PENGEMBANGAN KAWASAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN PADA KOTA TERPADU MANDIRI (KTM) MAHALONA KABUPATEN LUWU TIMUR

SYAHMUDDIN, SYAHMUDDIN (2010) PENGEMBANGAN KAWASAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN PADA KOTA TERPADU MANDIRI (KTM) MAHALONA KABUPATEN LUWU TIMUR. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3265Kb

Abstract

ABSTRAK Desa Mahalona Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur merupakan salah satu dari 14 lokasi pencanangan Kota Terpadu Mandiri (KTM). Saat ini, kawasan perumahan dan permukiman belum dilengkapi dengan prasarana dan sarana penunjang. KTM Mahalona juga belum memperlihatkan embrio sebagai kawasan perumahan dan permukiman yang diharapkan tumbuh dan berkembang menjadi kota baru yang terpadu dan mandiri, sehingga aspek–aspek pengembangan yang meliputi aktifitas usaha ekonomi, penyediaan perumahan, serta prasarana dan sarana permukiman harus menjadi perhatian serius untuk mewujudkan konsep pengembangan KTM Mahalona. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengkaji dan menganalisis serta merumuskan konsep pengembangan perumahan dan permukiman pada kawasan KTM Mahalona. Untuk mencapai tujuan dan sasaran penelitian, maka metode analisis yang digunakan adalah analisis dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Teknik analisis yang digunakan adalah location quotient (LQ) untuk menganalisis aktifitas usaha ekonomi terkait dengan ketenaga kerjaan dan sektor basis (unggulan), lalu menggunakan analisis SWOT secara menyeluruh untuk merumuskan strategi pengembangan kawasan perumahan dan permukiman pada kawasan KTM Mahalona. Dari hasil analisis, ditemukan bahwa lahan untuk kawasan pengembangan belum mencapai target yang direncanakan karena lahan yang sudah di-enclave hanya 12.372,25 hektar dari target minimal 18.000 hektar yang direncanakan. Sementara, untuk aktifitas usaha ekonomi sektor pertanian hanya menghasilkan produksi dalam jumlah yang sangat terbatas disebabkan karena sumberdaya tenaga kerja produktif belum dioptimalkan, lahan usaha yang belum diolah dengan baik, dan komoditas unggulan sektor belum dikembangkan. Pada sisi lain, pembangunan perumahan belum mencapai jumlah rumah terbangun yang ditergetkan, sehingga untuk mencapai target pembangunan 9.000 unit rumah (9.000 KK) dalam kurun waktu 15 tahun idealnya harus terbangun minimal 600 unit rumah per tahun. Kenyataannya, pada tahun ketiga pengembangan kawasan KTM Mahalona baru terbangun 480 unit rumah dari target minimal 1.800 unit sehingga terjadi deviasi (-)1.320 unit. Jika stagnasi pembangunan perumahan tetap berlanjut, maka pada tahun ke-15 (akhir tahun) diperkirakan angka deviasi mencapai (- )6.600 unit. Demikian halnya dengan kawasan perumahan dan permukiman yang juga belum dilengkapi dengan prasarana dan sarana sebagai penunjang aktifitas masyarakat. Rekomendasi dari hasil penelitian ini agar pengembangan kawasan perumahan dan permukiman KTM Mahalona diarahkan ke wilayah-wilayah potensial di sekitar Desa Mahalona yaitu Desa Loeha dan Desa Pekaloa untuk menghindari terjadinya kerusakan pada kawasan lindung dan area konsesi PT. INCO, Tbk. Pada sektor usaha ekonomi, optimalisasi sumberdaya tenaga kerja produktif dan pengembangan sektor basis (unggulan) dengan dukungan sarana produksi yang memadai akan mendukung tingkat produktifitas pertanian. Sementara, untuk memenuhi terget pembangunan perumahan serta prasarana dan sarana permukiman diperlukan percepatan pembangunan dengan dukungan stakeholders baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten maupun swasta. Kata Kunci : Perumahan dan Permukiman, Kota Baru Mandiri, Sistem Aktifitas. vii ABSTRACT Maholana Village of Towuti Subdistrict of East Luwu District is an area of 14 declaration location of Independent Integrated City. Residence and housing area has no supporting facilities nowadays. The Independent Integrated City of Maholana still do not show the embryo of residence and housing which hopefully develop and grow as a city of independent and integrated, therefore some aspects of development such as economics enterprise activities, providing residence, and residence facility should be the main attention to realize the development concept of The Independent Integrated City of Maholana. According to the background above hence it is necessary to conduct a research to study and analyze and also to formulate the development concept of residence and houses in this area. In order to achieve the purpose and objective of the research therefore it uses qualitative approach and descriptive quantitative method. The research uses location quotient (LQ) to analyze economics enterprise activities regarding to the employment and basic sector (superior), afterwards it uses entirely SWOT analysis to formulate development strategy of residence and houses in The Independent and Integrated City of Maholana. According to the analysis it is found that the field for development area has not reach the planned target because the enclave field is only 12,372.25 hectares of 18,000 hectares as the minimum target which has been planned. Whereas the economics enterprise activities of agriculture sector produces limited amount because the productive employer has not optimum, the field is not well cultivated, and superior commodity is not well-developed. In the other side residence development has not reach the planned target hence the ideal is to develop 600 houses per year to realize the development target of 9.000 units of houses (9,000 patriarch) for 15 years. But the fact is that there is only available 480 units of houses in the third year from the minimum target of 1,800 units of houses therefore it occurs a deviation (-) 1,320 units. If the stagnation of development is still continue, hence it may predict the deviation number (-) is 6,600 units in the fifteenth year (the end of year). Similarly to the residence and houses area which has no equipped with supporting facilities as the support for people activities. The recommendation of the research result is to direct the development of residence and houses area of the Independent and Integrated City of Maholana to the potential area in the surrounding of the village that are Loeha Village and Pekaloa Village to avoid the destruction of the protected area and concession area of PT. INCO,Tbk. The optimum of productive employer resources and the development basis sector (superior) with the support of equal production facility will support agriculture production level in the sector of economics enterprises. Whereas it is necessary to fasten the development with the support of stakeholders among province government, district government and private sector to achieve the development target of residence with its facilities. Keywords : Residence and Houses, Sustainablity Actifity, Mahalona Area

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:23690
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:03 Nov 2010 13:34
Last Modified:24 Nov 2011 11:51

Repository Staff Only: item control page