TAMAN REKREASI DAN COTTAGE DI PULAU KARIMUNJAWA

WIDHI SUSANTI, INDRA (2001) TAMAN REKREASI DAN COTTAGE DI PULAU KARIMUNJAWA. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
58Kb

Abstract

Melakukan rekreasi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia agar dapat hidup bahagia. Sebab rekreasi berhubungan erat dengan kepuasan secara emosional (emotional satisfaction). Seperti yang dikemukakan oleh David Abrahamsen, M.D. – seorang konsultan pada Departemen Kesehatan Mental di negara bagian New York – dalam Receation Places (Wayne R. Williams : 1958) bahwa selain belajar dan bekerja manusia juga perlu memuaskan pikiran dan badan secara emosional dengan beristirahat, rileks, dan berekreasi. Sangat dianjurkan untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan, baik berupa kegiatan fisik ataupun mental asalkan dapat memuaskan secara emosional. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat berbeda-beda pada setiap orang sesuai dengan kesukaannya masing-masing tetapi biasanya kegiatan yang dilakukan adalah jenis yang tidak menguras energi. Bagi masyarakat perkotaan terutama kota-kota besar sangat menguras tenaga dan pikiran penduduknya. Padatnya kegiatan dan tingginya tingkat persaingan yang dialami penduduk kota setiap hari makin mendorong timbulnya keinginan untuk berekreasi. Menjadi suatu keutuhan tersendiri untuk dapat meluangkan waktu bebas walau hanya sejenak agar dapat rileks, menjauh sebentar dari keramaian dan rutinitas kota. Melihat hal tersebut, maka sebenarnya pengadaan tempat rekreasi termasuk hal mendasar yang perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah terutama pemda kota-kota besar. Daerah Jawa Tengah ternyata mempunyai banyak sekali tempat-tempat yang dinilai berpotensi besar untuk dijadikan tempat wisata. Beberapa dari tempat-tempat tersebut mempunyai kekayaan alam yang masih asli sehingga akan sangat menarik untuk dijadikan tempat berekreasi. Jenis rekreasi yang dikembangkan adalah rekreasi yang berorientasi kepada alam. Jenis rekreasi ini sebenarnya lebih bermanfaat karena sekaligus membawa pesan sosial yaitu mendorong timbulnya rasa kecintaan pada alam sehingga diharapkan akan tergerak untuk menjaga kelestarian alam beserta isinya berupa flora dan fauna. Salah satu jenis kegiatan rekreasi yang sedang diusahakan pengembangannya oleh pemerintah daerah Jawa Tengah adalah rekreasi air (wisata bahari) yang ditetapkan di kepulauan Karimunjawa yang termasuk kedalam wilayah Kabupaten Jepara. Kepulauan Karimunjawa merupakan suatu kawasan taman nasional laut yang terdiri dari sejumlah pulau dengan karakteristik yang berbeda dengan Jepara daratan, baik karakteristik fisik, flora maupun faunanya. Kepulauan ini telah ditetapkan sebagai cagar alam laut semenjak tanggal 9 April 1986 berdasarkan SK Menhut No. 123 / II-7 / 1986. penunjukan kepulauan Karimunjawa sebagai cagar alam laut didorong oleh melimpahnya kekayaan alam flora dan fauna lautnya. Kepulauan dengan luas kurang lebih 112 Ha mempunyai perwakilan tipe ekosistem hutan tropis dataran rendah, ekosistem hutan mangrove, ekosistem terumbu karang sekaligus habitat ikan hias laut sejumlah 242 jenis, ikan pangan dan penyu laut (Pemda Dati II Jepara dalam laporan panel diskusi Pengembangan Pariwisata Kawasan Karimunjawa tanggal 28-30 Januari 1995) letaknya yang dikelilingi perairan laut bebas tapi masih mudah dijangkau dari daratan pulau Jawa dinilai oleh Pemda Jawa Tengah sangat sesuai untuk kepentingan rekreasi karena menawarkan suasana tenang yang jauh dari keramaian kota dengan panorama keindahan alam yang masih asli. Oleh sebab itu kemudian didirikan Unit Pelaksana Teknis Balai Taman Nasional Laut Karimunjawa berdasarkan SK Menhut No. 185 / Kpts-11 / 1997 tanggal 31 Maret 1997. Balai ini merupakan badan yang dibentuk sebagai pengelola kepulauan Karimunjawa dalam kepentingannya sebagai potensi wisata baru yang akan dikembangkan. Didukung oleh letaknya yang terpencil namun masih dapat dijangkau, kepulauan Karimunjawa sangat potensial untuk dijadikan tempat melepas lelah atau untuk mencari ketenangan sejenak lepas dari kesibukan kota sekaligus menikmati keindahan alam laut. Beberapa pengusaha telah melihat kesempatan ini dengan membuka paket-paket tour ke Karimunjawa, salah satunya paket tour kapal Awani Dream yang memasukan Karimunjawa sebagai salah satu tempat pemberhentiannya. Beberapa paket sejenis juga diadakan dari Semarang dengan menggunakan pesawat. Paket-paket tersebut, yang masih terus berjalan hingga sekarang, biasanya mengangkut wisatawan menengah ke atas baik dari dalam negeri maupun manca negara yang mencari tempat yang tenang dengan lingkungan yang masih asri untuk melakukan kegiatan rekreasi mereka. Untuk mewadahi kegiatan rekreasi tersebut, adalah menarik apabila diusulkan disediakan cottage sebagai salah satu pilihan sarana akomodasi di karimunjawa. Pengusulan cottage dirasa sesuai dengan keadaan Kepulauan Karimunjawa yang mempunyai pantai dengan keindahan alam yang menarik. Cottage tidak hanya disiapkan untuk menampung kegiatan beristirahat setelah beraktivitas di luar (outdoor) tetapi juga disiapkan untuk menampung kegiatan-kegiatan indoor penghuninya lengkap dengan fasilitas-fasilitas yang memudahkan pengguna seperti listrik, air keran, saluran gas untuk memasak, dan lain-lain. