“PROSEDUR KREDIT DAN UPAYA MENGATASI KREDIT BERMASALAH PADA PD. BPR BKK JATI KUDUS”

Siti Noorhayati, Ekani (2010) “PROSEDUR KREDIT DAN UPAYA MENGATASI KREDIT BERMASALAH PADA PD. BPR BKK JATI KUDUS”. Undergraduate thesis, Diponegoro University .

[img]
Preview
PDF
56Kb

Abstract

ABSTRAKSI PD. BPR BKK Jati Kudus adalah badan usaha milik pemerintah tingkat I Jawa Tengah yang mempunayai daerah operasi masing – masing kecamatan di wilayah Propinsi Jawa Tengah. Pendirian BKK ini antara lain dimaksudkan untuk meningkatkan kehidupan masyarakat pedesaan yang umumnya golongan lemah. Karena penghasilan mereka yang rendah, sedangkan kebutuhan akan dana sangat mendesak, maka masyarakat memilih untuk meminjam dengan cara cepat dan mudah. Oleh karena itu PD. BPR BKK Jati Kudus menyediakan jasa layanan dalam bentuk kredit yang diberikan kepada masyarakat. PD. BPR BKK Jati Kudus memiliki beberapa jenis kredit yang dapat diambil oleh seluruh lapisan masyarakat. Prosedur kredit pada PD. BPR BKK Jati Kudus sangat mudah dan tidak berbelit-belit. Namun, meskipun banyak kemudahan, kredit yang disalurkan oleh PD. BPR BKK Jati Kudus memiliki resiko yang tinggi atas kemungkinan terjadinya kredit macet. Bank tentunya tidak menginginkan kondisi tersebut, maka untuk mengatasi kemacetan kredit bank seharusnya mempertimbangkan cara atau sistem penyelamatan kredit yang telah diberikan agar tujuan bank untuk menghasilkan laba dapat tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur kredit dan upaya mengatasi kredit bermasalah pada PD. BPR BKK Jati Kudus. Metode penelitian yang digunakan menurut jenis data adalah data primer dan data sekunder. Untuk mengamati kegiatan yang berhubungan dengan pemberian kredit menggunakan metode observasi, untuk mendapatkan keterangan yang dibutuhkan kepada pihak yang bersangkutan secara langsung menggunakan metode wawancara, dan untuk memperoleh landasan teori dengan membaca buku dan literatur dengan cara studi pustaka. PD. BPR BKK Jati Kudus menawarkan beberapa jenis kredit, diantaranya kredit perdagangan, kredit pertanian, kredit perindustrian, dan kredit pegawai. Kredit – kredit tersebut menurut jangka waktunya dibagi menjadi dua yaitu kredit bulanan dan kredit musiman. Kredit bulanan diberikan untuk sektor perdagangan, sektor perindustrian, dan pegawai, dengan suku bunga 1,5 % untuk kredit pegawai dan 1,75 % untuk kredit umum perbulannya. Sedangkan kredit musiman diberikan untuk sektor pertanian dengan suku bunga 2,5 % perbulan. Hasil penelitian yang diperoleh pada PD. BPR BKK Jati Kudus, bahwa prosentase kredit lancar sebesar 43,51 %, kurang lancar sebesar 7,19 %, diragukan 9,03 % dan macet sebesar 40,27 % dengan total NPL (Non Performing Loan) atau jumlah kredit bermasalah sebesar 56,49 %. Itu artinya kredit bermasalah tersebut melebihi separuh lebih dari jumlah kredit keseluruhan yang diberikan sebesar 100% yang mana bisa merugikan pihak Bank. Penyebab kredit bermasalah tersebut bisa terjadi karena faktor internal diantaranya kebijakan perkreditan yang kurang menunjang, kelemahan sistem dan prosedur penilaian kredit, pemberian dan pengawasan kredit yang menyimpang, dan itikad yang kurang baik dari pemilik, pengurus, dan pegawai bank. Sedangkan faktor eksternal diantaranya adanya unsur sengaja dan tidak sengaja dari pihak nasabah. Solusi yang ditempuh bank dalam menangani kredit bermasalah antara lain dengan mendatangi debitur yang melakukan tunggakan, penyelesaian secara damai, pemberian keringanan bunga, penjualan agunan, penyelesaian melalui jalur hukum, penghapusan kredit, dan penghentian penagihan.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions:Faculty of Social and Political Sciences > Department of Business Administration
ID Code:19349
Deposited By:mr administrasi bisnis
Deposited On:06 Aug 2010 19:44
Last Modified:06 Aug 2010 19:44

Repository Staff Only: item control page