PERKUMPULAN WAYANG ORANG NGESTI PANDOWO (1937-2001): STUDI TENTANG MANAJEMEN SENI PERTUNJUKAN

Rinardi, Haryana (2002) PERKUMPULAN WAYANG ORANG NGESTI PANDOWO (1937-2001): STUDI TENTANG MANAJEMEN SENI PERTUNJUKAN. Documentation. FAKULTAS SASTRA .

[img]
Preview
PDF - Published Version
218Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

1196Kb

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada kajian tentang manajemen seni pertunjukan dalam perkumpulan wayang orang Ngesti Pandowo pada periode 1937-2001. Pemilihan fokus kajian ini didasari pertimbangan bahwa Ngesti Pandowo sebagai sebuah kesenian kitsch pemah mengalami masa kejayaan pada tahun 1950-an. Pada masa itu, selain sangat produktif menciptakan berbagai macam gendhing, lagu, dan lakon pewayangan, juga lahir berbagai efek dalam pementasan wayang orang. Dapat dikatakan bahwa pada tahun 1950-an perkumpulan wayang °rang ini benar-benar sangat memenuhi syarat sebagai perkumpulan kesenian kitsch, yang membuat Ngesti Pandowo tidak hanya terkenal di berbagai kota di luar Semarang, melainkan juga menjadi hiburan favorit masyarakat Semarang. Sepeninggal dua tokoh ulama Ngesti Pandowo, yaitu Sastrosabdo dan Nartosabdo, Ngesti Pandowo mulai kehilangan kemampuan untuk memuaskan selera penonton dan hal ini sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup kelompok kesenian ini. Sebagaimana yang selalu terjadi pada setiap kelompok kesenian kitsch, jumlah penonton merupakan faktor yang sangat menentukan kelar:gsungan hidup kelompok kesenian itu karena semua biaya operasional kelompok ini pada clasamya ditanggung oleh penonoton melalui pembelian Rat. Ketika kedua tokoh utama itu meninggal dunia, tidak ada lagi kreasi-kreasi baru yang ditampilkan Ngesti Pandowo sehingga semakin lama semakin difinggalkan oleh penontonnya. Nasib Ngesti Pandowo dalam perjalanan selanjutnya semakin memprihatinkan. Untuk mempertahankan kelangsungan hidup para pemainnya, beberapa aset yang dimiliki, misalnya seperti gamelan, mulai dijual. Berdasarkan data yang ada, keadaan di atas bersumber pada tidak dikuasinya sistem manajemen seni pertunjukan oleh pengelola Ngesti Pandowo. Manajemen seni pertunjukkan yang dimaksud mencakup proses produksi, upaya "menangkap" selera penonton dengan menyajikan berbagai garapan baru sesuai dengan perkembangan zaman, pemanfaatan teknologi, dan promosi.

Item Type:Monograph (Documentation)
Subjects:P Language and Literature > P Philology. Linguistics
ID Code:21510
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:01 Sep 2010 07:06
Last Modified:01 Sep 2010 07:06

Repository Staff Only: item control page