PERILAKU BUANG AIR BESAR NON JAMBAN SEHAT MENURUT TEORI STAGES OF CHANGE

SUSILOWATI , DEWI (2005) PERILAKU BUANG AIR BESAR NON JAMBAN SEHAT MENURUT TEORI STAGES OF CHANGE. Undergraduate thesis, Faculty of Public Health.

[img]
Preview
PDF - Published Version
19Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Perilaku buang air besar adalah kebutuhan biologis manusia. Namun dalam pelaksanaannya dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan, misalnya tempat buang air besar yang tidak sesuai dengan syarat kesehatan. Kelurahan Selomerto menduduki peringkat pertama PHBS Tatanan Rumah Tangga, tetapi masih ada beberapa warganya yang buang air besar di sungai (9,88%) dan kolam (1,15%). Untuk melakukan intervensi kepada masyarakat yang belum buang air besar di jamban sehat tersebut perlu adanya penelitian terlebih dahulu mengenai tingkatan perubahan perilaku mereka saat ini. Tujuan penelitian ini adalah menggali dan mengetahui tingkatan perubahan perilaku buang air besar masyarakat Kelurahan Selomerto saat ini menurut teori Stages of Change. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi. Informan adalah masyarakat Kelurahan Selomerto yang belum buang air besar di jamban sehat. Analisis data menggunakan tiga tingkatan awal teori Stages of Change yaitu pre contemplation, contemplation dan preparation. Informan adalah tujuh wanita dan satu pria yang berusia antara 23 - 70 tahun. Sebagian besar informan tidak bekerja, sebagian bekerja sebagai buruh dengan tingkat pendidikan antara lain tidak sekolah, tidak tamat SD, tamat SD dan tamat SMP. Pendapatan keluarga antara Rp. 20.000,00 - Rp. 500.000,00 per bulan dan jumlah anggota keluarga berkisar antara 2 - 6 orang. Pengetahuan informan berada pada tingkatan tahu (know). Sikap informan terhadap buang air besar berada pada tingkatan menerima (receiving) dengan tanggapan bervariasi positif dan negatif. Praktik semua informan masih negatif karena belum buang air besar di jamban sehat. Semua informan melakukan buang air besar di tempat yang mereka sebut sebagai lepen atau kali. Faktor yang melatarbelakangi hal tersebut adalah kondisi ekonomi dan kebiasaan yang dilakukan masyarakat di daerah tersebut. Dari delapan orang informan, enam orang diantaranya berada pada tingkatan pre contemplation, sisanya pada tingkatan contemplation. Untuk membuat mereka menyadari arti penting jamban sangat sulit. Menurut Kader Posyandu di dukuh tersebut, informasi yang disampaikannya tentang masalah buang air besar tidak pernah diperhatikan oleh masyarakat. Jamban umum yang digunakan oleh masyarakat saat ini juga tidak memenuhi syarat kesehatan karena tidak menggunakan septic tank. Untuk membuat jamban sendiri di rumah, lebih dari setengah informan menyatakan tidak mampu. Perlu adanya upaya dari Puskesmas bekerjasama dengan masyarakat untuk membuat jamban umum yang sehat secara swadaya. Kata Kunci: non jamban sehat, perilaku, buang air besar, Stages of Change NON HEALTHY PRIVACY DEFECATING BEHAVIOR ACCORDING TO STAGES OF CHANGE THEORY Defecating behavior is a human biological need. But it can be a trouble for health, for example is when it takes on a place that not fulfill health's qualification. Kelurahan Selomerto is in the first place of Household Clean and Healthy Life Behavior, but there is still a few villager that defecate on the river (9,88%) and in a pool (1,15%). Interventing people who still defecate not in healthy toilet needs a pre research about the stages of there behavior. The objection of this research are exploring and to find out the stages of today's defecating behavior of Selomerto's people according to the Stages of Change Theory. This research is held with qualitative method by indepth interview and observation. The informants are Selomerto's people that not defecate on healthy toilet yet. Data analyzing uses the first three stages from the Stages of Change theory that are pre contemplation, contemplation and preparation. The informants consist of seven woman and a man that in attain the age of 23 - 70 years old. Most of them are unemployee, some of them work as labourer. They come from various level of education such as uneducated, unfinished elementary school, finishing elementary school and finishing junior high school. The family income are between Rp. 20.000,00 - Rp. 500.000,00 a month and the family member are consist of 2 - 6 people. The informants knowledge is in the know stage. Their attitude to defecating behavior is in receiving stage with various conception, that is positive and negative. The practice of all informant is negative because they still not defecate on healthy toilet. All of them defecate on a place called lepen or kali. The background factors of that behavior are the economical condition and their habbits. Six of eight informants are in pre contemplation stage and the rest of them are in contemplation stage. Making the villagers understand about the importants of toilet is very difficult. Based on village's health cadre (integrated service centre cadre), information about defecating problem is never being concerned by the villagers. Public toilet that is used know is not fulfill health's qualification because is not use septic tank. To build their own toilet at home, more than half of informants say that they aren't afford. So there's must an effort from public health centre (Puskesmas), cooperate with the villager, to build a healthy public toilet by self supporting (in their own effort). Keyword: non healthy privacy, behavior, defecate, Stages of Change

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:21047
Deposited By:admin FKM undip
Deposited On:25 Aug 2010 14:34
Last Modified:25 Aug 2010 14:34

Repository Staff Only: item control page