Pemantauan Perubahan Kedalaman dan Persebaran Sedimentasi Bendungan Berdasarkan Data Pengukuran Batimetri (Studi kasus: Waduk Sermo, Kec. Kokap Kab. Kulonprogo – DIY)

Kun Cahyono, Bambang and Parseno, . and Basith, Abdul (2008) Pemantauan Perubahan Kedalaman dan Persebaran Sedimentasi Bendungan Berdasarkan Data Pengukuran Batimetri (Studi kasus: Waduk Sermo, Kec. Kokap Kab. Kulonprogo – DIY). Documentation Teknik Geodesi .

[img]
Preview
PDF
18Kb

Abstract

Air merupakan sebuah potensi dan sumber daya yang harus tetap diperhatikan ketersediaan dan distribusinya, diharapkan dengan pengelolaan yang baik bancana kekeringan ataupun banjir tidak akan terjadi. Salah satu usahanya adalah pembangunan bendungan yang membendung aliran sungai pada daerah tertentu. Pembuatan bendungan selalu diiringi dengan perkembangan aktifitas masyarakat sekitar, baik kegiatan wisata, ekonomi, maupun aktifitas sehari-hari. Sayangnya aktifitas ini seringnya berdampak negatif terhadap kondisi bendungan sendiri, seperti terjadinya erosi dan pendangkalan bendungan. Apabila hal ini tidak diperhatikan dengan seksama, keberadaan bendungan sebagai penyedia air bagi masyarakat pasti terancam. Paper ini mencoba menyajikan cara pemantauan sedimentasi yang terjadi beserta persebarannya, sekaligus memantau perubahan volume airnya. Dengan mengambil studi kasus di waduk sermo yang terletak di desa Hargosari, Kokap-Kulonprogo, diharapkan teknik ini bisa aplikasikan pada bendungan lainnya. Perhitungan sedimentasi serta perubahan volume air yang terjadi pada bendungan diturunkan dari data topografi dasar bendungan. Pengukuran batimetri dilakukan pada 06/08/2005 24/06/2006, menggunakan echosounder dan GPS. Hasil pemetaan berupa peta batimetri dimensi. Berdasarkan peta tersebut, dihitung luas permukaan dan volume air bendungan. Pesebaran dan kondisi sedimentasi bendungan diketahui dengan membandingkan peta batimetri 2006 dengan peta 2005. Perhitungan arus dilakukan untuk mengetahui pengaruh arus terhadap persebaran sedimentasi. Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa dalam waktu ±1 tahun terjadi sedimentasi sebanyak 861.582,912 m3 yang tersebar pada dasar bendungan dengan luas komulatif adalah 1.331.774 m2 (tesebar di 86,62% dari permukaan dasar bendungan, dengan ketebalan rerata adalah 0,647 m). Hasil pengukuran arus menunjukkan bahwa tidak terdapat arus di dasar bendungan yang bisa memindahkan sedimentasi, yang ada hanyalah arus dipermukaan bendungan saja Kata kunci: suvei batimetri, sedimentasi, pendangkalan bendungan, perubahan volume air.

Item Type:Article
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GA Mathematical geography. Cartography
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Geodesic Engineering
Faculty of Engineering > Department of Geodesic Engineering
ID Code:21783
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:03 Sep 2010 13:51
Last Modified:03 Sep 2010 13:51

Repository Staff Only: item control page