Teknik Penentuan Aliran Hidrologi Metode Steepest Slope dan Lowest Height dengan Digital Terrain Model (DTM) untuk Pemantauan Gunung Berapi (Studi Kasus: Gunung Marapi, Provinsi Sumatera Barat)

Julzarika, Atriyon (2007) Teknik Penentuan Aliran Hidrologi Metode Steepest Slope dan Lowest Height dengan Digital Terrain Model (DTM) untuk Pemantauan Gunung Berapi (Studi Kasus: Gunung Marapi, Provinsi Sumatera Barat). Documentation Teknik Geodesi .

[img]
Preview
PDF
12Kb

Abstract

Letusan gunung berapi merupakan salah satu fenomena alam yang yang disebabkan oleh parameter geofisik dan geomorfologi serta deformasi. Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat merupakan stratovolcano yang memiliki dampak kerawanan tinggi bagi masyarakat sekitar. Letusan gunung berapi menghasilkan aliran hidrologi berupa lahar dan lava serta awan panas dan abu vulkanik. Salah satu cara untuk penentuan aliran hidrologi tersebut adalah menggunakan DTM (interpolasi 10m) hasil turunan dari Digital Surface Model (DSM) (interpolasi 10m) dan Digital Elevation Model (DEM) (interpolasi 10m). DTM bisa digunakan untuk membantu memodelkan penentuan aliran hidrologi tersebut. Pemodelan tersebut memiliki akurasi horizontal dan akurasi vertikal yang tinggi sehingga bisa digunakan untuk pemantauan dan mitigasi bencana akibat letusan gunung api. Teknik penentuan aliran hidrologi ini menggunakan metode steepest slope dan bisa diaplikasikan untuk pemodelan aliran hidrologi lainnya. Kata kunci: gunung berapi, aliran hidrologi, DTM

Item Type:Article
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GA Mathematical geography. Cartography
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Geodesic Engineering
Faculty of Engineering > Department of Geodesic Engineering
ID Code:21607
Deposited By:mr geodesi undip
Deposited On:01 Sep 2010 15:18
Last Modified:01 Sep 2010 15:18

Repository Staff Only: item control page