BOOK POINT MIZAN DI SEMARANG

NURUL HIKMAH, INDAH (2010) BOOK POINT MIZAN DI SEMARANG. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
92Kb

Abstract

Seiring dengan masuknya era globalisasi dimana segala tuntutan semakin berkembang, dibutuhkan suatu langkah antisipasi guna menyongsong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi informasi yang pada abad ke-21 ini semakin menunjukan peningkatan yang sangat pesat. Informasi adalah modal baru. Dan pengetahuan yang didapat dari informasi adalah kekuatan, guna menambah wawasan baru. Buku adalah sumber dari informasi yang paling dekat dengan masyarakat dan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Buku sering dikatakan sebagai salah satu instrumen yang berpartisipasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa karena buku memiliki kemampuan membuka cakrawala berfikir secara global. Oleh karena itu, minat dan budaya membaca perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam beberapa tahun terakhir, industri perbukuan di Tanah Air menunjukkan perkembangan dan fenomena yang sangat menarik. Penerbit baru bermunculan. Penulis-penulis muda tampil dengan karya-karyanya yang laris manis di pasaran. Toko buku pun tidak ketinggalan, dan mulai menjamur. Berinovasi dengan memberikan nuansa-nuansa baru. Tampil menawan dengan menyasar kelas sosial yang lebih tersegmen. Buku dan toko buku pun menjelma menjadi salah satu centre of life style terutama bagi masyarakat perkotaan. Bermunculannya penerbit dan semakin banyaknya penulis yang produktif menghasilkan karya, membuat suplai buku baru yang terbit setiap bulannya meningkat. Pertumbuhan jumlah buku baru yang terbit seringkali tidak diimbangi dengan pertambahan luas area di toko buku. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi penulis, penerbit dan pengelola toko buku untuk mengatur strategi agar kesenjangan tersebut bisa disiasati dengan baik sehingga karya-karya penulis yang dihasilkan penerbit bisa terserap oleh konsumen.(http://www.opensubscriber.com/messages/mediacare@yahoogroups.com/topic.html) Di sisi lain, kemunculan sejumlah toko buku baru disertai dengan tutupnya sejumlah toko buku yang sudah lebih dulu ada. Sering kita jumpai saat ini,khususnya di kota-kota besar, toko buku di hadirkan dekat dengan tempat-tempat perbelanjaan, dimana tujuannya untuk menarik lebih banyak pengunjung. Bahkan kadang-kadang ada penulis yang melakukan talkshow pada grand-launching buku-bukunya di toko buku tersebut untuk menambah minat bagi pengunjung untuk hadir ditempat tersebut. Kota Semarang sebagai pusat pemerintahan dan titik pusat pertumbuhan merupakan pusat pendidikan regional Jawa Tengah. Berdasarkan data dari Departemen Pendidikan Nasional Kota Semarang telah terjadi peningkatan jumlah pelajar dari tahun ke tahun, yang seharusnya diimbangi dengan penambahan jumlah fasilitas pendidikan formal maupun non formal. Oleh karena itu, pengadaan dan perbaikan fasilitas-fasilitas penunjang di sektor pendidikan, (khususnya yang berkaitan dengan buku) baik dari segi kualitas maupun kuantitas tentunya sangat dibutuhkan guna memperlancar dan meningkatkan kualitas pendidikan dan minat baca, khususnya di Kota Semarang. Bookpoint merupakan fasilitas terpadu yang terdiri atas penjualan buku (book store), perpustakaan (library), serta exhibition center dan gallery dengan sarana pendukung lain yang kesemuanya berhubungan dengan penjualan dan pengenalan buku kepada khalayak umum. MP Book Point didirikan pertama kali di Jakarta tanggal 29 April 2006. Kurang lebih satu setengah tahun setelah itu, tepatnya pada 10 November 2007, cabangnya dibuka di Yogyakarta. MP Book Point dirancang sebagai toko buku berbasis komunitas dan bersifat terbuka. MP Book Point memiliki berbagai program dan acara yang dikelola oleh Beranda Komunitas Mizan, seperti pemutaran film, diskusi, pertunjukan light music live, dan berbagai acara lain. MP Book Point menyediakan panggung terbuka, ruang multiguna, dan berbagai fasilitas lain seperti café. Beberapa kali shooting film untuk keperluan acara di televisi dan acara lain pun telah dilangsungkan di MP Book Point. Lewat MP Book Point, Mizan ingin menunjukkan bahwa buku dapat dikaitkan dengan kegiatan-kegiatan yang sangat beragam dan kaya. Seperti