PRODUKSI SENYAWA AFRODISIAK DARI PURWOCENG (Pimpinella alpina Molk): PENGEMBANGAN POTENSI "NATURAL RESOURCES" KHAS JAWA TENGAH

SUZERY, MEINY and CAHYONO, BAMBANG and TAUFKIQQURAHMAN, TAUFKIQQURAHMAN (2005) PRODUKSI SENYAWA AFRODISIAK DARI PURWOCENG (Pimpinella alpina Molk): PENGEMBANGAN POTENSI "NATURAL RESOURCES" KHAS JAWA TENGAH. Documentation. UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
275Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

1175Kb

Abstract

Pimpinella alpina Molk yang dihasilkan pada penelitian ini belum pernah dilaporkan oleh peneliti-peneliti sebelumnya. Kemotaksonomi tanaman ini telah pula didiskusikan dalam laporan ini. Dan fraksi polar (etil asetat dan metanol) telah berhasil pula diperoleh senyawa murni, namun penentuan struktur molekul belum dapat dari kristal tersebut belum dapat ditentukan struktur molekulnya. Selain itu, dari hasil penelitian ini pula telah berhasil diidentifikasi konstituen minyak atsiri dari tanaman Purwoceng. Komponen utama dari kandungan minyak atsiri dari tanaman ini adalah senyawa germacren dan fl-elemen, serla komponen minor lain, seperti champhen, fl-pinen, limonen, champor, a-terpinen, 13-kariopilen, borneol, 11-selinen, aromadendren, curzeren dan epi curzerenon. Selanjutnya, uji aktivitas afrodisiak secara sistematik terhadap beberapa fraksi dari tanaman Pimpinella alpina Molk dilakukan menggunakan pengujian libido pada mencit jantan menggunakan CMC 1% dan asetaminophen 140mg/kg bb sebagai kontrol, dengan perlakuan dosis suspensi masing-masing ekstrak 75 mg/kg bb. Data diolah dengan SPSS, adanya perbedaan data aktivitas menggunakan analisis ANAVA. Hasil uji menunjukkan bahwa kelompok suspensi ekstrak kloroform mempunyai aktivitas afrodisiak paling tinggi dibanding empat ekstrak lainnya, berturut-turut menunjukkan latensi penunggangan 4,27menit, latensi intromisi 8,72menit, latensi ejakulasi 12,25menit, jumlah penunggangan 10,4kali dan jumlah intromisi 6,6kali. Semua data uji aktifitas dari fraksi-fraksi yang diperoleh menunjukkan perbedaan nyata dengan kelompok kontrol. Semua hasil penelitian dua tahun ini dapat memberikan informasi yang orisinil dan dapat membuka peluang tak terbatas bagi penelitian-penelitian yang lebih bersifat aplikatif, khususnya setelah ditemukannya fraksi baru yang bersifat afrodisiak. Pena{Alan kearah fitofarmaka terhadap hasil ini akan terus dilakukan secara intensif oleh Kelompok Bahan Alam Universitas Diponegoro, bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. Selain itu, beberapa data dari hasil penelitian ini telah dapat dipublikasikan dalam jurnal terakreditasi dan pertemuan-pertemuan ilmiah. Purwoceng (Pimpinella alpina, Molk) yang merupakan tanaman langka dan khas Jawa Tengah, selama ini dikenal sebagai obat penggugah hasrat seksual (afrodisiak). Dosis dan formulasi dari tanaman ini dalam meningkatkan vitalitas telah diteliti oleh Kelompok Kimia Bahan Alam Universitas Diponegoro, dan telah terdatar untuk dibuat patentnya. Guna meningkatkan potency tanaman tersebut, penelitian yang intensif, khususnya kajian kimiawi, perlu dilakukan. Untuk mencapai tujuan tersebut, pada penelitian ini, telah dikumpulkan kembali bahan tanaman Pimpinella alpina Molk yang dijadikan sasaran (targeted plant) dari daerah Pegunungan Dieng. Koleksi ini diikuti oleh penyelidikan awal melalui "screening phytochemistry", untuk memperoleh data golongan senyawa organic. Hasil analisis awal menunjukkan bahwa ekstrak total etanol tanaman purwoceng mengandung komponen golongan triterpenoid/steroid, alkaloid dan Flavonoid. Fraksinasi dan purifikasi terhadap crude tersebut telah dilakukan dengan kromatografi kolom vakum, berturut-turut menggunakan pelarut yang paling non polar sampai ke polar, untuk mendapatkan informasi mengenai "chemical constituent" dalam tanaman tersebut. Dad fraksi non polar (heksana) telah berhasil diisolasi satu kristal murni, dengan titik leleh 154-155°C. Analisis senyawa tersebut dengan gas kromatografi-spektroskopi massa dapat dibuktikan adanya senyawa stigmatosterol, yakni komponen bioaktif dari golongan triterpenoid yang untuk pertamakalinya dapat dilaporkan dari tanaman Purwoceng. Selanjutnya dari fraksi semipolar (kloroform), telah pula berhasil diperoleh kristal murni dengan titik leleh 56°C, yang selanjutnya setelah dianalisis dengan spektroskopi dapat diusulkan sebagai senyawa germacron. Komponen bioaktif kedua yang berhasil diisolasi dari tanaman ini merupakan senyawa penanda, "marker plant", dalam genus pimpinella. Beberapa senyawa asam lemak, seperti heksadekanoat dan oktadekanoat, telah pula berhasil diidentifikasi keberadaannya dalam spesies ini. Penting dicatat bahwa semua komponen kimia dari spesies

Item Type:Monograph (Documentation)
Subjects:Q Science > Q Science (General)
ID Code:23252
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:18 Oct 2010 11:28
Last Modified:18 Oct 2010 11:28

Repository Staff Only: item control page