PENGARUH PROSES UPGRADING TERHADAP KUALITAS BATUBARA BUNYU, KALIMANTAN TIMUR

Umar, Datin Fatia (2010) PENGARUH PROSES UPGRADING TERHADAP KUALITAS BATUBARA BUNYU, KALIMANTAN TIMUR. In: SEMINAR REKAYASA KIMIA DAN PROSES 2010, 4-5 Agustus 2010, Semarang.

[img]
Preview
PDF - Published Version
369Kb

Abstract

Cadangan batubara Indonesia saat ini mencapai ± 104,8 milyar ton yang pada umumnya tersebar di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Namun, cadangan batubara tersebut pada umumnya termasuk batubara peringkat rendah dengan kadar air yang tinggi, sehingga biaya transportasi per satuan kalori menjadi tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dilakukan penelitian untuk menurunkan kadar air dalam batubara tersebut, terutama air bawaan (inherent moisture). Penelitian dilakukan dengan menerapkan teknologi upgraded brown coal (UBC), hot water drying (HWD) dan steam drying (SD) dengan menggunakan batubara peringkat rendah yang berasal dari Bunyu, Kalimantan Timur. Batubara sebelum dan setelah proses upgrading dianalisis terhadap proksimat (air bawaan, zat terbang, abu dan karbon padat), ultimat (karbon, hidrogen, nitrogen, sulfur dan oksigen) dan nilai kalor. Sifat pembakaran batubara diuji dengan menggunakan metoda differential thermal analysis thermo gravimetry (DTA-TG). Berdasarkan hasil analisis dan uji pembakaran, proses upgrading yang paling baik untuk batubara Bunyu adalah proses SD. Dengan proses tersebut, batubara Bunyu yang semula kadar air bawaannya 17,41% adb dapat diturunkan menjadi 1,81% atau terjadi tingkat penurunan sebesar 89,60%. Sedangkan dengan proses UBC dan HWD kadar air masing-masing menjadi 4,71 dan 3,43% adb atau tingkat penurunan 72,95 dan 80,30%. Dengan turunnya kadar air, maka nilai kalor batubara tersebut meningkat dari 4.697 kal/g adb menjadi 5.752 kal/g dengan proses UBC, menjadi 6.261 kal/g dengan proses HWD dan menjadi 6.500 kal/g dengan proses SD atau masing-masing terjadi peningkatan sebesar 22,46, 33,30 dan 38,39%. Dari hasil uji pembakaran dengan DTA-TG, batubara Bunyu hasil proses SD mempunyai nilai Tig (temperature ignition = temperatur pembakaran awal) yang tertinggi, yaitu 260ºC dibandingkan dengan batubara hasil proses UBC dan HWD yang masing-masing 190 dan 255 ºC. Hal ini menunjukkan bahwa batubara hasil proses SD mempunyai kecenderungan terhadap terjadinya pembakaran spontan yang lebih rendah dibandingkan dengan batubara hasil proses UBC dan HWD.

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Uncontrolled Keywords:batubara peringkat rendah, proses upgrading, air bawaan, nilai kalor
Subjects:T Technology > TP Chemical technology
Divisions:UNDIP Conference/Seminar > SEMINAR NASIONAL REKAYASA KIMIA DAN PROSES
ID Code:19449
Deposited By:teknik kimia
Deposited On:06 Aug 2010 20:50
Last Modified:06 Aug 2010 20:50

Repository Staff Only: item control page