PENGARUH SIKAP PETUGAS PERPUSTAKAAN TERHADAP MINAT BERKUNJUNG PEMUSTAKA DI KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP

Apriliana, Ninu Tri (2010) PENGARUH SIKAP PETUGAS PERPUSTAKAAN TERHADAP MINAT BERKUNJUNG PEMUSTAKA DI KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP. Undergraduate thesis, Semarang.

[img]PDF
43Kb

Official URL: http://eprints.undip.ac.id

Abstract

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di era globalisasi perpustakaan merupakan contoh lembaga yang paling baik untuk menggambarkan masalah kebutuhan informasi, terutama perpustakaan umum. Berdasarkan SK Menpan No.132 tahun 2003 dinyatakan bahwa perpustakaan merupakan unit kerja yang memiliki sumber daya manusia, ruangan khusus dan koleksi bahan pustaka sekurang-kurangnya terdiri dari seribu judul dari berbagai disiplin ilmu yang sesuai dengan jenis perpustakaan yang bersangkutan dan dikelola menurut sistem tertentu. Dan dapat disimpulkan bahwa perpustakaan salah satu pusat layanan masyarakat yang menyediakan berbagai informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan. Dengan adanya fungsi sebagai pusat informasi maka perpustakaan harus memiliki kualitas dalam hal pemberian layanan serta sumber daya manusianya. Perpustakaan adalah sesuatu yang hidup, dinamis, menawarkan layanan-layanan yang baru, produk layanan yang inovatif dikemas dalam media cetak maupun media elektronik, serta sumber daya manusia (petugas perpustakaan) yang bersikap ramah, ceria, luwes sehingga dapat memberikan layanan dengan baik kepada pemustaka (pengunjung perpustakaan). Perpustakaan yang berkualitas merupakan komponen utama dalam mewujudkan suatu perpustakaan yang ideal. Untuk mewujudkan hal tersebut, perpustakaan memerlukan sumber daya manusia yaitu petugas perpustakaan untuk mengelola. Petugas perpustakaan merupakan pekerja informasi yang sangat diperlukan untuk menghimpun berbagai sumber informasi, mengolah, menyimpan, dan menyebarlusakannya kepada pemustaka. Agar informasi sampai kepada pemustaka diperlukan kemampuan dan sikap petugas yang tepat, dan baik. Kemampuan dan sikap petugas merupakan faktor penting bagi pencapaian sasaran atau tujuan setiap perpustakaan. Berbagai upaya perlu dilakukan agar perpustakaan dapat memberikan layanan dengan cepat, tertib, dan terarah. Upaya – upaya yang ditempuh untuk mencapai tujuan itu, salah satunya adalah sikap petugas perpustakaan yang luwes dan ramah. Hal ini sangat berperan dalam memberikan layanan kepada pemustaka dan interaksinya dalam perpustakaan. Oleh karena itu yang menjadi persoalan adalah apakah petugas perpustakaan dapat bersikap melayani dengan baik atau tidak kepada pemustaka yang dapat mempengaruhi minat berkunjung pemustaka. Dan pimpinan perpustakaan perlu memperhatikan sikap petugas yang merupakan faktor penentu keberhasilan kualitas layanan yang secara langsung akan membawa keberhasilan suatu perpustakaan dan mempengaruhi minat pemustaka untuk berkunjung ke perpustakaan. Dalam kaitan hubungan antara petugas perpustakaan dengan pemustaka yang mempengaruhi minat berkunjung. Petugas berfungsi memberikan layanan kepada pemustaka, karena petugas perpustakaan sebagai sumber informasi serta bertangung jawab atas sampainya informasi kepada pemustaka. Selain itu petugas perpustakaan hendaknya dapat menciptakan situasi yang mendorong pemustaka untuk menanyakan berbagai macam informasi di perpustakaan. Layanan merupakan salah satu bagian yang sangat penting di perpustakaan karena menjadi ujung tombak untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang merupakan perpustakaan umum yang melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang, status sosial, agama, suku, pendidikan dan sebagainya. Perpustakaan umum didirikan oleh masyarakat untuk masyarakat maka perpustakaan umum tidak luput dari adanya tuntutan dan tantangan untuk senantiasa menyajikan layanan yang berkualitas kepada masyarakat. