KEGIATAN PENELITIAN PERGURUAN TINGGI STUDI POTENSI REPRODUKSI KAMBING BERANAK LEBIH DARI MIA EKOR PER KELAHIRAN SEBAGAI DASAR PENMBENTUKAN KELOMPOK KAMBING BERANAK BANYAK

Sutiyono, B. and Setiatin, Enny Tantini and Lestari, C.M. Sri (2002) KEGIATAN PENELITIAN PERGURUAN TINGGI STUDI POTENSI REPRODUKSI KAMBING BERANAK LEBIH DARI MIA EKOR PER KELAHIRAN SEBAGAI DASAR PENMBENTUKAN KELOMPOK KAMBING BERANAK BANYAK. Documentation. FAKULTAS PETERNAKAN.

[img]
Preview
PDF - Published Version
136Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

417Kb

Abstract

Research on kidding ability of ewes had been conducted at Singorojo, Kendal Resident. The aim of the research was to find out a maternal ability of ewes giving a birth more than two kids (n = 26 head). The sample was chosen by using purposive randomized sampling. Result showed that there was no significantly difference between sample and both single and twins, based on body weight, body height, body tenet!), chest width, chest depth, facial profile, hip hair and udder shape. Characteristic of facial profile, hip hair and udder shape of sample found showed that there was difference between sample goats and both Kacang and Ettawah Crossbred Goats at 3 head (11,54%) and 2 head (3,85%). respectively. Moreover, the identification of sample related to facial profile was facial convex and facial straight at 14 head (53,85%) and 6 head (23,08%), respectively. Dalam usaha ternak proses reproduksi merupakan suatu gerbang untuk menuju ke arah produksi maupun pelestarian suatu ternak. Keberhasilan di bidang reproduksi akan meningkatkan pendapatkan peternak, mempenahankan keberadaan limns ternak, menjaga ketersediaan makanan bergizi asal ternak,sena menyediakan bahan industrO kerajinan. • Dewasa ini, peningkatan populasi ternak ruminansia di Indonesia masth sanuat suit dicapai, meskipun sudah banyak jalan yang ditempuh, apalagi peningkatan kualitas dan kualitas produk ternak ruminan tersebut. Dalam usaha peningkatan populasi kambing dapat ditempuh dengan jalan mencari kambing-kambing yang mempunyai kemainpuan beranak lebih dari dua perkelahiran untuk digunakan sebagai bibit. Berdasarkan hal tersebut nenelitian ini bermaksud mengetahui potensi kambing-kambing yang mempunyai kemainpuan beranak lebih dari dua ekor porkelahiran Metode vang digunakan dalam penelitian adalan metode survei di Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal dengan penentuan sampel secara porposif sedang analisis data inenggunakan uji t.test dan statistik diskriptif. Hasi! penelitian menunjukkan bahwa kambing yang dapat beranak lend' dari dua ekor tidak berbeda dengan kambing beranak lungs& maupun yang beranak kembar dua baik dari segi bobot badan, tinggi badan. panjang badan, Inbar dada, dalam dada, profil muka, bulu paha dan bentuk ambing. Tetapi dilihat ciri-ciri spesifiknya (profil muka, bulu paha dan bentuk ambing) dibandingkan dengan ciri-ciri spesifik kambing kacang maupun kambing peranakan ettawa (PE) dapat dikatakan berlainan, sebab yang menyamai kambing PE 3 ekor (11,54 %) menyamai ciri kambing kacang jenis kambing tersebut 2 ekor (3,85 %). Dan yang mempunyai ciri-ciri diantara kedua jenis kambing (kacang dan etawah) sebanyak 21 ekor (S4,61%) Yang terinci sebagai berikut : terbanyak acialah profil muka lurus, bull] palm banyak dan panjang sena ambing-puling berbentuk rnangkok mencapai 14 ekor (53,85 %) kemudian profil muka cembung, bulu paha panjang dan banyak serta ambing-puting bentuk mangkok 6 ekor (23,03 %). Muka cembung, bulu paha tidak berkembang, ambing-puting berbentuk mangkok I ekor (3,85%).

Item Type:Monograph (Documentation)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:21761
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:03 Sep 2010 09:25
Last Modified:03 Sep 2010 09:25

Repository Staff Only: item control page