Analisis Mode Kegagalan Drop Call pada Telkom Flexi dengan Menggunakan Metode FMEA (Studi Kasus pada Divisi Fixed wireless Network RO Semarang PT. TELKOM, Tbk)

ANGGRAINI, DYAH KRISNA (2009) Analisis Mode Kegagalan Drop Call pada Telkom Flexi dengan Menggunakan Metode FMEA (Studi Kasus pada Divisi Fixed wireless Network RO Semarang PT. TELKOM, Tbk). Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
32Kb

Abstract

PT. TELKOM, Tbk. yaitu sebuah perusahaan telekomunikasi yang menyediakan layanan seluler dengan teknologi CDMA dengan brand Telkom Flexi saat ini menjadi market leader dari operator CDMA di Indonesia. Berdasarkan data dari Divisi Fixed Wireless Network Representative office Semarang area pelayanan wilayah Jawa Tengah diketahui salah satu performansi voice Telkom Flexi yang diukur yaitu tingkat drop call. Pihak perusahaan mempunyai target OKPI (Operational Key Performance Indicator) tingkat drop call pada Bulan Juli sampai dengan bulan September 2008 adalah tidak boleh melebihi 1,3%. Drop call adalah kegagalan jaringan dari suatu komunikasi yang telah terbangun. Jadi, ketika pelanggan sedang melakukan komunikasi, tiba-tiba hubungan komunikasi tersebut terputus. Diketahui bahwa BTS Manis Renggo yang terletak di Jalan Tanjung Anom RT 11/05 Klaten pada Bulan Juli sampai dengan bulan September 2008 memiliki tingkat drop call sebesar 4,83% yang tentu saja tidak sesuai dengan target OKPI. Diketahui pula bahwa penyebab terbesar terjadinya drop call pada BTS Manis Renggo diakibatkan oleh Too many erasure frames.Berdasarkan dari permasalahan tersebut, maka PT. TELKOM, Tbk. Divisi Fixed Wireless Network Representative office Semarang area pelayanan wilayah Jawa Tengah perlu melakukan analisa dan perbaikan agar tingkat drop call pada BTS Manis Renggo dapat memenuhi target OKPI. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Dimana FMEA merupakan metode analisis mode kegagalan yang dilakukan dengan cara mengidentifikasi mode kegagalan potensial, efek dari mode kegagalan, dan penyebab terjadinya mode kegagalan. RPN (Risk Priority number) FMEA adalah indikator kekritisan untuk menentukan tindakan koreksi yang sesuai dengan mode kegagalan. Besarnya RPN merupakan hasil kali tingkat keparahan (severity), kejadian (occurrence), dan deteksi (detection) dari mode kegagalan yang terjadi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat RPN tertinggi terjadi pada mode kegagalan pemancaran informasi data suara user dan informasi sinyal kanal trafik reverse tidak utuh diterima BTS dan mode kegagalan pemancaran informasi data suara user dan informasi sinyal kanal trafik forward tidak utuh diterima MS yang disebabkan oleh mobile station (MS) berada di pinggir area coverage. Adapun rekomendasi pertama yang diberikan adalah memperbaiki coverage, yaitu dengan cara menambah BTS baru di sekitar BTS Manis Renggo. Rekomendasi kedua adalah melakukan optimasi secara berkala, optimasi ketika ada BTS akan on-air di sekitar BTS Manis Renggo, dan optimasi ketika performansi BTS menurun atau bermasalah. Rekomendasi ketiga yang disarankan adalah menambah karyawan optimization & Service Department.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Drop call, BTS Manis Renggo, Failure Mode and Effect Analysis.
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:19139
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:06 Aug 2010 09:09
Last Modified:06 Aug 2010 09:09

Repository Staff Only: item control page