PENATAAN DAN PENGEMBANGAN SIMPUL CURUG GEDE DI KAWASAN WISATA BATURADEN

WIDYANDINI, WITA (2001) PENATAAN DAN PENGEMBANGAN SIMPUL CURUG GEDE DI KAWASAN WISATA BATURADEN. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
66Kb

Abstract

Propinsi Jawa Tengah merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) dari 10 DTW utama di Indonesia yang kaya akan potensi pariwisata, baik pariwisata alam, pariwisata budaya, maupun buatan. Salah satu obyek wisata alam yang potensial dan prospektif di Jawa Tengah adalah Kawasan Wisata Baturaden, sebuah kawasan wisata yang terletak di lereng Gunung Slamet Kabupaten Banyumas. Bermodal potensi alam yang dimilikinya serta didukung oleh letaknya yang berada di jalur wisata lintas selatan Jawa-Bali, menjadikan Kawasan Wisata Baturaden cukup potensial untuk dikembangkan menjadi obyek wisata unggulan di Jawa Tengah. Kawasan Wisata Baturaden memiliki cukup banyak obyek wisata yang dapat dikunjungi seperti lokawisata, Curug Gede, Pancuran Pitu, Pancuran Telu, Wana Wisata, dan Telaga Sunyi. Setiap obyek wisata tersebut memiliki kekhasan alam yang berbeda-beda. Lokawisata berupa taman rekreasi yang berudara sejuk, curug gede berupa rangkaian lima buah curug yang mengalir di satu sungai, Pancuran Pitu, dan Pancuran Telu berupa pemandian air, panas, Wana Wisata berupa hutan lindung yang digunakan untuk bumi perkemahan, dan telaga sunyi berupa telaga yang terletak di lingkungan yang sangat tenang dan sunyi. Setiap tahunnya umlah wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Wisata Baturaden rata-rata sekitar 750.000 orang dengan jumlah pendapatan rata-rata sekitar Rp.450.000,00 (Dinas Pariwisata Kabupaten Dati II Banyumas, 2000). Taman wisata merupakan salah satu bentuk pariwisata di alam terbuka yang sangat digemari oleh masyarakat dewasa ini. Sebuah taman wisata diciptakan untuk memberikan fasilitas kepada para pengunjung untuk menikmati keindahan alam, keanekaragaman flora dan fauna, maupun fasilitas-fsilitas penunjang yang ada didalmnya. Hal tersebut menjadikan rangsangan timbulnya gagasan untuk menata dan mengembangkan Kawasan Wisata Baturaden, dalam hal ini diambil salah satu obyek wisata di Sub Pengembangan I, yaitu Simpul Curug Gede Baturaden. Simpul Curug Gede Baturaden berada di Desa Ketenger sekitar 2 km arah selatan Lokawisata Baturaden yang merupakan initi pengembanngan Kawasan Wisata Baturaden. Obyek wisata ini berupa rangkaian curug (air terjun) yang terdiri dari Curug Kebayan, Curug Kembar, Curug Gede, Curug Celiling, dan Curug Tempuhan yang semuanya mengalir ke Sungai Banjaran. Simpul Curug Gede juga memiliki panorama lembah sungai yang indah, beraneka ragam vegetasi diantaranya pohon damar, cemara gunung, dan pohon pinus, serta aset budaya setempat sebagai sebuah potensi wisata yang sangat berharga. Menurut Dinas Pariwisata Kabupaten, jumlah pengunjung Simpul Curug Gede Baturaden setiap tahunnya rata-rata sekitar 90.000 orang dengan pendapatan rata-rata sekitar Rp 30.000.000,00 per tahun. Saat ini tata ruang luar maupun pemenuhan kebutuhan fasilitas di Simpul Curug Gede belum tertata dengan baik. Selain itu keberadaan Simpul Curug Gede Baturaden saat ini kurang mampu memberikan citra bagi wisatawan. Padahal citra masyarakat terhadap sebuah kawasan wisata sangatlah diperlukan, karena citra kawasan yang baik akan meninggalkan kesan yang baik pula bagi wisatawan. Betitik tolak dari keaaan tersebut, maka di Simpul Curug