PERBANDINGAN EFEK DISINFEKSI KLORHEKSIDIN GLUKONAT 1,5% + SETRIMID 15% DALAM BASKOM DAN ALKOHOL TANGAN SEBAGAI SARANA CUCI TANGAN PETUGAS KESEHATAN (Studi Eksperimental di Bangsal Anak RSUP DR Kariadi Semarang)

Lestari, Endang Sri and Farida, Helmia (2004) PERBANDINGAN EFEK DISINFEKSI KLORHEKSIDIN GLUKONAT 1,5% + SETRIMID 15% DALAM BASKOM DAN ALKOHOL TANGAN SEBAGAI SARANA CUCI TANGAN PETUGAS KESEHATAN (Studi Eksperimental di Bangsal Anak RSUP DR Kariadi Semarang). Documentation. FAKULTAS KEDOKTERAN.

[img]
Preview
PDF - Published Version
221Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

865Kb

Abstract

Latar belakang Cud tangan adalah prosedur tunggal yang paling utama untuk mencegah infeksi. Prosedur pera watan dasar Depkes 1994 mensyaratkan penggunaan air mengalir (wastafel), antiseptik (sabunklorheksidin glukonat 4%), handuk bersih/tissue/hand drier untuk cuci tangan prosedural medis. Namun tidak semua tempat pelayanan kesehatan memiliki fasititas ini terutama di daerah. Sebagai alternatif mereka menggunakan unit baskom cuci tangan yang terdiri dari baskom I berisi Klorheksidin glukonat 1,5% + Setrimid 15% yang dilarutkan dalam air kran, baskom 11 yang berisi air pembilas, dan handuk pengering. Efektifitas cuci tangan dengan antiseptik di dalam baskom masih diragukan karena belum ada jumal yang menyebutkan tingkat efektifitas penggunaan baskom dan mikroorganisme dapat tumbult dan berkembang biak pada benda-benda yang lembab dan air yang tidak mengalir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek desinfeksi cud tangan dengan baskom pada berbagai tingkat pengenceran dan cam penyiapan, dibandingkan dengan alkohol tangan 70 %. Lokasi : Bangsal Analc RSUP Dr Kariadi Semarang Metoda : Janis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan randomized control trial pada 80 sampel yang dibagi dalam 4 kelompok. K1: kelompok cud tangan dengan antiseptik 1:150 v/v dan air kran. 1(2: kelompok cud tangan dengan antiseptik 1:100 v/v dan air suling yang dipersiapkan lebih baik(pencucian dengan sabun, pengeringan dengan tissue bersih kering, dan disinfeksi dasar baskom dengan alkohol 70% sebelum digunakan). K3: kelompok cuci tangan dengan antiseptik 3:200 v/v dan air suling yang dipersiapkan lebih baik. 1(4: kelompok kontrol cud tangan dengan alkohol tangan. Data primer diperoleh dan penghitungan reduksi jumlah dan jenis koloni kuman pada media biakan baik sebelum maupun sesudah cuci tangan selama 1 menit dilanjutkan dengan pengeringan dengan tissue bersih kering. Data dianalisa dengan uji repeated measures (general linear model). Hasa' : Staphylococcus koagulase negatif merupakan bakteri yang paling sering mengkoloni tangan petugas kesehatan. Tidak ada perbedaan bermakna prosentase reduksi bakteri total setelah cuci tangan dengan antiseptik pada berbagai tingkat pengenceran dan cam penyiapan dibandingkan dengan alkohol tangan. Tidak ada peningkatan efek mensterilkan tangan pada peningkatan konsentrasi antiseptik dan cam penyiapan dibandingkan dengan alkohol tangan. Keadaan ini mungkin berhubungan dengan penghilangan kuman secara mekanis dengan kertas tisu kering setelah cuci tangan di baskom. Kesimpulan : Cud tangan dengan Klorheksidin glukonat 1,5% + Setrimid 15% 1:150 v/v dalam baskom masih dapat digunakan bila dilakukan pengeringan yang balk setelah cuci tangan.

Item Type:Monograph (Documentation)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Medicine
Faculty of Medicine > Department of Medicine
ID Code:21462
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:31 Aug 2010 08:08
Last Modified:31 Aug 2010 08:08

Repository Staff Only: item control page