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sikap petugas pada saat melayani belum memenuhi harapan pemustaka. Terkadang sikap petugas masih bersifat formal atau kaku, namun pada sisi lain terkadang lebih sangat longgar (informal). Maka masalah ini sangat menarik untuk dipelajari dan diteliti lebih lanjut, sehingga penelitian ini mengambil judul ’’Pengaruh Sikap Petugas Perpustakaan Terhadap Minat Berkunjung Pemustaka Di Kantor Perpustakaan Dan Arsip Kota Semarang”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang ada, maka masalah yang diajukan penulis adalah bagaimana pengaruh sikap petugas perpustakaan terhadap minat berkunjung pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang?. C. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 29 Maret – 31 Mei 2010 di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang gedung Pandanaran lantai II jalan Pemuda no. 175 Semarang, telf. (024) 3584077. D. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sikap petugas perpustakaan terhadap minat berkunjung pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang. E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Perpustakaan Sebagai sumber informasi, dan referensi bagi Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang dalam menentukan kebijakan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. 2. Bagi Pembaca Sebagai bahan perbandingan, dan referensi bagi pembaca atau peneliti lain yang tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut. 3. Bagi Penulis Sebagai studi perbandingan, dan bekal yang nantinya akan terjun ke masyarakat. Serta melatih penulis dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah. F. Batasan Istilah Agar pengertian istilah di dalam penelitian ini tidak terlalu luas maka penulis membatasi istilah dari variabel yang diteliti sebagai berikut : 1. Sikap petugas perpustakaan merupakan perilaku petugas perpustakaan dalam bertindak memberikan layanan kepada pemustaka untuk memeperoleh informasi. 2. Minat berkunjung yang dimaksud dalam penelitian ini adalah minat berkunjung pemustaka sebagai suatu keinginan/ kemauan untuk mendatangi suatu tempat yaitu perpustakaan. 3. Pemustaka yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah pengunjung perpustakan. Dalam penelitian ini pemustaka akan digunakan sebagai populasi penelitian. G. Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara suatu masalah penelitian. Dirumuskan dalam pernyataan yang dapat diuji dan dijelaskan hubungan antara 2 variabel / lebih (Supardi, 2005 : 69). Dari keterangan konsep di atas dengan metode sistem dasar di atas, hipotesis penelitian yang penulis gunakan adalah : 1. Hipotesa Nol ( H0 ) Menyatakan tidak ada hubungan antara sikap petugas perpustakaan dengan minat berkunjung pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang. 2. Hipotesa Kerja ( Ha ) Menyatakan ada hubungan antara sikap petugas perpustakaan dengan minat berkunjung pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang. H. Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran penulis dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di era globalisasi perpustakaan merupakan contoh lembaga yang paling baik untuk menggambarkan masalah kebutuhan informasi, terutama perpustakaan umum. Berdasarkan SK Menpan No.132 tahun 2003 dinyatakan bahwa perpustakaan merupakan unit kerja yang memiliki sumber daya manusia, ruangan khusus dan koleksi bahan pustaka sekurang-kurangnya terdiri dari seribu judul dari berbagai disiplin ilmu yang sesuai dengan jenis perpustakaan yang bersangkutan dan dikelola menurut sistem tertentu. Dan dapat disimpulkan bahwa perpustakaan salah satu pusat layanan masyarakat yang menyediakan berbagai informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan. Dengan adanya fungsi sebagai pusat informasi maka perpustakaan harus memiliki kualitas dalam hal pemberian layanan serta sumber daya manusianya. Perpustakaan adalah sesuatu yang hidup, dinamis, menawarkan layanan-layanan yang baru, produk layanan yang inovatif dikemas dalam media cetak maupun media elektronik, serta sumber daya manusia (petugas perpustakaan) yang bersikap ramah, ceria, luwes sehingga dapat memberikan layanan dengan baik kepada pemustaka (pengunjung perpustakaan). Perpustakaan yang berkualitas merupakan komponen utama dalam