PERANAN BIDAN DESA DALAM PEMASARAN SOSIAL PEMBERIAN ASI SECARA EKSLUSIF PADA WANITA DI PEDESAAN STUDI KASUS DI LIMA WILAYAH KELM PUSKESMAS DI KABUPATEN DEMAK

Suyatno, Suyatno and Aruben, Ronny and Sulistyani, Sulistyani (1997) PERANAN BIDAN DESA DALAM PEMASARAN SOSIAL PEMBERIAN ASI SECARA EKSLUSIF PADA WANITA DI PEDESAAN STUDI KASUS DI LIMA WILAYAH KELM PUSKESMAS DI KABUPATEN DEMAK. Documentation. FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT.

[img]
Preview
PDF
1837Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

427Kb

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi diban¬ding makanan pengganti yang terbuat dari susu sapi. Ditinjau dari berbagai aspek, ASI mempunyai banyak keuntungan, baik dari aspek gizi, kesehatan, ekonomi, maupun sosial psikologi. Oleh karena itu Eadan Bantuan PBB untuk anak-anak (UNICEF) sejak daisa warsa yang lalu telah mengkampanyekan kepada ibu-ibu di seluruh dunia tentang perlunya pemberian ASI secara ekslusif selama empat bulan sampai enam bulan pertama. Sejauh ini, tingkat prevalensi pemberian ASI secara aksklusif pada ibu-ibu di Indonesia masih belum begitu menggembirakan, balk di perkotaan ataupun di desa. Hal ini menjadi tantangan bersama khususnya petugas medis baik dokter, perawat, bidan desa. Keberadaan bidan desa sebagai tenaga medis yang bertugas di pedesaan memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam me¬nyukseskan gerakan pemberian ASI secara eksklusif di pedesaan. Bidan desa sebagai tenaga media yang menjadi ujung tombak dalam aktivitas kesehatan ibu dana anak yang dalam kesehariannya banyak berinteraksi dengan masyarakat desa, terutama para ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh diskripsi yang jelas tentang peran bidan desa dalam kegiatan pemasaran sosial pemberian ASI eksklusif kepada wanita di pedesaan. Dari penelitian ini diharapkan diperoleh informasi yang dapat menjadi masukan bagi instansi terkait dalam menyusun stra¬tegi yang tepat dalam menyukseekan gerakan pemberian ASI secara eksklusif khususnya di pedesaan dengan melibatkan bidan desa. Penelitian ini merupakan Janis penelitian diskriptif dengan metode survei, menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Propinsi Jawa Tengah dengan mengam¬hil lokasi di. Kahupaten Demak. yaitu di 20 desa tempat penugasan hidan desa di lima wilayah keria Puskesmas. Pethilihan lokasi kabupaten dan wilayah keria Puskesmas dilakukan secara purposif dengan mempertimbangkan aspek aksesibilitas. Sampel atau responden penelitian adalah bidan desa yang bertugas di desa terpilih (sebanyak 20 orang), dan wanita desa yang persalinan dan pasca persalinannya ditolong dan dirawat oleh bidan desa (sebanyak 60 orang). Sampel wanita desa dipilih secara acak, yaitu sebanyak tiga orang untuk tiap desa tempat penugasan bidan desa. Basil penelitian menunlukkan pengetahuan, sikap dan Praktek (PSK) Wanita Desa dalam Pemberian ASI secara Eksklusif masih relatif rendah. Istilah ASI EKSELUS/Fternyata belum diketahui hampir selu¬rub wanita desa (93,3 %), demikian juga tentang lama pemberian AST eksklusif (hanya 41.7 %). Rata-rata praktek pemberian ASI secara eksklusif oleh wanita desa adalah 57,2 hart (sd=62,2) atau kira-kira 2 bulan dengan range 0 bulan sampai dengan 6 bulan. Sebagian besar wanita desa telah memberikan makanan non-ASI, berupa susu formula, makanan lembek, makanan lunak, buah dan sayur pada usia dini. Banyak praktek yang tidak benar dalam pemberian makanan non-ASI pada bayi oleh wanita desa. Pada bayi yang berusia 0 bulan, sebanyak 11,6 % telah mendapatkan susu botol, 5 % telah diberi makanan lembik dan 1,7 % telah diberi makanan lunak, dan 3,3 % diberi buah. Pada bayi yang berusia 1 bulan, sebanyak 40,0 % telah mendapatkan susu botol, 33,3 % telah diberi makanan lembik dan 18,3 % telah diberi makanan lunak. dan pada bayi yang berusia 3 bulan, sebanyak 53,3 % telah mendapatkan susu botol. 