PAKET TEKNOLOGI PRODUKSI BENIN KERANG KIPAS-KIPAS AMUSIUM sp

Widowati, Ita (2002) PAKET TEKNOLOGI PRODUKSI BENIN KERANG KIPAS-KIPAS AMUSIUM sp. Documentation. UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
277Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

1755Kb

Abstract

Kerang kipas-kipas Amusium sp merupakan salah satu dari sekitar 3000 jenis kerang di Indonesia yang memiliki potensi cukup besar namun belum banyak dimanfaatkan hasilnya. Kerang jenis kipas-kipas ini tertangkap oleh nelayan penangkap udang sebagai hasil sampingan. Namun, karena tergantung dari alam, kerang kipas-kipas ini tidak tersedia sepanjang tahun di pasaran. Kelimpahan alami dari kipas-kipas ini telah menurun secara tajam. Sementara. permintaan akan kerang ini terus ada, namun upaya budidayanya sampai saat ini belum dilakukan. Oleh sebab itu maka penelitian mengenai pembenihan; yang meliputi pemeliharaan larva serta jenis dan konsentrasi pakan alga yang balk perlu dilakukan, dalam upaya menunjang budidaya secara komersial. Pada penelitian ini induk kerang ditangkap dari perairan Pekalongan¬Jawa Tengah. Pada induk kerang tersebut diterapkan teknologi yang telah dikuasai pada tahun I sehingga dapat diperoleh dalam keadaan hidup. Pada induk dilakukan pemantauan tingkat kematangan gonad.Pemijahan dilakukan dengan menggunakan rangsangan suhu, sebagai hasil terbaik dari penelitian tahun I. Keberhasilan pemeliharaan larva dipantau dengan mengukur tingkat pertumbuhan dan kelulushidupan. Pada pembesaran larva dan produksi benih, dilakukan penelitian jenis (pakan tunggal dan campuran) dan konsentrasi pakan, dan dilakukan pemantauan terhadap laju filtrasi. Pakan tunggal yaitu : A. Chaetoceros sp, B. Chlorella sp dan C. Dunaliela sp. Pakan campuran adalah A+B+C. Konsentrasi yang digunakan adalah : I. 30 sel / pl pada pakan tunggal atau (10+10+10 sel /pI )pada pakan campuran); II. 60 sal/pi (20+20+20 sel /pi); III. 90 sal/pi (30+30+30 sel /pI). Hasil pemantauan terhadap kondisi tingkat kematangan gonad calon induk dad Brebes, Pekalongan dan Weleri, pada bulan Mei sampai Juli 2002 menunjukkan hasil yang bervariasi, yaitu stadia I sampai VI. Pada pemeliharaan larva sampai stadia D Type, diperoleh tingkat kelulushidupan antara 25,1 % -49,3 %. Pada pemberian pakan, pakan tunggal yang terbaik diberikan adalah Chaetoceros sp dimana menghasilkan tingkat kelulushidupan 30,4 % dengan tingkat pertumbuhan 3,2 prrVhari. Pada pakan campuran yang terdiri dari Chaetoceros sp, Chlorella sp dan Dunaliella sp ditemukan konsentrasi yang terbaik adalah 60 sel/pI, dimana menghasilkan tingkat kelulushidupan 38,6 % dengan tingkat pertumbuhan 3,5 pm/hari. Kecepatan filtrasi tertinggi pada pakan tunggal adalah Chaetoceros sp, dan pada pakan campuran dengan konsentrasi 60 sel /ul. Pada penelitian tahun ke II ini telah dapat dihasilkan benih kerang Amusium sp. Pada pembesaran larva, pakan yang disarankan adalah pakan campuran dengan konsentrasi 60 sal/pi dan bila digunakan pakan tunggal disarankan Chaetoceros sp dengan konsentrasi 60 sel/pl.

Item Type:Monograph (Documentation)
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
ID Code:23208
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:18 Oct 2010 09:18
Last Modified:18 Oct 2010 09:18

Repository Staff Only: item control page