mewujudkan suatu perpustakaan yang ideal. Untuk mewujudkan hal tersebut, perpustakaan memerlukan sumber daya manusia yaitu petugas perpustakaan untuk mengelola. Petugas perpustakaan merupakan pekerja informasi yang sangat diperlukan untuk menghimpun berbagai sumber informasi, mengolah, menyimpan, dan menyebarlusakannya kepada pemustaka. Agar informasi sampai kepada pemustaka diperlukan kemampuan dan sikap petugas yang tepat, dan baik. Kemampuan dan sikap petugas merupakan faktor penting bagi pencapaian sasaran atau tujuan setiap perpustakaan. Berbagai upaya perlu dilakukan agar perpustakaan dapat memberikan layanan dengan cepat, tertib, dan terarah. Upaya – upaya yang ditempuh untuk mencapai tujuan itu, salah satunya adalah sikap petugas perpustakaan yang luwes dan ramah. Hal ini sangat berperan dalam memberikan layanan kepada pemustaka dan interaksinya dalam perpustakaan. Oleh karena itu yang menjadi persoalan adalah apakah petugas perpustakaan dapat bersikap melayani dengan baik atau tidak kepada pemustaka yang dapat mempengaruhi minat berkunjung pemustaka. Dan pimpinan perpustakaan perlu memperhatikan sikap petugas yang merupakan faktor penentu keberhasilan kualitas layanan yang secara langsung akan membawa keberhasilan suatu perpustakaan dan mempengaruhi minat pemustaka untuk berkunjung ke perpustakaan. Dalam kaitan hubungan antara petugas perpustakaan dengan pemustaka yang mempengaruhi minat berkunjung. Petugas berfungsi memberikan layanan kepada pemustaka, karena petugas perpustakaan sebagai sumber informasi serta bertangung jawab atas sampainya informasi kepada pemustaka. Selain itu petugas perpustakaan hendaknya dapat menciptakan situasi yang mendorong pemustaka untuk menanyakan berbagai macam informasi di perpustakaan. Layanan merupakan salah satu bagian yang sangat penting di perpustakaan karena menjadi ujung tombak untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang merupakan perpustakaan umum yang melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang, status sosial, agama, suku, pendidikan dan sebagainya. Perpustakaan umum didirikan oleh masyarakat untuk masyarakat maka perpustakaan umum tidak luput dari adanya tuntutan dan tantangan untuk senantiasa menyajikan layanan yang berkualitas kepada masyarakat. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sikap petugas pada saat melayani belum memenuhi harapan pemustaka. Terkadang sikap petugas masih bersifat formal atau kaku, namun pada sisi lain terkadang lebih sangat longgar (informal). Maka masalah ini sangat menarik untuk dipelajari dan diteliti lebih lanjut, sehingga penelitian ini mengambil judul ’’Pengaruh Sikap Petugas Perpustakaan Terhadap Minat Berkunjung Pemustaka Di Kantor Perpustakaan Dan Arsip Kota Semarang”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang ada, maka masalah yang diajukan penulis adalah bagaimana pengaruh sikap petugas perpustakaan terhadap minat berkunjung pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang?. C. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 29 Maret – 31 Mei 2010 di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang gedung Pandanaran lantai II jalan Pemuda no. 175 Semarang, telf. (024) 3584077. D. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sikap petugas perpustakaan terhadap minat berkunjung pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang. E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Perpustakaan Sebagai sumber informasi, dan referensi bagi Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang dalam menentukan kebijakan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. 2. Bagi Pembaca Sebagai bahan perbandingan, dan referensi bagi pembaca atau peneliti lain yang tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut. 3. Bagi Penulis Sebagai studi perbandingan, dan bekal yang nantinya akan terjun ke masyarakat. Serta melatih penulis dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah. F. Batasan Istilah Agar pengertian istilah di dalam penelitian ini tidak terlalu luas maka penulis membatasi istilah dari variabel yang diteliti sebagai berikut : 1. Sikap petugas perpustakaan merupakan perilaku petugas perpustakaan dalam bertindak memberikan layanan kepada pemustaka untuk memeperoleh informasi. 