PUSAT OLAH RAGA UNDIP DI TEMBALANG

PATULAK, HABEL (2001) PUSAT OLAH RAGA UNDIP DI TEMBALANG. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
35Kb

Abstract

Universitas Diponegoro (Undip) merupakan salah satu dari empat universitas negeri di Jawa Tengah dan juga merupakan universitas terbesar di Jawa Tengah. Saat ini Undip memiliki 10 Fakultas dan beberapa program pasca sarjana, setiap tahun Undip menerima mahasiswa baru kurang lebih 6000 mahasiswa baru. Jumlah mahasiswa Undip pada tahun akademik 2000/2001 adalah 26.958 orang. Undip juga didukung oleh 3.020 orang tenaga pengajar (dosen) dengan perincian 1.565 orang dosen tetap dan 1.455 orang dosen tidak tetap dan ditambah dengan 10 orang guru besar Emirtus, serta ditambah dengan tenaga administrasi sebanyak 871 orang. Disamping jumlah civitas akademika yang ditampung oleh Undip terhitung sangat besar seperti yang disebutkan di atas, Undip juga memiliki areal kampus yang cukup luas mencapai lebih dari 300 Ha dan letaknya tersebar di berbagai tempat. Desa Tembalang yang sesuai dengan RDTRK Kodya Semarang memiliki fungsi tata guna tanah untuk pengembangan fasilitas-fasilitas pendidikan khususnya Pendidikan Tinggi dan pengembangan kawasan pemukiman penduduk merupakan letak lokasi kampus baru Undip dengan luas lahan 213 Ha. Pembangunan fisik kampus Undip yang direncanakan yakni seluas 188.235 m². Keberhasilan suatu institusi Perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh tenaga yang professional dan menejemen yang baik tetapi juga ditentukan oleh adanya sarana dan prasarana pendukung yang memadai, kompleksnya permasalahan yang dihadapi di kampus dan adanya trend masa kini dimana oleh raga merupakan sarana bagi sebagian besar orang untuk mengurangi kejenuhan dari aktivitas sehari-hari merupakan sarana bagi sebagian besar orang untuk mengurangi kejenuhan dari aktivitas sehari-hari merupakan hal yang perlu diperhatikan. Peningkatan prestasi mahasiswa dibidang olah raga juga merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan karena dapat mengangkat nama almamater, hal ini mengingat adanya kegiatan rutin nasional yakni POM nasional bahkan tingkat yang lebih tinggi lagi yakni olimpiade mahasiswa yang juga merupakan cikal bakal lahirnya atlet-atlet potensial seperti yang terjadi pada negara-negara yang telah maju dalam bidang pendidikan dan olah raganya. Disamping itu Undip juga sering mengadakan POR antar jurusan atau fakultas baik skala nasional maupun regional sehingga semuanya itu membutuhkan suatu fasilitas yang memadai. Walaupun saat itu Undip sudah memiliki beberapa lapangan olahraga namun lapangan olah raga yang ada belum direncanakan dan dirancang dengan baik, belum menjawab kebutuhan mahasiswa akan kegiatan berolahraga dan belum sesuai dengan standar kebutuhan fasilitas olah raga untuk tingkat Perguruan Tinggi. Perletakan lapangan olah raga yang ada tidak menyatu pada tempat yang telah ditentukan sehingga lapangan olah raga yang ada kebanyakan hanya memanfaatkan lahan atau tempat yang tidak sesuai dengan fungsi untuk kegiatan berolahraga, sehingga menimbulkan kesan yang kurang representative dan mengurangi niat civitas akademika untuk berolahraga. Sesuai dengan penjelasan diatas maka untuk perguruan tinggi sebesar Undip diperlukan sarana pusat olah raga yang memadai dan dapat digunakan untuk keperluan-keperluan seperti POM mahasiswa, tempat untuk melaksanakan event olah raga tertentu tempat berlatih untuk meningkatkan prestasi olah raga baik oleh pihak Undip maupun oleh klub-klub olahraga yang ada di kota Semarang, menunjang sarana perkuliahan khususnya mata kuliah olah raga dan aktivitas lain yang terkait. Melalui program Otonomi Kampus yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah (PP) No. 