb

Abstract

ABSTRAKSI Rambut merupakan mahkota wanita yang paling berharga. Menyadari hal tersebut, banyak industri shampo saling berlomba untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumennya dengan menghasilkan produk shampo yang dibutuhkan dan diinginkan bagi rambut konsumen. Namun, shampo merupakan produk yang termasuk dalam kategori nondurable goods. Sehingga produsen harus melakukan strategi pemasaran tertentu untuk meningkatkan preferensi merek agar tercapai loyalitas merek pada konsumen. Sunsilk merupakan merek shampo yang diproduksi oleh PT Unilever Indonesia. Dalam memasarkan Sunsilk, PT Unilever Indonesia melakukan beberapa cara, antara lain mengiklankannya dengan gencar terutama melalui media televisi serta menggunakan bintang atau artis terkenal sebagai bintang iklannya, mengganti bentuk botol, menambah jumlah variasi jenis shampo dan ukuran kemasan serta penggantian logo. Upaya – upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan preferensi merek dan kemudian menjadi loyal terhadap Sunsilk. Penelitian ini mengajukan 7 hipotesis, yaitu: Iklan fokus merek berpengaruh terhadap kesadaran merek (hipotesis 1); Daya tarik bintang iklan berpengaruh terhadap kesadaran merek (hipotesis 2); Inovasi desain produk berpengaruh terhadap asosiasi merek (hipotesis 3); Daya tarik desain kemasan berpengaruh terhadap asosiasi merek (hipotesis 4); Kesadaran merek berpengaruh terhadap preferensi merek (hipotesis 5); Asosiasi merek berpengaruh terhadap preferensi merek (hipotesis 6) dan Preferensi merek berpengaruh terhadap loyalitas merek (hipotesis 7). Sampel penelitian ini adalah para wanita yang tinggal di Semarang, pernah melihat iklan Sunsilk versi ”Ariel Peter Pan” dan menggunakan Sunsilk. Jumlah responden adalah 167 responden. Teknik analisis data menggunakan SEM (Structural Equation Model) dari paket software AMOS 16. Model penelitian yang diajukan dapat diterima dengan asumsi nilai dari Standardized Residual Covariance tidak ada yang melebihi ± 2,58 dan nilai Determinant of Covariance Matrix 81,741. Pengukuran terhadap konstruk eksogen dan endogen di uji menggunakan analisis konfirmatori dan uji kelayakan full model dianalisis menggunakan SEM dimana nilai dari Goodness of Fit Chi square = 274,835; probabilitas = 0,55; GFI = 0,874; AGFI = 0,842; CFI = 0,986; TLI = 0,984; RMSEA = 0,030; CMIN / DF = 1,150. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa model yang diajukan dapat diterima. Dengan demikian, loyalitas merek Sunsilk dapat dicapai dengan meningkatkan preferensi merek melalui kesadaran merek dan asosiasi merek. Kata kunci : Kesadaran Merek, Asoisiasi Merek, Preferensi Merek, Loyalitas Merek Abstract Hair is the most valuable crown for women. For this reason, many shampoo producers compete one each other to provide the consumers’ need and want to produce the good shampoo for the consumer. Nevertheless, shampoo is classified to nondurable goods. Therefore, producers must have a certain marketing to increase the brand preference in order to achieve the consumers’ brand loyalty. Sunsilk is a product of Unilever Indonesia, ltd. Unilever Indonesia, ltd carry out some ways in marketing their product, such as advertise it on TV starred by famous artist, alter the package shape and size, add the shampoo variety, and logo alteration as well. Those efforts aim to increase the brand preference and then become a loyalty to Sunsilk. The research proposes 7 hypothesis, they are: brand focus advertisement influences the brand awareness (hypothesis 1), star attraction in advertisement influences the brand awareness (hypothesis 2), product design innovation influences the brand association (hypothesis 3), product package attraction influences the brand association (hypothesis 4), brand awareness influences the brand preference (hypothesis 5), brand association influences the brand preference (hypothesis 6), brand preference influences the brand loyalty (hypothesis 7). The research sample is women in Semarang who use Sunsilk and ever watched Sunsilk advertisement “Ariel Peter Pan” version. There were 167 respondents. The analysis of data used SEM (Structural Equation Model) from AMOS 16 software package. The proposed research model is which is more than 2, 58 and the Determinant of Covariance Matrix value 81,741. The measurement of exogenous and endogen constructions tested using confirmatory analysis and proper full model test analyzed by using SEM where the value of Goodness of Fit Chi square = 274, 835: probability = 0,55; GFI = 0, 874; AGFI = 0, 842; CFI = 0, 986; TLI = 0, 984; RMSEA = 0, 030; CMIN / DF = 1, 150. Based on the result, it can be concluded that the proposed model, is accepted. Therefore, Sunsilk brand loyalty can be reached by increasing brand preference through brand awareness and brand association. Key words : Brand awareness, Brand Association, Brand Preference, Brand Loyalty.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:23884
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:10 Nov 2010 08:06
Last Modified:10 Nov 2010 08:06

Repository Staff Only: item control page