Prevalensi, Infeksi White Spot Syndrome Virus (WSSV) Pada Cacing Polychaeta Nereidae Studi Kasus Di Kompleks Tambak Barokah, Kabupaten Kenda

Abadi., Awet (2010) Prevalensi, Infeksi White Spot Syndrome Virus (WSSV) Pada Cacing Polychaeta Nereidae Studi Kasus Di Kompleks Tambak Barokah, Kabupaten Kenda. Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[img]
Preview
PDF
35Kb

Official URL: http://fpik.undip.ac.id

Abstract

Penyakit yang disebabkan virus merupakan permasalahan yang sangat serius bagi industri budidaya udang di dunia. Salah satu penyakit utama Budidaya Udang adalah White Spot Syndrome Virus (WSSV). Penyakit ini mengakibatkan kematian sangat tinggi pada udang dan kerugian pada industri budidaya udang di berbagai Negara di Asia dan Amerika Latin. WSSV adalah virus yang sangat mematikan dengan rentang inang yang luas. Salah satu faktor yang menentukan penularan WSSV di tambak adalah inang perantara / vector yang umumnya berupa makro invertebrata, seperti kepiting. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan virus WSSV dalam cacing polychaeta dan prevalensi infeksi WSSV pada Polychaeta dari tambak udang dengan berbagai sistem budidaya. Cacing Polychaeta dari famili Nereidae yang ditemukan adalah Nereis sp dan Dendronereis sp. Cacing Polychaeta ini diambil dari tambak tradisional (monokultur dan polikultur) dan semi intensif di kompleks tambak Barokah, Kabupaten Kendal. Metode penelitian dilaksanakan dengan melakukan survei lapangan, yang dilanjutkan dengan pengamatan laboratorium. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan cara mencari 3 petak tambak udang, masing-masing petak mewakili tambak ekstensif monokultur, ekstensif polykultur, dan semi-intensif yang pernah positif terserang WSSV. Sampel polychaeta diambil dengan paralon diameter 15 cm dan tinggi 40cm. Deteksi WSSV pada polychaeta menggunakan teknik PCR. Kualitas tanah yang dianalisa adalah bahan organik dan tekstur tanah. WSSV terdeteksi pada polychaeta dari semua tambak. Prevalensi infeksi WSSV pada polychaeta di tambak A (ektensif monokultur) yaitu 22,22%, tambak B (ekstensif polykultur) 14,285%, dan tambak C (semi intensif) 20%. Prevalensi infeksi WSSV untuk ketiga tambak udang tersebut termasuk rendah dibandingkan dengan penelitian sejenis.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:White Spot Syndrome Virus, Polychaeta Nereidae, prevalensi
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Fisheries
ID Code:20315
Deposited By:Mr Setyo Wardoyo
Deposited On:13 Aug 2010 08:44
Last Modified:13 Aug 2010 08:44

Repository Staff Only: item control page