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi dan dipertegas dengan PP No. 61 tahun 1999 tentang perguruan tinggi sebagai badan hukum, maka diharapkan setiap Perguruan Tinggi dapat mengatur segala keperluannya, hal tersebut memberi kesempatan dan mendorong setiap Perti yang ada untuk mencari alternative pembiayaan penyelenggaraan pendidikannya. Sehingga dengan adanya pusat olah raga dan seni di Undip yang modern dan representative dapat dijadikan sarana untuk mencari dana dengan cara menyewakan kepada pihak-pihak yang membutuhkannya (masyarakat umum). Dari uraian diatas maka dipandang perlu bagi undip untuk memiliki sarana penunjang seperti pusat olah raga dan seni untuk menunjang kegiatan yang ada di dalam kampus. Untuk itu dibutuhkan perencanaan dan perancangan “Pusat Olah Raga dan Seni di Undip di Tembalang” yang merupakan kampus induk Undip. 1.2 Tujuan dan Sasaran Tujuan pembahasan adalah untuk mengetahui karakteristik yang berhubungan dengan Pusat Olah Raga sebagai suatu fasilitas penunjang pendidikan bagi Undip di Tembalang. Sasaran pembahasannya adalah merumuskan program perencanaan dan perancangan sebagai landasan konseptual. 1.3 Lingkup Pembahasan Lingkup pembahasan pada laporan perencanaan dan perancangan arsitektur ini bertitik tolak pada aspek yang berkaitan dengan kondisi yang ada serta disesuaikan pada kebutuhan Pusat Olah Raga di Undip. Hal-hal diluar disiplin ilmu arsitektur yang mempengaruhi dan melatar belakangi atau menentukan perencanaan akan dibatasi. 1.4 Metode Pembahasan Metode yang digunakan dalam pembahasan LP3A ini adalah metode deskriptif komparatif serta metode pengumpulan data yang diperoleh, baik data primer maupun sekunder. Adapun langkah-langkah pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka, wawancara dan observasi lapangan. Studi Pustaka/Literatur, merupakan pengumpulan data sekunder yang digunakan sebagai acuan dalam proses perencanaan dan perancangan. Studi Kasus, mengambil obyek yang mendekati karakteristik yang sama dengan Pusat Olah Raga yang akan direncanakan untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi Pusat Olah Raga yang akan direncanakan. Wawancara dengan pihak-pihak yang terkait, sehubungan dengan rencana induk pengembanan kampus Undip di Tembalang. Observasi lapangan, mengadakan observasi lapangan ke lokasi site. 1.5 Sistematika Pembahasan Landasan program perencanaan dan perancangan arsitektur ini dapat disistematikan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Menguraikan tentang latar belakang permasalahan, tujuan dan sasaran pembahasan, metode pembahasan dan sistematika pembahasan BAB II TINJAUAN PUSAT OLAH RAGA Membahas tentang pengertian, fungsi dan tujuan, jenis Pusat Olah Raga, pemakai, kegiatan, fasilitas, sirkulasi, sistem penataan ruang dan karakteristik tapak serta studi banding dengan jenis bangunan yang serupa. BAB III TINJAUAN FASILITAS OLAH RAGA UNIVERSITAS DIPONEGORO Tinjauan fisik dan non fisik tentang pusat olah raga di Tembalang, berupa lokasi, aspek-aspek arsitektural, pengelola pengguna dan kegiatan yang ada serta rencana induk pengembangan Universitas Diponegoro. BAB IV KESIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN Berisi tentang kesimpulan berupa identifikasi permasalahan, urgensi Pusat Olah Raga Undip di Tembalang, batasan dan anggapan. BAB V PENDEKATAN PROGRAM PERNCANAAN DAN PERANCANGAN Membahas tentang pendekatan kawasan, pemakai dan aktivitas sehingga diketahui kebutuhan ruang dan pola sirkulasi, kapasitas, standar besaran ruang dan persyaratan ruang, sistem struktur dan utilitas, penekanan desain arsitektur serta pemilihan tapak. BAB VI KONSEP DASAR PERANCANGAN ARSITEKTUR Mengulas mengenai konsep dasar perancangan, factor penentu perancangan, persyaratan dan program ruang serta penentuan lokasi tapak.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:20332
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:13 Aug 2010 09:17
Last Modified:13 Aug 2010 09:17

Repository Staff Only: item control page