Gede Baturaden perlu dilakukan penataan kembali dan pengembangan obyek menjadi taman wisata yang menarik dimana pengunjung diajak menikmati semua atraksi wisata yang ditawarkan serta mengenal lebih jauh alam di sekitarnya. Pada perencanaan Simpul Curug Gede Baturaden secara garis besar memanfaatkan keadaan alamnya yang indah berupa rangkaian air terjun, lebatnya hutan pinus, udara pegunungan yang bersih serta dengan menerapkan arsitektur organic dan arsitektur lansekap sebagai penekanan desainnya. Dengan didukung sarana dan prasarana yang sudah ada seperti jaringan transportasi umum, jaringan komunikasi, jaringan listrik, dan akomodasi, maka obyek wisata Simpul Curug Gede Baturaden layak untuk dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata yang lebih aktif dan interaktif. Dengan mempertimbangkan permasalahan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pada obyek wisata Simpul Curug Gede Baturaden dibutuhkan suatu taman wisata yang mampu mewadahi segala kegiatan yang berkenaan dengan rekreasi, pendidikan, dan konservasi. Oleh karena itu penataan dan pengembangan obyek harus berdasarkan pada standar pemenuhan kebutuhan yang sesuai serta menerapkan aspek-aspek perencanaan dan perancangan yang ada, supaya lebih meningkatkan kenyamanan dan daya tarik pengunjung untuk menikmatinya sehingga nantinya obyek wisata Simpul Curug Gede Baturaden dapat meningkatkan peranannya di dalam pengembangan wisata alam Baturaden, baik di tingkat regional maupun internasional tanpa meninggalkan unsur alami dan citra kawasan tersebut. B. Maksud dan Tujuan Maksud pembahasan adalah menggali, mengungkapkan, dan merumuskan masalah-masalah yang berkaitan dengan taman wisata di Simpul Curug Gede Baturaden sehingga nantinya dapat mengatasi permasalahan untuk menata kembali dan mengembangkan Simpul Curug Gede Baturaden menjadi sebuah kawasan wisata yang menarik, aktif, dan interaktif Adapun tujuan dari pembahasan ini adalah untuk menyusun suatu landasan konseptual perencanaan dan perancangan bagi suatu taman wisata di daerah rangkaian curug di kawasan pegunungan dengan memanfaatkan potensi alam yang dimilikinya serta selaras dengan lingkungan di sekitarnya. C. Lingkup Pembahasan Lingkup pembahasan dititikberatkan pada masalah arstektural, yang dibatasi pada masalah untuk bangunan, elemen-elemen lanskap, dan tapak yang sesuai dengan persyaratan taman wisata. Masalah di luar lingkup arsitektur hanya akan dibahas secara selektif sejauh mendukung pemecahan masalah pokoknya. D. Metodologi 1. Metode pembahasan Metode pembahasan yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu dengan memaparkan dan menggambarkan keadaan sesungguhnya di obyek, sehingga diperoleh informasi yang faktual dan akurat. Informasi ini menghasilkan data dan permasalahan, untuk kemudian data dan permasalahan, untuk kemudian data dan permasalahan tersebut dianalisis sehingga diperoleh suatu kesimpulan yang merupakan acuan untuk menentukan criteria desain yang akan digunakan. 2. Metode pengumpulan data Sedangkan pengumpulan data untuk menyusun penulisan ini dilakukan dengan cara : a. Pengumpulan Data Primer Pengumpulan data primer merupakan salah satu langkah yang ditempuh untuk memperolehdata mengenai obyek secara langsung dengan metode wawancara kepada pihak-pihak yang terkait serta observasi langsung pada lokasi yang terpilih.  