2. Minat berkunjung yang dimaksud dalam penelitian ini adalah minat berkunjung pemustaka sebagai suatu keinginan/ kemauan untuk mendatangi suatu tempat yaitu perpustakaan. 3. Pemustaka yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah pengunjung perpustakan. Dalam penelitian ini pemustaka akan digunakan sebagai populasi penelitian. G. Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara suatu masalah penelitian. Dirumuskan dalam pernyataan yang dapat diuji dan dijelaskan hubungan antara 2 variabel / lebih (Supardi, 2005 : 69). Dari keterangan konsep di atas dengan metode sistem dasar di atas, hipotesis penelitian yang penulis gunakan adalah : 1. Hipotesa Nol ( H0 ) Menyatakan tidak ada hubungan antara sikap petugas perpustakaan dengan minat berkunjung pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang. 2. Hipotesa Kerja ( Ha ) Menyatakan ada hubungan antara sikap petugas perpustakaan dengan minat berkunjung pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang. H. Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran penulis dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di era globalisasi perpustakaan merupakan contoh lembaga yang paling baik untuk menggambarkan masalah kebutuhan informasi, terutama perpustakaan umum. Berdasarkan SK Menpan No.132 tahun 2003 dinyatakan bahwa perpustakaan merupakan unit kerja yang memiliki sumber daya manusia, ruangan khusus dan koleksi bahan pustaka sekurang-kurangnya terdiri dari seribu judul dari berbagai disiplin ilmu yang sesuai dengan jenis perpustakaan yang bersangkutan dan dikelola menurut sistem tertentu. Dan dapat disimpulkan bahwa perpustakaan salah satu pusat layanan masyarakat yang menyediakan berbagai informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan. Dengan adanya fungsi sebagai pusat informasi maka perpustakaan harus memiliki kualitas dalam hal pemberian layanan serta sumber daya manusianya. Perpustakaan adalah sesuatu yang hidup, dinamis, menawarkan layanan-layanan yang baru, produk layanan yang inovatif dikemas dalam media cetak maupun media elektronik, serta sumber daya manusia (petugas perpustakaan) yang bersikap ramah, ceria, luwes sehingga dapat memberikan layanan dengan baik kepada pemustaka (pengunjung perpustakaan). Perpustakaan yang berkualitas merupakan komponen utama dalam mewujudkan suatu perpustakaan yang ideal. Untuk mewujudkan hal tersebut, perpustakaan memerlukan sumber daya manusia yaitu petugas perpustakaan untuk mengelola. Petugas perpustakaan merupakan pekerja informasi yang sangat diperlukan untuk menghimpun berbagai sumber informasi, mengolah, menyimpan, dan menyebarlusakannya kepada pemustaka. Agar informasi sampai kepada pemustaka diperlukan kemampuan dan sikap petugas yang tepat, dan baik. Kemampuan dan sikap petugas merupakan faktor penting bagi pencapaian sasaran atau tujuan setiap perpustakaan. Berbagai upaya perlu dilakukan agar perpustakaan dapat memberikan layanan dengan cepat, tertib, dan terarah. Upaya – upaya yang ditempuh untuk mencapai tujuan itu, salah satunya adalah sikap petugas perpustakaan yang luwes dan ramah. Hal ini sangat berperan dalam memberikan layanan kepada pemustaka dan interaksinya dalam perpustakaan. Oleh karena itu yang menjadi persoalan adalah apakah petugas perpustakaan dapat bersikap melayani dengan baik atau tidak kepada pemustaka yang dapat mempengaruhi minat berkunjung pemustaka. Dan pimpinan perpustakaan perlu memperhatikan sikap petugas yang merupakan faktor penentu keberhasilan kualitas layanan yang secara langsung akan membawa keberhasilan suatu perpustakaan dan mempengaruhi minat pemustaka untuk berkunjung ke perpustakaan. Dalam kaitan hubungan antara petugas perpustakaan dengan pemustaka yang mempengaruhi minat berkunjung. Petugas berfungsi memberikan layanan kepada pemustaka, karena petugas perpustakaan sebagai sumber informasi serta bertangung jawab atas sampainya informasi kepada pemustaka. Selain itu petugas perpustakaan