Pemanfaatan energi pada domba Garut yang mendapat pakan ampas tahu sebagai pengganti konsentrat

Purnomoadi , Agung and Yusman, Yusman and Rianto, Edy and Kurihara, Mitsunori (2005) Pemanfaatan energi pada domba Garut yang mendapat pakan ampas tahu sebagai pengganti konsentrat. Prosiding Seminar Nasional AINI V " Pengembangan Nutrisi dan Bioteknologi Pakan sebagai Pendorong Agroindustri di Bidang Peternakan . pp. 316-320.

[img]
Preview
PDF
319Kb

Abstract

ABSTRAK Dua belas ekor domba Garut umur satu tahun, dengan bobot badan 33,5±1,6 kg (CV= 4,78%) digunakan untuk mengetahui pemanfaatan energi pakan yang disubstitusi dengan ampas tahu. Domba tersebut dibagi menjadi tiga keiompok, masing masing terdiri dari empat domba. Domha kelompok pertama mendapat pakan mengandung 50% konsentrat jadi tanpa ampas tahu (TCO), kelompok kedua mengandung 40% konsentrat dan 10% ampas tahu (TCI 0) dan keiompok ketiga mengandung 30% konsentrat dan 20% ampas tahu (TC20). Semua perlakuan diberikan rumput gajah ad libitum. Pakan perlakuan diperhitungkan memenuhi kebutuhan bahan kering sebesar 4% bobot badan. Kesetimbangan energi diukur dengan melakukan total ko!eksi selama 7 hari setelah men)elesaikan masa adaptasi pakan selama 2 minggu. P~rtambahan bobot badan harian (PBBH) juga diukur setelah domba dipelihara selama J2 minggu. Data yang dipl:roleh kemudian diuji dengan F-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi energi total (gross energy intake; GEl) dari TCO, TC I 0 dan TC20 cenderung meningkat dengan peningkatan ampas tahu dalam pakan, yakni masing masing 19,4; 20,8 dan 22,9 MJlhari. Akan tetapi, keluaran energy melalui feses (fecal energy; FE), urin (urinary energy; UE) dan gas methan (CH4 energy; CH4E) cenderung menurun dengan peningkatan ampas tahu. Nilai FE pada TCO, TC 1°dan TC20 masing masing adalah 35,9, 30,2, dan 26,6%GEI, nilai UE dari pakan perlakuan tersebut adalah 1,85, 1,16, 1,45%GEI, sedangkan nilai CH4E masing masing adalah 11,4, 10,2, dan 8,3%GEL Energi termetabolis (Metabolisablt~ energy; ME) cenderung meningkat dengan peningkatan ampas tahu, yakni 10,0, 12,2, dan 14,6 MJ/hari yang setara dengan 50,9, 58,5, dan 63,6%GEI untuk masing masing TCO, TC 1° dan TC20. Tren nilai ME tersebut selaras dengan PBBH yang diperoleh, yakni sebesar 57, 76, dan 110 glhari, masing masing untuk TCO, TCIO dan TC20. Hasil tersebut diatas, secara statistik tidak berbeda nyata (P>O.05). Dan hasil studi ini dapat disimpulkan bahwa ampas tahu berpotensi dapat maningkatkan pemanfaatan energi dengan menurunka energi yang hilang, baik melalui feses, urin maupun methan, dan oleh karenanya meningkatkan energi termetabolis dan produktivitas (PBBH). Kata.kunci: domba garut, pemanfaatan energi, ampas tahu, kesetimbangan energi ABSTRACT Twelve Garut rams aged one year and weighed 33.5±1.6 kg (CV= 4,78%) were used to study er,ergy utilisation of tofu cake as substitution of concentrate. The sheep were divided into three groups of four sheep. The first group was given a diet consisting of 50% commercial concentrate without tofu cake (TCO group), the second group was given a diet consisting 40% commercial concentrate and 10% tofu cake (TC I 0 group), and the third group was 30% commer:;ial concentrate and 20% tofu cake (TC20). All these treatments were allowed Napier grass ad libitum. The diets were arranged to allow the sheep to have dry matter intake at 4.0% LW. The balance trial was conducted by total collections of feces and urine that was carried out in 7 days following a 2-week feed adaptation period. Daily Iiveweight gain (L WG) was also measured after the sheep being raised for 12 weeks. The data were analysed with F-test. The results showed that gross energy intake (GEl) tended to increase with increasing tofu cake in the diet, being 19.4; 20.8 and 22.9 MJ/d in TCO, TC1 0 and TC20, respectively. On the other hand, the energy loss through feces (FE), urine (UE) and methane (CH4E) tended to decrease with increasing tofu cake in the ration. The FE in TCO, TC 1 0 and TC20 were 35.9, 30.3, 26.6%GE1, DE of these treatments were 1.85, 1.16, 1.45%GE1, while CH4E were 11.4, 10.2, 8.3%GE1, respectively. Metabolisable energy (ME) tended to increase with tofu cake substitution, being 10.0, 12.2, 14.6 MJ/d that equal to 50.9, 58.5, 63.6%GEl for TeO, TC I 0 and TC20, respectively. The trend of those ME were positively linear with daily LWG, being 57, 76, and 1~O gld, for TeO, TelO and TC20, respectively; although these data were statistically not significantly different (p>0.05). From lhis study, it can be concluded that tofu cake could increase energy utilisation and reduce the loss of energy from feces, urine and methane, and therefore increased metabolisable energy and productivity (L WG). Key words: Garut sheep. energy utilisation, tofu cake, balance

Item Type:Article
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:19405
Deposited By:Mr. Produksi FP Admin
Deposited On:06 Aug 2010 20:22
Last Modified:06 Aug 2010 20:22

Repository Staff Only: item control page