Potensi Saccharomyces cerevisiae dan Aspergillus oryzae dalam Mensintesis Kromium Organik Melalui Proses Fermentasi pada Media Onggok

Pujaningsih, Retno Iswarin and Mangisah, Istna (2003) Potensi Saccharomyces cerevisiae dan Aspergillus oryzae dalam Mensintesis Kromium Organik Melalui Proses Fermentasi pada Media Onggok. Documentation. FAKULTAS PETERNAKAN.

[img]
Preview
PDF - Published Version
249Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

498Kb

Abstract

According to the mineral deficiency of Indonesian's feedstuffs, it is needed to give mineral supplementation into the animal's diet. Chromium is one of the essential micromitrient which necessary lbr the metabolism process. Btu, it most be supplemented in the form of organic compound. The synthesizing of chromium organic can be assistance(' by neither yeast (e.g. Saccharomyces cerevisiou) nor fungus (eg. A.spergilfus enyzac.). However, there is no standard method to synthesiz‘r, chromium organic which is uncomplicated, econontical and also applicable on a great deal. ft is expected to have Cr-organic in the forms of Cr-pikolinat. Pikolinat is an intermediary compound in the metabolism of tryptophan before it has its terms as nicotinic acid (niacin) (West and 1-odd, I 96 I ). As a result, the aLklition of tryptophan's source on the medium of fermentation is necessary to obtain Cr-pikolinat. Hopefully, the addition of tryptophan will be able to increase the incorporation of Cr into the fungus protein. Bio fermentation process to synthesize chromium organic requires medium rich in carbohydrate. Tapioca industrial waste product (Onggok) as feedstuff's which is prosperous in carbohydrate will be used for the medium on the bio fermentation process , of chromium organic. It is hoped to increase the utility and the economical value of onggok. The aim or this research is to obtain technology of chromium organics production which is simple, inexpensive and appropriate for the S1118Il holder fanners. Saccharomyces cerevisitle and Aspergillii.k viy.:(1c will be used to synthesize chromium by using onggok as the medium.. It is expected also to enhance the benefit of using tapioca industrial waste product. Factorial model based on completely (block) randomized design with three replications was employed through out the experiment. Three flu:tors have been evaluated (i) type of fungus (Screcharomyces cerevistac and ilspergilitty uncut'), level of Tryptophan (0, 600 and.1200 ppm), and (iii) level of CrC13.614,0 (500, 1000 and 1500 ppm). Onggok was used as a basic substrate fir the cilium Product was dried to be analysis as the sample. Parameter observed was the level of Cr that incorporate into the protein of fungus by using Atomic Absorbance Spectrophotometer (A AS) based on the method of Cary and Allaway (1971 ). Data were subjected to Analysis of Variance. Contrast Orthogonal test was used for further analysis (Steel and Tonic, 1980). The result of synthesizing Cr-organic presented the incorporation of Cr into the fungus's protein. Type of fungus significantly effect to the amount of Cr incorporation. The effect of treatments showed the interactions between types of fungus (Ave/xi/hes ()clime) with level of Cr. It is presented that ,4speigilitis w:tccie performs a high incorporation Cr refer to the addition of Cr. Succhoronktves cereviceau resulted the oversaturated. Moreover, effects of the level of tryptophan showed quadratic's response with the highest Cr incorporation on the level of 600 mg/kg. According to the perfbrmance of the product and the simplicity for producing, Cr-organic which produced from S. cereviceoc is better and easier than Cr-organic which produced from A. acitwe. This product has the colour of white tend to yellow and has a good aroma. The best efficiency and incorporation of Cr reached the level of 1000 mg/kg Cr and 600 mg/kg tryptophan for 81.4 % and 813.95 mg/kg, respectively. This result did not present significantly different compare to the efficiency and incorporation of Cr in the level 1000 mg/kg Cr without the addition of tryptophan in the amount of 79.4 % and 793.66 mg/kg, respectively. It is recommended to use this level to produce Cr-organic on a great deal Suplenientasi mineral ke dalain ransom ternak sangat diperlukan mengingat sebagian besar bahan pakan yang ada di Indonesia pada sant ini mengalami clefisiensi mineral Krominin mertipakan salab sat' mikronutrien esensial yang sangat dibutubkan dalam metabolisme temak, naintin suplementasinya ke dalam ransum barns dalam bentuk semvinva organik. 