PRODUKSI ETANOL SECARA SINAMBUNG DENGAN SEL TERTAMBAT MENGGUNAKAN BIOREAKTOR TANGKI BERPENGADUK

Kurniawan, Ronny and Salafudin, Salafudin and Nugraha, Hadi and Sandi F, Sandi F (2010) PRODUKSI ETANOL SECARA SINAMBUNG DENGAN SEL TERTAMBAT MENGGUNAKAN BIOREAKTOR TANGKI BERPENGADUK. In: SEMINAR REKAYASA KIMIA DAN PROSES, 4-5 Agustus 2010, 4-5 Agustus 2010, Jurusan Teknik Kimia Fak. Teknik UNDIP Semarang.

[img]
Preview
PDF
352Kb

Abstract

Etanol atau etil alkohol (C2H5OH) merupakan senyawa organik yang sangat penting dalam industri kimia dan mempunyai cukup banyak manfaat dalam kehidupan manusia. Pembuatan etanol dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara sintetik melalui reaksi kimia dan secara fermentasi melalui aktivitas mikroorganisme. Proses pembuatan etanol secara fermentasi telah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu dengan menggunakan bahan yang mengandung karbohidrat sebagai bahan bakunya. Fermentasi glukosa menjadi etanol dilakukan dengan mikroorganisme yang terbagi ke dalam dua jenis, yaitu bakteri dan ragi. Namun penggunaan ragi sebagai biokatalis lebih sering digunakan, karena ragi lebih mudah dikembangbiakan dan lebih mudah dikontrol pertumbuhannya. Ragi yang digunakan dalam proses fermentasi etanol ini salah satunya adalah Schizosacharomyces pombe. Kesulitan yang sering dijumpai dalam proses fermentasi yaitu dalam pemisahan produk dari ragi yang digunakan. Metode sel tertambat (immobilized cell) dianggap dapat mengatasi masalah tesebut, dan penggunaan batu apung sebagai media penambat dapat dijadikan alternatif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi etanol dan yield etanol yang dihasilkan pada proses fermentasi glukosa secara sinambung dalam bioreaktor tangki berpengaduk dengan ragi Schizosacharomyces pombe dan menggunakan batu apung sebagai media penambat. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan ukuran batu apung 8/12 mesh, 18/20 mesh dan 35/40 mesh. Proses fermentasi berlangsung dalam kondisi anaerob pada temperatur 34 °C, pH = 4.5, konsentrasi glukosa 150 g/L, waktu tinggal substrat 48 jam dan putaran pengaduk 40 rpm. Melihat dari konsentrasi dan yield yang dihasilkan, didapat kondisi terbaik pada penelitian ini terjadi pada ukuran batu apung 35/40 mesh yang menghasilkan konsentrasi etanol sebesar 29,70 g/L, dan yield sebesar 0,43

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Uncontrolled Keywords:Etanol, Fermentasi, Immobilized cell, Batu apung
Subjects:T Technology > TP Chemical technology
Divisions:UNDIP Conference/Seminar > SEMINAR NASIONAL REKAYASA KIMIA DAN PROSES
ID Code:22695
Deposited By:teknik kimia
Deposited On:06 Oct 2010 14:35
Last Modified:06 Oct 2010 14:35

Repository Staff Only: item control page