KAJIAN TEKNIS PENGGUNAAN SERAT BAMBU SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN KOMPOSIT PEMBUATAN KULIT KAPAL

Manik, Parlindungan and Chrismianto, Deddy and Hadi, Eko Sasmito (2004) KAJIAN TEKNIS PENGGUNAAN SERAT BAMBU SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN KOMPOSIT PEMBUATAN KULIT KAPAL. Documentation. FAKULTAS TEKNIK.

[img]
Preview
PDF - Published Version
306Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

2311Kb

Abstract

Wooden boat is the most widely used of sea transportation as a means of a fishery boat, cargo boat (traditional shipping fleet) and water bus (for Sumatra, ICalimantan). It is not surprising that most of the traditional shipping fleet still use wood raw material as the main material of the ship fleet construction. Although the wood potentials as the main raw materials of the wooden ship construction are still abundantly available though, efficiency and economizing of wood need to be considered. Hence, it is to be considered an alternative material to substitute wood as the raw material of the ship construction for other materials, that is bamboo composite. In this research, the first thing to do is determining bamboo material based on its types and characteristics, then its treatment consist of cutting method, drying up, slicing, and plaiting bamboo slices for making substances of composite material layers. The strength of the bamboo composite can be analyzed by a specimen test, consist of tensile test. The results of analysis then compared against BKI (Indonesian Classification Bureau) rules for the fiberglass ships. The results of this research are bamboo-fiber reinforced plastic (BRP) for the fiber variation of the Apus bamboo that is sliced radially (B1-1) and tangentially (R2-1), which is fulfilled the BKI rules. While from the economical side, by considering the material cost needed for a ship body (the length of Loa = 8.70 meters), the SRP construction is cheaper 38.07% that the FRP construction. Kapal kayu sebagai sarana transportasi laut sebagian masih menggunakan bahan baku kayu sebagai bahan utama pembuatannya. Walaupun potensi kayu sebagai bahan baku utama pembuatan kapal kayu masih banyak tersedia, pertimbangan efisiensi dan penghematan kayu bukanlah suatu tindakan yang salah. Oleh karena itu mulai saat ini sudah perlu dipikirkan dan dicari bahan alternatif untuk mengganti kayu sebagai bahan baku pembuatan kapal dengan hahan baku lain yaitu komposit bambu. Dalam penelitian ini yang pertama dilakukan adalah penentuan material bambu yang berupa jenis dan karakteristik, kemudian dilanjutkan dengan eara pemotongan, cam mengiris/mengirat, cara menganyam irisan/iratan bambu, dan cara pembuatan material komposit. Untuk mengetahui kekuatan dari komposit bambu hares dilakukan dengan uji spesimen yaitu berupa pengujian tank. Dari hasil pengujian spesimen dilakukan analisa kekuatan tank kemudian dibandingkan dengan kekuatan yang diijinkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) untuk kaput fiberglass.. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Bamboo-Fiber Reinforced Plastic (BRP) untuk jenis variasi serat anyaman bambu Apus yang diiris/diirat secara radial (B1-1) dan tangensial (B2-1) dari segi kekuatan memenuhi aturan BKI. Sedangkan dart segi ekonomis dengan memperhitungkan biaya material yang dibutuhkan untuk sebuah badan kapal (panjang Loa =8,70 meter) konstruksi BRP lebih murah 38,07 % dari konstruksi FRP.

Item Type:Monograph (Documentation)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
ID Code:21566
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:01 Sep 2010 09:16
Last Modified:01 Sep 2010 09:16

Repository Staff Only: item control page