13eniuk. senyawa Cr organik yang dihartykan ierbentuk dalam proses biofermentasi lersebut diatas adalah Cr-pikolinat. pikolinat adalah senyawc antara pada inetabolit me triptofan sebelum membentuk asam nikotinal (niacin) (West dan Todd. (961), sehingga untuk menghasilkan Cr pikolinat perk' ciitambalikan slumber triptofan ke dalam media fermentasL Diharapkan penambalit.n triptofan akan Ineningkaika» inkorporasi Cr ke dalam protein fungi. Sintesis kromium organik dapat clilaktikan dengan banluan yeast (misalliya Suedwronreces cerevisioe) atauptin jamur (inisalnya ispergillus oricae). Pada sant ini belum diketalnii metode untuk sintesis standar yang mudall, [numb dan dapat dilitkukan dalam skala besar. Proses biolermentasi untuk sintesis kromium organik inemerltikan media yang kaya akan karbohidrat. Onggok sehagai balm yang kaya akan karbohidrat dapat dieoba untuk dimanfaatkan sebagai media biolermentasi kromium organik, sehingga akan dapat meningkatkan mantbat onggok beserta nilai ekonomisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapmkan paket teknologi produksi kromium organik yang tundah dan mural) sehingga dapat ditiplikasikan di tingkat peternak. lintuk bijuan itu maka digunakan St•elturennyees titer isiae dan. Aspect:111ns oicae nit k mensintesis kromium dengan media onggok. Hal ini jup dimaksudkan muck meningkatkan pemanfaatim onggok sehingga dillarapkitit dapat meningkatkan nilai ekonomisnya. Percobaan dististin berdasarkan Raneangan Acak Lengkap Pula Faktorial 3x3x2, dengan tiga Mangan Sebagai laktoritya adalah : jenis fungi (Succhavonoves terevisitte dan ..1.viergathiN myznel, level Tlipiolail (0, WO (Ian 12.00 ppm), Jan level CrCI36H20 (500, 1000 dan 1500 ppm). Substrat dasar yang digunakan untuk kultur adalah onggok. Produk yang diperoleh dikeringkan dan ((iambi! sampelnya (flank dianalisis. Peubah yang diukur yaitu kadar Cr yang terinkorporasi ke dalam protein fungi. dengan menggunakati spekironik serapan atom (AAS) mentirut metode Cary dan Allaway (1971). Data yang diperoleli dianalisis menggunakan sidik ragam dap apabila ada perbedaan di antara perlakuan dilanjulkan dengan uji kontras ortogonal (Steel dan Torrie, 1980). Percobatut sintesis Cr organik nrenphasilkau inkorporasi Cr Le dalant protein fungi. Jenis fungi berpengarult sangat nyata terliadap besamya inkorporasi Cr. Respons perlakuan memperlihatkan adanya interaksi antara jenis fungi dan level Cr yaitu Aspergillitv otyzae yang menghasilkan inkorporasi Cr yang semakin tinggi dengan benambahtlya level Cr. Revolt perlakuan pada Saccharotayeas tereviceae terlihat telah mengalami kejenultan, sedangkan level Triptofan i»entinjukkan respon kuadratik dengan inkorporasi Cr tertinggi pada level 600 mg/kg. Berdasarkan bentuk fisik produk dan kemudahan dal= memproduksinya menunjukan bahwa produk Cr-organik dari S. corer/ewe lebih baik dan lebib 'Tindal) dibandingkan Cr-organik dart A. otyzae . Produk inn berwarna putill kekuningan dan berbau barium Efisiensi dan inkorporasi Cr tertinggi yaitu pada level Cr 1000 mg/kg dan tri•olan 600 mg/kg erasing-masing sebesar 81.4 % dan 813.95 mg/kg. Hasil tersebut tidak berbeda nyata dibandingkan dengan efisiensi clan inkorporasi pada level Cr 1000 mg/kg tanpa Triptofan yaitu masing-masing sebesar 79.4 % dan 793.66 mg/kg, seltingga level ini dapat digunakan untuk memproduksi Cr-organik pada skala yang lebih besar.

Item Type:Monograph (Documentation)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:21253
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 Aug 2010 09:18
Last Modified:27 Aug 2010 09:18

Repository Staff Only: item control page