PERALIHAN TANAH BENGKOK DAN AKIBAT HUKUMNYA (Studi Kasus Putusan PN Boyolali Nomor 51/Pdt.G/1999/PN.Bi)

Edi, Kuncoro (2010) PERALIHAN TANAH BENGKOK DAN AKIBAT HUKUMNYA (Studi Kasus Putusan PN Boyolali Nomor 51/Pdt.G/1999/PN.Bi). Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
271Kb

Abstract

ABSTRAK Penelitian dengan judul “Peralihan Tanah Bengkok dan Akibat Hukumnya (Studi Kasus Putusan PN Boyolali Nomor 51/Pdt.G/1999/PN.Bi)” dilatar belakangi dengan adanya peralihan hak atas tanah bengkok di Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali yang belum diterbitkanya sertipikat atas nama pemerintah desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor peralihan tanah-tanah bengkok di Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, untuk mengetahui akibat hukum terhadap peralihan hak atas tanah-tanah bengkok di Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, dan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam Putusan PN Boyolali Nomor 51/Pdt.G/1999/Pn.Bi terhadap pembatalan sertipikat atas tanah-tanah bengkok yang telah dialihkan haknya kepada pihak lain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian berupa pendekatan penelitian yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian yaitu deskriptif analitis. Data primer diperoleh dari pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Boyolali, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Boyolali dan karyawan Notaris serta masyarakat yang mengetahui duduk perkara dan asal mula tanah bengkok tersebut, sedangkan data sekunder berupa buku-buku atau literatur-literatur dan peraturan perundang-undangan mengenai pertanahan, hasil penelitian terdahulu, artikel, berkas-berkas atau dokumen-dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen dan studi lapangan. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa putusan PN Boyolali Nomor 51/Pdt.G/1999/PN.Bi mengenai status hukum tanah bengkok yang dialihkan haknya kepada pihak lain adalah benar dengan membatalkan sertipikat dan menghukum tergugat untuk mengembalikan status tanah seperti semula yaitu kembali kepada Pemerintah Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali sebagai tanah bengkok. Dari hal tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat kesalahan administrasi dan yuridis mengenai peralihan tanah bengkok karena melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku Kata kunci : Peralihan, Tanah Bengkok, Batal. ABSTRACT The study titled "Transition Bent Land and Legal Due (Case Study Decision Number 51/Pdt.G/1999/PN.Bi Boyolali PN)" The background to the transition of land rights in the village of crooked Tarubatang, District Selo, Boyolali yet diterbitkanya certificate on behalf of village government. This study aimed to determine the factors transitional lands bent on Tarubatang Village, District Selo, Boyolali, to know the legal effect of switching rights over land in the village of crooked Tarubatang, District Selo, Boyolali, and to know the judges considerations PN Boyolali in Decision No. 51/Pdt.G/1999/Pn.Bi against cancellation of the certificate of crooked land that have been transferred its rights to another party. This research uses research methods such as empirical legal studies approach to specification is descriptive analytical research. The primary data obtained from the Land Office employees Boyolali, Member of Parliament Boyolali and employees and the public notary who knows the case and sit crooked land of origin, while secondary data in the form of books or literature and legislation regarding land , the results of previous research, articles, papers or documents. Data collection techniques used is the study of documents and field studies. Data were analyzed using qualitative data analysis. The results and discussion show that PN Boyolali Number 51/Pdt.G/1999/PN.Bi concerning the legal status of the transferred crooked land rights to other parties are true to cancel the certificate and sentenced the defendant to restore the original status of such land is returned to Government Tarubatang Village, District Selo, as the ground hooked Boyolali. From the above, it can be concluded that there is an error concerning the transitional administration and juridical crooked land for violating laws and regulations applicable. Keywords : Transition, Land Bent, Cancel.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:23760
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:05 Nov 2010 09:36
Last Modified:05 Nov 2010 09:36

Repository Staff Only: item control page