yang dijelaskan oleh Gangsar Soekrisno pengelola Mizan Book Corner Yogyakarta “Kami ingin menawarkan tempat yang tidak sekadar untuk jual-beli buku semata. Tapi ruang yang lebih, untuk membaca buku seperti di rumah sendiri, ruang diskusi antar sesama peminat buku atau bahkan wisata literasi bagi keluarga”. Kalimat ini cukup jelas menjelaskan bahwa tujuan dan konsep Book Point jelas berbeda dengan toko buku lainnya. Dan dapat dikatakan, cakupan kegiatan dalam Book Point Mizan tidak hanya semata hal-hal yang berkaitan dengan buku dan pendidikan, tetapi juga pengembangan seni, social, dan budaya. Demikian, maka perlu adanya suatu fasilitas publik komersial sebagai pusat pengembangan dan pengenalan buku berdasarkan konsep baru, yaitu Book Point Mizan di Kota Semarang dengan menekankan konsep fasilitas buku terpadu (one stop book center) dan edutainment. 1.2. Tujuan dan Sasaran A. Tujuan Merumuskan program dasar perencanaan dan perancangan yang berhubungan dengan aspek-aspek perencanaan dan perancangan Book Point Mizan di Semarang sebagai ikon dari fasilitas publik terkait dengan dunia perbukuan di Semarang, yang diharapkan dapat meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat serta menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Semarang. B. Sasaran Sasaran yang hendak dicapai adalah menyusun dan merumuskan suatu landasan konseptual berupa pokok-pokok pikiran sebagai suatu gagasan dalam perencanaan dan perancangan Book Point Mizan di Kota Semarang dalam bentuk Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur. 1.3 Ruang Lingkup A. Ruang Lingkup Substantial Merencanakan dan merancang Book Point Mizan di Kota Semarang dalam kategori bangunan fasilitas umum bermassa tunggal beserta dengan perancangan tapaknya. B. Ruang Lingkup Spasial Secara administratif, tapak perencanaan yang akan dipakai adalah di BWK VII, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Dimana penentuan lokasi yang akan dipilih adalah di Kawasan Jalan Setia Budi, yang dipertimbangkan dengan kriteria penentuan tapak. 1.4 Metode Pembahasan Metode pembahasan dilakukan dengan metode deskriptif, yaitu menguraikan dan menjelaskan data kualitatif, kemudian dianalisa untuk memperoleh suatu kesimpulan. Pengumpulan data diperoleh dengan cara : A. Wawancara (Interview) Dengan melakukan tanya jawab dengan pihak atau dengan personil-personil yang terlibat langsung dengan pelaksanaan proyek. B. Pengamatan (Observasi) Dengan mengadakan pengamatan baik secara langsung atau tidak langsung terhadap pekerjaan untuk mempermudah dalam penyusunan data. C. Dokumentasi dan Literatur Memperoleh data dengan cara melihat gambar kerja dan dokumen lain yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan sebagai acuan dalam perencanaan dan perancangan. Metode ini merupakan metode penunjang atau pelengkap dari semua data yang diperoleh dengan metode lainnya, selain metode deskriptif. 1.5 Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dan penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur ini adalah sebagai berikut : Bab I Pendahuluan Berisikan latar belakang, tujuan dan sasaran, lingkup pembahasan, metode pembahasan, sistematika pembahasan dan alur bahasan. Bab II Tinjauan Pustaka Menguraikan tentang tinjauan umum bookpoint, kegiatan dan fasilitas yang ada dalam Bookpoint. Bab III Tinjauan Data Mengenai uraian umum tentang Kota Semarang beserta peraturan dan kebijakan pemerintah setempat, serta data tentang beberapa studi banding yang akan digunakan dan kesimpulannya. Bab IV Kesimpulan, Batasan dan Anggapan Menjelaskan tentang kesimpulan, batasan dan anggapan dari uraian bab sebelumnya. Bab V Pendekatan Perencanaan dan Perancangan Bookpoint Mizan Berisi tentang uraian dasar-dasar pendekatan dan penjelasan tentang pendekatan fungsional, kontekstual, teknis dan utilitas bangunan. Bab VI Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Bookpoint Mizan Berisi tentang faktor penentu perencanaan dan faktor penentu perancangan serta program perancangan yang berisi program ruang dan kebutuhan luas tapak.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:20423
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:15 Aug 2010 12:14
Last Modified:15 Aug 2010 12:14

Repository Staff Only: item control page