50 % telah diberi makanan lembik dan 20 % telah diberi makanan lunak. Sampai dengan usia 4 bulan, terda pat 55,5 % wanita desa yang telah memberikan susu formula. Susu botol yang banyak diberikan adalah merek SGM, sedang makanan lembik yang diberikan hampir seluruhnya Jenis makanan pabrikan, yaitu bubur Promina/ SUN/Cerelac. Jenis makanan lunak yang paling banyak diberikan pada bayi adalah nasi tim, atau nasi uleg (biasanya ditambah pisang). Jenis bush Yang Pertama kali dikenalkan kepada bayi adalah pisang dan jeruk. Buah pisang baik dan bergizi untuk bayi dan ibu (86.6 %), dan informasi tentang pentingnya pemberian kolosterum. serta lama pemberian ASI eksklusif. Dalam kegiatan pemasaran sosial pemberian ASI eksklusif, care-cara persuasif/membujuk. dan metode promosi personal con¬tact berupa kun.iungan atau pada kesempatan dikunjungi, serta media oral/lesan digunakan dipilih oleh bidan desa. Sebagian dari bidan desa telah menjalin kerjasama dengan kolega di desa. Kesiapan dan pengorganisasian kegiatan bidan desa dalam kegiatan pemasaran sosial pemberian ASI secara eksklusif belum baik. Hashl analisis statistik menun,iukkan faktor individu bidan desa veitu masa keria bidan desa ternyata berkorelasi positif bermakna pada taraf 5 % dengan skor sikap wanita desa dalam pemberian ASI secara eksklusif. Disamping itu skor sikap bidan desa dalam pemasaran sosial pemberian ASI secara eksklusif ter¬nvata berkorelasi positif bermakna pada taraf 5 % dengan skor pengetahuan. sikap ataupun ketrampilan/praktek (PSK) wanita desa dalam pemberian ASI secara eksklusif. Faktor umur bidan dan status perkawinan bidan tidak ditemukan adanya korelasi yang bermakna dengan skor pengetahuan. sikap ataupun ketrampilan/ praktek wanita desa dalam pemberian ASI secara eksklusif. Kedudukan hidan desa sebagai sumber informasi, kelengkapan materi yang disampaikan dalam promosi berkorelasi positif bermak¬na pada taraf 5 % dengan skor pengetahuan. sikap ataupun ketram¬pilen/praktek (PSK) wanita desa dalam pemberian ASI secara eks¬klusif. Faktor frekuensi penyampaian. metoda & media penyampai¬an, dan intensitas kuniungan/tatap muka. serta penyampaian informasi tentang susu formula tidak berkorelasi secara bermakna pada taraf 5 % dengan skor pengetahuan, sikap, ataupun ketrampi¬lan/praktek (PSK) wanita desa dalam pemberian ASI secara eksklu¬sif. Jenis materi informasi yang berkorelasi positif bermakna dengan skor pengetahuan, sikap dan ketrampilan/praktek wanita desa dalam pmberian ASI secara eksklusif adalah informasi tentang lama pemberian ASI eksklusif dan pentingnya pemberian ASI yang pertama keluar kepada bayi. bahkan telah diberikan kepada bayi pada saat bay! Baru saga lahir. Janis eayuran yang telah dikenalkan pada bay! yang beru¬sia 4 bulan ke bawah adalah bayam. Bidan desa yang menjadi sampel penelitian memiliki tingkat PSK tentang ASI atau ASI eksklusif cukup baik. Sebanyak 85 % bidan dapat menJelaskan pengertian pemberian ASI eksklusif dengan benar. Berkaitan dengan lama pemberian ASI secara eksklusif, sebanyak 80 % bidan desa mengemukakan bahwa pemberian ASI eksklu¬sif adalah 0-4 bulan. sebanyak 15 % bidan mengemukakan sampai usia 3 bulan dan 5 % bidan menjawab sampai 24 bulan. Semua bidan desa bersedia untuk menjelaskan pengertian pemberian ASI secara eksklusif kepada ibu PUS binaan, namun selama ini hanya 80 % bider) yang menyatakan telah sering menyampaikan pengertian tersebut kepada mereka. Tentang manfaat pemberian ASI secara eksklusif, yang paling banyak disebut oleh bidan desa adalah untuk kekebalan bayi (70 %). Semua bidan menyatakan percaya terhadap manfaat pemberian tersebut, dan menyatakan telah menvam¬paikan manfaat-manfaat tersebut kepada ibu PUS binaan. Pengetahuan bidan desa berkaitan dengan pemasaran sosial ternyata masih rendah. Sebanyak 55 % bidan menyatakan belum pernah mendengar istilah pemasaran sosial, sedangkan 45 % bidan pernah mendengar, tetapi tidak bisa menielaskan dengan benar. Mereka pada umumnya berpendapat pemasaran sosial tidak beda dengan penyuluhan, dan dalam menyampaikan informasi kepada PUS binaan selame ini adalah dengan menggunakan penyuluhan Ridan desa merupakan sumber informasi dart 35 % wanita desa yang diteliti terutama mengenai jenis makanan yang baik untuk bay! yang sesuai dengan umurnya, dan paling dipercaya dibanding sumber yang lain. (dipercaya oleh 45 % wanita desa) Jumlah kesempatan bertemu antara bidan desa dan ibu PUS yang persalinannya ditolong oleh bidan desa rata-rata 14 kali (13.8, sd=4,3) dart saat ibu PUS hamil sampai dengan bayi berusia 4 bulan, sedangkan untuk ibu PUS yang ditolong dukun Jumlah kesem patan bertemu lebih sedikit yang rata-rata 10 kali (9,9, sd=3,3). Sebanyak 85 % bidan desa menyampaikan informasi tentang pentingnya ASI setiap kali berkunjung. Informasi yang paling banyak disampaikan bidan desa dan diingat oleh lebih dari separuh wanita class, adalah berkaitan dengan pemberian makanan yang

Item Type:Monograph (Documentation)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:19973
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:10 Aug 2010 14:32
Last Modified:10 Aug 2010 14:32

Repository Staff Only: item control page