hendaknya dapat menciptakan situasi yang mendorong pemustaka untuk menanyakan berbagai macam informasi di perpustakaan. Layanan merupakan salah satu bagian yang sangat penting di perpustakaan karena menjadi ujung tombak untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang merupakan perpustakaan umum yang melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang, status sosial, agama, suku, pendidikan dan sebagainya. Perpustakaan umum didirikan oleh masyarakat untuk masyarakat maka perpustakaan umum tidak luput dari adanya tuntutan dan tantangan untuk senantiasa menyajikan layanan yang berkualitas kepada masyarakat. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sikap petugas pada saat melayani belum memenuhi harapan pemustaka. Terkadang sikap petugas masih bersifat formal atau kaku, namun pada sisi lain terkadang lebih sangat longgar (informal). Maka masalah ini sangat menarik untuk dipelajari dan diteliti lebih lanjut, sehingga penelitian ini mengambil judul ’’Pengaruh Sikap Petugas Perpustakaan Terhadap Minat Berkunjung Pemustaka Di Kantor Perpustakaan Dan Arsip Kota Semarang”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang ada, maka masalah yang diajukan penulis adalah bagaimana pengaruh sikap petugas perpustakaan terhadap minat berkunjung pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang?. C. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 29 Maret – 31 Mei 2010 di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang gedung Pandanaran lantai II jalan Pemuda no. 175 Semarang, telf. (024) 3584077. D. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sikap petugas perpustakaan terhadap minat berkunjung pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang. E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Perpustakaan Sebagai sumber informasi, dan referensi bagi Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang dalam menentukan kebijakan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. 2. Bagi Pembaca Sebagai bahan perbandingan, dan referensi bagi pembaca atau peneliti lain yang tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut. 3. Bagi Penulis Sebagai studi perbandingan, dan bekal yang nantinya akan terjun ke masyarakat. Serta melatih penulis dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah. F. Batasan Istilah Agar pengertian istilah di dalam penelitian ini tidak terlalu luas maka penulis membatasi istilah dari variabel yang diteliti sebagai berikut : 1. Sikap petugas perpustakaan merupakan perilaku petugas perpustakaan dalam bertindak memberikan layanan kepada pemustaka untuk memeperoleh informasi. 2. Minat berkunjung yang dimaksud dalam penelitian ini adalah minat berkunjung pemustaka sebagai suatu keinginan/ kemauan untuk mendatangi suatu tempat yaitu perpustakaan. 3. Pemustaka yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah pengunjung perpustakan. Dalam penelitian ini pemustaka akan digunakan sebagai populasi penelitian. G. Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara suatu masalah penelitian. Dirumuskan dalam pernyataan yang dapat diuji dan dijelaskan hubungan antara 2 variabel / lebih (Supardi, 2005 : 69). Dari keterangan konsep di atas dengan metode sistem dasar di atas, hipotesis penelitian yang penulis gunakan adalah : 1. Hipotesa Nol ( H0 ) Menyatakan tidak ada hubungan antara sikap petugas perpustakaan dengan minat berkunjung pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang. 2. Hipotesa Kerja ( Ha ) Menyatakan ada hubungan antara sikap petugas perpustakaan dengan minat berkunjung pemustaka di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang. H. Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran penulis dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Pengaruh sikap petugas perpustakaan
Subjects:Z Bibliography. Library Science. Information Resources > Z665 Library Science. Information Science
Divisions:Faculty of Humanities > Department of Library Science
ID Code:20387
Deposited By:mrs ilmu perpustakaan
Deposited On:13 Aug 2010 11:25
Last Modified:13 Aug 2010 11:25

Repository Staff Only: item control page