PERANAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANGTUA DAN ANAK TERHADAP PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

Budi M, Syamsulhuda (2003) PERANAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANGTUA DAN ANAK TERHADAP PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA. Documentation. FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT.

[img]
Preview
PDF - Published Version
254Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

1185Kb

Abstract

The purpose of this research was to study the influence of Interpersonal Communication between parents and children to the behaviour of Adolescent Reproduction Health. The research was doing in September to December 2001 by cross sectional and purposive methods. There were 202 families as samples and parents and children as sample units. The closed .questionaire was used in thi interview, by ordinal scale and using the SPSS for windows. The part of the Interpersonal Communication point to the Communication Quality, Communication Oneness, Communication Clarity and Communication Intensity. As a result show us that the Interpersonal Communication was in rare. Adolescent were bad in knowing the meaning of menstruation and wet dream and they have a bad sexual libido control too. A half of them doing the kissing, 15 % holding the breast, 3 of 100 adolescent were holding the genital organ and 2% were trying to do sexual intercourse. The conclusion of this study was that the Interpersonal Communication is generally doing in a rare and there was no correlation to the Adolescent Reproduction Health. Key word : Interpersonal Communication, Adolescence Reproductive Health Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mempelajari komunikasi interpersonal antara orangtua dan anak serta pengaruhnya terhadap perilaku kesehatan reproduksi remaja. Penelitian dari April hingga Oktober 2003 ini telah dilakukan secara cross sectional dengan cara purposive pada 202 keluarga(sampel) dengan orangtua dan anak sebagai unit sampelnya. Wawancara dilakukan dengan menggunakan kuesioner tertutup dengan skala ordinal dimana datanya diolah dengan uji regresi dengan alat bantu Program SPSS for Windows. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa umumnya orangtua menganggap bahwa kualitas komunikasi yang terjalin sudah baik, tetapi menurut anak justru kebalikannya. Pada sisi lain orangtua maupun anak merasakan bahwa keterbukaan dalam komunikasi yang dilakukan masih kurang baik. Disamping itu kemampuan membahas suatu pesan atau masalah secara lengkap dan detail menurut orangtua masih kurang, sedangkan menurut anak masih sebatas wajar saja serta jarang sekali dilakukan komunikasi interpersonal secara frekuentif. Namun secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal yang terjalin dalam kondisi sedang. Pemahaman remaja terhadap nama organ umumnya baik, namun mengenai fungsinya masih kurang demikian pula dengan makna menstruasi dan mimpi basah yang dialaminya. Remaja cenderung ke buruk dalam melampiaskan libido seksualnya. Perilaku berpacaran pada remaja di dua wilayah penelitian ini hampir separuh remaja telah melakukan ciuman, 15%nya telah meraba atau memegang payudara dan diantara 100 remaja 3 diantaranya telah meraba atau memegang kemaluan serta 2 diantara mereka telah berusaha melakukan hubungan seks atau melakukan petting. Pada umumnya aktivitas remaja yang cenderung berbahaya dalam berpacaran lebth banyak ditemukan pada keluarga yang komunikasi antara orangtua dan anak yang kurang balk. Meski secara uji statistik dikatakan bahwa tidak ada hubungan yang nyata antara variabel Komunikasi Interpersonal dengan variabel Kesehatan Reproduksi Remaja.

Item Type:Monograph (Documentation)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:20202
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:12 Aug 2010 10:36
Last Modified:12 Aug 2010 10:36

Repository Staff Only: item control page