HUBUNGAN ANTARA PENINGKATAN KEKUATAN OTOT DADA DENGAN PENINGKATAN NILAI ARUS PUNCAK EKSPIRASI

DEWI P., CHATERINA_MARIA (2006) HUBUNGAN ANTARA PENINGKATAN KEKUATAN OTOT DADA DENGAN PENINGKATAN NILAI ARUS PUNCAK EKSPIRASI. Undergraduate thesis, Faculty of Medicine.

[img]
Preview
PDF - Published Version
282Kb

Abstract

Hubungan Antara Peningkatan Kekuatan Otot Dada dengan Peningkatan Nilai Arus Puncak Ekspirasi Chaterina Maria Dewi P1 , Hardian2 Latar Belakang : aktivitas olahraga atau latihan fisik adalah aktivitas yang dilakukan manusia untuk meningkatkan kesegaran jasmani. Latihan fisik seperti atletik, renang, senam yang dilakukan secara teratur dapat meningkatkan performa tubuh termasuki kekuatan otot. Peningkatan kekuatan otot tubuh juga akan meningkatkan kekuatan otot pernapasan sehingga fungsi pernapasan menjadi lebih baik. Tujuan : untuk mengetahui apakah ada hubungan antara peningkatan kekuatan otot dada dengan peningkatan nilai Arus Puncak Ekspirasi. Metode : jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan rancangan penelitian Pretest-Postest design. Sampel penelitian ini adalah 22 mahasiswa pria Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang (UNNES). Pengukuran Arus Puncak Ekspirasi menggunakan Mini Wright Peak Flow Meter sedangkan kekuatan otot dada menggunakan dinamometer otot dada. Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil : kekuatan otot dada rata-rata sebelum latihan adalah 27,00 kg (SD=6,015) dan sesudah latihan adalah 27,29 kg (SD=5,020). Arus Puncak Ekspirasi sebelum latihan sebesar 545,83 l/menit (SD=66,805), sesudah latihan sebesar 546,67 l/menit (SD=71,138). Uji korelasi Spearman dijumpai adanya korelasi positif antara otot dada dan Arus Puncak Ekspirasi (koefisien korelasi=0,76;p=0,004). Kesimpulan : peningkatan kekuatan otot dada mempunyai korelasi positif terhadap peningkatan nilai Arus Puncak Ekspirasi. Kata kunci : kekuatan otot dada, Arus Puncak Ekspirasi The Correlation between Chest Muscle Strength and Peak Expiratory Rate Chaterina Maria Dewi P1 , Hardian2 Backgrounds : exercise is an activity which people do to increase and maintain the fitness of their body. Exercise such as athletics, swimming, gymnastic when do regularly may increase body performance include muscle strength. Improvement of body muscle strength may also improve respiratory muscle strength and yield better respiratory function. Purpose : To find the correlation between the chest muscle strength and the peak expiratory rate. Methods : This study was Quasi Experimental with Pretest-Posttest design. Research subjects were 22 male students of Sport Faculty Universitas Negeri Semarang (UNNES). Peak Expiratory Rate was measured by using Mini Wright Peak Flow Meter and chest muscle strength measured by Chest Muscle Dynamometer. Correlation between chest muscle strength and peak expiratory rate was analyzed by Spearman Correlation Test. Result: The average of chest muscle strength before training was 27,00 kg (SD=6,015), after training was 27, 29 kg (SD=5,020). Peak expiratory rate before training was 545,83 l/minute (SD=66,80), after training 546,67 l/minute (SD=71,138). Spearman Correlation Test shows there is a positive correlation between chest muscle and peak expiratory rate (correlation coefficient=0,76; p=0,004). Conclusion : There is a positive correlation between chest muscle strength and peak expiratory rate. Keywords : chest muscle strength, peak expiratory rate.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RC Internal medicine > RC1200 Sports Medicine
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Medicine
Faculty of Medicine > Department of Medicine
ID Code:20416
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:14 Aug 2010 12:11
Last Modified:14 Aug 2010 12:11

Repository Staff Only: item control page