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat kenyamanan pengguna sehingga dapat tinggal lebih lema. Kelengkapan fasilitas tersebut masih ditambah dengan penyediaan ruang-ruang tambahan sebagai tempat yang menampung kegiatan rekreasi indoor pengguna. Dengan demikian wisatawan yang menginap mempunyai lebih banyak pilihan untuk menjalani liburannya karena selain dapat melakukan kegiatan outdoor, ia juga dapat melakukan kegiatan indoor. Bentuk cottage juga sesuai untuk menampung kegiatan-kegiatan lain diluar kegiatan liburan, misalnya untuk reuni atau arisan keluarga. Untuk mendukung keberadaan cottage tersebut di atas, menarik pula untuk diajukan pengadaan sebuah taman (park) sebagai tempat rekreasi sehingga pilihan kegiatan pengisi waktu libur menjadi semakin luas. Pengadaan sebuah taman (park) dilatarbelakangi oleh adanya kemungkinan dimana tidak semua wisatawan yang datang ke Karimunjawa akan tertarik untuk ikut bertualang di laut, melainkan lebih menyukai kegiatan-kegiatan outdoor ringan seperti jogging, bersepeda, bersosialisasi, bermain catur, dan lain-lain. Tempat rekreasi disini hadir untuk menampung semua aktivitas di atas. Keberadaan cottage dan taman rekreasi di Kepulauan Karimunjawa dipandang sangat mendukung pengembangan daerah tersebut terutama untuk menarik wisatawan menengah ke atas yang merupakan pangsa pasar yang menguntungkan. Selain itu juga sangat mendukung kegiatan rekreasi yang dibutuhkan masyarakat kota-kota besar seperti Semarang karena menawarkan suasana tenang dan damai dalam nuansa alam laut yang asri. Mengingat bahwa kekayaan kawasan Karimunjawa perlu dijaga dan dilestarikan sehubungan dengan pencanangannya sebagai cagar alam laut, maka dalam penyediaan fasilitas penginapan berupa cottage dan taman rekreasi tersebut di atas akan menggunakan pendekatan desain secara green architecture untuk mendukung pelestarian lingkungan alam sekitarnya. B. Tujuan dan Sasaran Pembahasan Tujuan Mengetahui dan menganalisa segala aspek yang terkait dalam perencanaan Cottage dan Taman Rekreasi di Kepulauan Karimunjawa sebagai sebuah sarana rekreasi yang berorientasi pada alam sekaligus mendukung pengembangan kawasan kepulauan Karimunjawa. Sasaran Menghasilkan suatu landasan konseptual dan program dasar perencanaan dan perancangan Cottage dan Taman Rekreasi di Kepulauan Karimunjawa. C. Ruang Lingkup Pembahasan Lingkup pembahasan ditekankan pada masalah yang berkaitan dengan disiplin ilmu arsitektur untuk perencanaan dan perancangan sarana rekreasi berupa cottage dan taman rekreasi di kepulauan Karimunjawa. Hal-hal di luar disiplin ilmu arsitektur digunakan sebagai pendukung perencanaan dan perancangan dan akan dibahas dengan batasan tanpa pembahasan lebih mendalam. D. Metode pembahasan Metode yang diterapkan dalam pembahasan adalah metode deskriptif, dengan cara memecahkan masalah dengan pengumpulan data, menyusun atau dengan cara memecahkan masalah dengan pengumpulan data, menyusun atau mengklasifikasikannya, menganalisa, mengambil kesimpulan dan mengadakan studi pendekatan program perencanaan dan perancangan Cottage dan Taman Rekreasi di Kepulauan Karimunjawa Data-data primer diperoleh dari wawancara dengan narasumber mempergunakan pedoman pertanyaan sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi literatur. E. Sistematika pembahasan Sistematika pembahasan yang digunakan dalam landasan konseptual ini adalah : 1. Bab I merupakan bagian awal yang berisi tentang latar belakang, tujuan dan sasaran, lingkup pembahasan, metode yang digunakan dan sistematika pembahasan. 2. Bab II merupakan tinjauan pustaka mengenai rekreasi, taman rekreasi dan cottage dalam hal pengertian, karakteristik dan unsur-unsur yang dikandungnya, beserta studi literatur yang akan digunakan sebagai acuan untuk pembahasan selanjutnya. Juga diuraikan tentang penekanan desain yang dipilih 3. Bab III merupakan tinjauan mengenai kepulauan karimunjawa meliputi gambaran secara umum, potensi yang dimiliki, kondisi eksisting, dan lain-lain. 4. Bab IV berisi tentang hal-hal yang membatasi pendekatan program dasar perencanaan dan perancangan Cottage dan Taman Rekreasi di Kepulauan Karimunjawa serta beberapa hal yang dianggap baik dalam perencanaan dan perancangan. 5. Bab V merupakan uraian analisa permasalahan secara makro yang didasarkan pada aspek-aspek perencanaan dan perancangan serta penekanan desain. 6. Bab VI merupakan pendekatan program perencanaan dan perancangan. 7. Bab VII merupakan konsep dasar perencanaan dan perancangan, program ruang dan luas tapak.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:23337
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:21 Oct 2010 08:11
Last Modified:21 Oct 2010 08:11

Repository Staff Only: item control page