Peningkatan Kuantitas Pembentukan Mangrove Melalui Penyusupan N+ Menggunakan Plasma Non Termik

Wardaya, Asep Yoyo and rihastati, Erma P (2005) Peningkatan Kuantitas Pembentukan Mangrove Melalui Penyusupan N+ Menggunakan Plasma Non Termik. Documentation. UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
291Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

1542Kb

Abstract

Masalah mangrove, salah satunya, adalah masalah pertumbuhan. Pembenihan mangrove tergolong sangat lama, bahkan sampai sekitar 12 pekan untuk mendapatkan bibit mangrove dengan 2 helai daun, terhitung sejak propagul. Padahal di lain hal pemenuhan kebutuhan akan penyediaan bibit mangrove merupakan hal yang tak bisa dibantah, lebih-lebih untuk kawasan pantai yang mengalami 'crisis mangrove, sebuah realitas buruk yang terjadi di berbagai penjuru bumi. Di negara kita sendiri tingkat kerusakan hutan mangrove sudah mencapai 68 %. Penelitian ini merupakan salah satu penerapan teknologi plasma di bidang biologi tanam-tanaman, yaitu untuk melakukan peradiasan plasma terhadap propagul mangrove. Dengan penelitian ini kita akan tahu dampak radiasi plasma terhadap pertumbuhan mangrove sekaligus dalam upaya perbaikan kualitas petumbuhannya. Penelitian ini diselenggarakan secara eksperimen di Laboratorium Atom dan Nuklir Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Diponegoro Semarang sejak bulan Mei sampai Oktober 2005. Dalam penelitian ini, teknologi plasma non-termik, yaitu jenis plasma lucuta pijar korona yang dibangkitkan dari sistem pembangkit plasma berkonfigurasi elektroda titik-bidang digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan Rhizophora apiculaw. Plasma lucutan pijar korona dibangkitkan dengan tegangan DC 8 kV. Plasma diradiasikan pada bagian plumulae dan hipokotil propagul mangrove Rhizophora apiculaw, secara berkala 10 sampai 60 menit. Perlakuan sampel dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok sampel tanpa plasma (kelompok kontrol) dan kelompok sampel dengan plasma. Semua sampel ditanam dalam media tanam dengan jenis dan kadar pupuk yang sama. Lucutan pijar korona menghasilkan ion, electron dan radikal bebas dari udara dimana 80 % berupa nitrogen. Nitrogen ini kemudian dipakai untuk mempengaruhi pertumbuhan Rhizophora apiculata yang ditunjukkan dengan perubahan jumlah bintik radikula dalam propagul mangrove. Sehingga semakin banyak jumlah bintik radikula, semakin semakin cepat pula pertumbuhan propagul bersangkutan, dibandingkan yang lebih sedikit. I Iasi! pcnelitian ini menunjukkan bahwa scmua sampel meinihki tingkat pertumbuhan yang sama. Rata-rata pertarnbahan jumlah bintik radikula balk kelompok sampel kontrol maupun kelompok dengan plasma sejumlah 1 bintik tiap had. Asep Yoyo Wardaya clan Erma Prihastanti, Improvement Seeding Quantity of Mangrove by Using Infiltration Nil Generated by Non Thermic Plasma (report year : 2005, pages : xxii -F 37) One mangrove crucial problem was growth problem. It has been need long lime to get seed, or propagule of mangrove with two pieces of leaves, about 12 weeks calculated from pure propagule. On the other hand the necessary of mangrove seeds was one requirement that could not be refused by shore line with mangrove crisis, one had reality that have been covered most place in the world. In our country the crisis rate of :nangrove forest until 68 %. This research was one application of plasma technology in plants biology scope, that was to radiate propagule of mangrove by plasma. By this research we would saw ()feels of plasma radiation on propagule of mangrove growth as well as to improved it growth quality. This rest:well was carried out experimentally in Amin and Nuclear lialloraiory, Physics Departement of Mathematic and Natural Sciences Faculty of Diponegoro University Semarang since May until October 2005. In this research, the technology of non thermic plasma, that was corona glow discharge plasma, which generated by plasma generator system with point- to-plane electrodes geometry configuration was used to increase the initial growth of wrizophora op/at/au. The corona glow discharge plasma generated by DC voltage 8 kV. Plasma was radiate() to plumulae and hipokotil of Rhizophom apicidata, temporally 10 until 60 mina( s. The samples treatments were divided into two ways, normal samples group without plasma and the others with plasma. All sample were planted by same fertilizer. Corona glow discharge produced ion, electron and free radical from air which 80% is nitrogen. The nitrogen in plasma phase used to initial growth of Rhi:onhoro (Titillate., that indicated by the change of propagule radicle number. So propagates with more radicle had more growth rule than less.

Item Type:Monograph (Documentation)
Subjects:Q Science > Q Science (General)
ID Code:23245
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:18 Oct 2010 11:05
Last Modified:18 Oct 2010 11:05

Repository Staff Only: item control page