Wawancara, dengan maksud memperoleh data-data mengenai Kawasan Wisata Baturaden pada umumnya, serta Simpul Curug Gede Baturaden pada perencanaan, maka wawancara dilakukan pada pihak-pihak yang terkait, yaitu Dinas Pariwisata Kabupaten Banyumas, Bappeda Kabupaten Banyumas, Pengelola Lokawisata Baturaden, serta Perangkat Desa Ketenger.  Observasi lapangan lngsung ke Simpul Curug Gede Baturaden untuk memperoleh data eksisting kawasan tersebut. b. Pengumpulan Data Sekunder Pengumpulan data sekunder dimaksudkan untuk memperkuat dan melengkapi data yang sudah ada supaya dalam penyusunannya nanti bukan merupakan sebuah asumsi subyektif belaka. Studi pustaka berasal dari instansi-instansi terkait di Kabupaten Banyumas serta literatur-literatur yang mendukung penataan dan pengembangan sebuah kawasan wisata di daerah pegunungan. 3. Alur pikir Alur pikir dibuat untuk mempermudah penulis dalam menyusun Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A), sehingga nantinya mudah dipahami dan dimengerti. Alur pikir yang digunakan adalah pertama penulis menentukan latar belakang (background) mengapa penulis mengangkat judul tersebut. Kemudian penulis melakukan tinjauan terhadap obyek yang dipilih, sehingga diperoleh data dan permasalahan. Selanjutnya data dan permasalahan tersebut dianalisis dengan menggunakan teori-teori hasil studi literatur sehingga memperoleh suatu kesimpulan. Setelah memperoleh suatu kesimpulan kemudian dilakukan pendekatan-pendekatan aspek perencanaan dan perancangan, setelah sebelumnya terlebih dahulu melakukan batasan dan anggapan. Dari pendekatan ini, diperoleh konsep dan program dasar perencanaan dan perancangan yang berupa program ruang yang pasti dan kebutuhan luas tapak. E. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Simpul Curug Gede Baturaden ini adalah sebagai berikut : Bab I Pendahuluan Berisi bahasan tentang latar belakang yang menjadi urgensi pemahasan obyek perencanaan dengan disertai maksud dan tujuan yang akan dicapai, memperjelas dalam menyusun dapat dijadikan sebagai arah pembahasannya. Bab II Tinjauan Pustaka Berisi teori-teori tentang taman wisata sebagai obyek rekreasi sekaligus sebagai daerah konservasi. Berisi pula tentang teori arsitektur organic dan arsitektur lansekap. Teori-teori ini merupakan hasil studi literatur yang akan mendasari perencanaan Simpul Curug Gede Baturaden. Bab III Tinjauan Simpul Curug Gede Baturaden Berisi tentang tinjauan mengenai Kawasan Wisata Baturaden dan Simpul Curug Gede Baturaden yang meliputi gambaran umum dan data eksisting, serta permasalahan yang ada di sana. Bab IV Analisis dan Kesimpulan Berisi mengenai analisis Simpul Curug Gede Baturaden yang meliputi analisis lokasi, analisis tapak, analisis sarana dan prasarana, analisis sirkulasi, analisis vegetasi, dan analisis pengunjung serta kesimpulan dari analisis tersebut. Bab V Batasan dan Anggapan Berisi tentang batasan dan anggapan yang berguna untuk membatasi pembahasan Bab VI Pendekatan Program Perencanaan dan Perancangan Berisi tentang pendekatan-pendekatan perencanaan dan perancangan, yang meliputi pendekatan aspek fungsional, kontekstual, kinerja, teknis, dan arsitektural. Bab VII Konsep dan Program Dasar Perencanaan dan Perancangan Berisi tentang konsep dasar, program ruang yang sudah pasti serta penetapan kebutuhan luas tapak/site

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:23325
Deposited By:Admin Agus P arsitek
Deposited On:20 Oct 2010 09:24
Last Modified:20 Oct 2010 09:24

Repository Staff Only: item control page