PENGEMBANGAN PERMUKIMAN BERDASARKAN ASPEK KEMAMPUAN LAHAN PADA SATUAN WILAYAH PENGEMBANGAN I KABUPATEN GORONTALO

Laiko, Firman (2010) PENGEMBANGAN PERMUKIMAN BERDASARKAN ASPEK KEMAMPUAN LAHAN PADA SATUAN WILAYAH PENGEMBANGAN I KABUPATEN GORONTALO. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
617Kb

Abstract

ABSTRAK Perkembangan permukiman yang semakin meningkat pada Satuan Wilayah Pengembangan I Kabupaten Gorontalo, sementara lahan memiliki keterbatasan kemampuannya merupakan hal yang mendasari penelitian ini. Keterbatasan kemampuan lahan menunjukkan bahwa tidak semua upaya pemanfaatannya dapat didukung secara optimal oleh lahan tersebut. Pemanfaatan lahan yang tidak sesuai kemampuannya mengakibatkan pemanfaatan lahannya tidak menjadi optimal dan cenderung menurunkan kualitas lingkungan. Kemampuan lahan untuk dapat mendukung pemanfaatannya termasuk permukiman akan sangat tergantung faktor-faktor fisik dasar yang terdapat pada lahan tersebut, baik berupa lingkungan hidrologi, geomorfologi, geologi, tanah dan atmosfir. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan lahan daerah studi berdasarkan aspek-aspek kemampuan lahan yang dibutuhkan bagi kegiatan permukiman sebagai arahan dalam mengembangkan permukiman. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, dilakukan dengan mengkaji kemampuan lahan ditinjau dari aspek fisik dasar serta ditunjang oleh penentuan hirarki pusat-pusat pelayanan. Aspek-aspek fisik dasar dalam studi ini meliputi kemiringan lereng, kondisi iklim (curah hujan), kondisi geologi serta jenis tanah dan batuan. Sementara penentuan hirarki pusat-pusat pelayanan didasarkan pada jumlah dan ketersediaan fasilitas kesehatan, pendidikan dan perekonomian pada unit wilayah kecamatan. Kemampuan lahan daerah studi berdasarkan hasil analisis dapat diklasifikasikan ke dalam 4 (empat) kelas kemampuan lahan meliputi kelas kemampuan lahan kemungkinan (potensi), kendala I, kendala II, dan kelas kemampuan lahan limitasi (lindung). Kelas kemampuan lahan kemungkinan (potensi) merupakan kawasan yang sangat baik dalam menunjang kegiatan permukiman, sementara kelas kemampuan lahan kendala I dan kendala II merupakan kawasan yang memiliki hambatan-hambatan fisik dan lingkungan bagi pengembangan permukiman. Kelas kemampuan lahan limitasi (lindung) merupakan kawasan yang mutlak tidak diperkenankan adanya kegiatan permukiman, di sisi lain masih terdapatnya pemanfaatan permukiman pada kawasan tersebut. Pemanfaatan lahan permukiman pada kawasan lindung terletak pada wilayah kecamatan yang memiliki jumlah dan ketersediaan fasilitas pendidikan, perekonomian dan kesehatan relatif lebih banyak dari kecamatan lainnya. Beranjak dari hasil penelitian tersebut maka pengembangan permukiman pada daerah studi untuk diarahkan ke kawasan yang berkemampuan lahan yang tinggi (kemungkinan) kemudian berangsur-angsur ke kemampuan lahan yang rendah (kendala I dan kendala II). Untuk dapat mengarahkan pengembangan permukiman berdasarkan kelas kemampuan lahan, maka diperlukan kebijakan berupa mekanisme insentif-disinsentif untuk setiap kelas kemampuan lahan . Kata Kunci : Permukiman, kemampuan lahan

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:23637
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:29 Oct 2010 11:58
Last Modified:24 Nov 2011 13:19

Repository Staff Only: item control page