CLUB HOUSE DI SEMARANG INTERNASIONAL GOLF COURSE

DHANANJAYA, BHIMA (2004) CLUB HOUSE DI SEMARANG INTERNASIONAL GOLF COURSE. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
46Kb

Abstract

Kemampuan manusia untuk menjalankan aktifitas rutin setiap hari ada batasnya, bila manusia telah mencapai batas kejenuhan maka secara alami manusia akan mencari aktfitas lain sebagai pengganti rutinitas tersebut dengan pertimbangan sebuah aktifitas yang memberikan rasa senang, tenang dan dapat melupakan aktifitas rutinnya. Untuk golongan masyarakat yang memiliki tingkat rutinitas dan kesibukan tinggi seperti misalnya para eksekutif, maka mereka memerlukan suatu tempat khusus untuk melepaskan diri dari aktifitas dan kesibukannya dengan menyalurkan hobinya atau melakukan aktifitas olahraga bahkan mengkombinasikan antara aktifitas kerja dengan kegiatan hobi dan olahraga yang digemarinya. Untuk itu perlu adanya suatu tempat yang dapat mewadahi kegiatan yang menimbulkan suasana baru dengan kegiatan rekreatif, entertainment dan olahraga serta bisnis. Tempat untuk ini disebut Club House yang keberadaannya dapat mengembalikan kesegaran jasmani dan rohani, untuk melupakan sesaat rutinitas dan kesibukan harian srta melakukan kegiatan bisnis dan untuk bersosialisasi dengan masyarakat eksekutif lain yang memiliki hobi yang sama, dalam pembahasan ini dikhususkan pada bidang olahraga golf. Kota Semarang sebagai ibukota propinsi Jawa Tengah memiliki beberapa potensi yangdapat dikatakan sebagai factor pendorong majunya pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah, antara lain Semarang sebagai pintu gerbang wisata Jawa Tengah, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi karena fungsinya sebagai ibukota propinsi, Semarang memiliki sarana infrastruktur yang relative lengkap. Dengan demikian kota Semarang memilki prospek ekonomi yang menjanjikan dan diikuti dengan pemenuhan kebutuhan pelayanan terhadap pelaku bisnis baik secara langsung maupun tidak langsung. Club House Golf merupakan salah satu bentuk pelayanan tersebut. Kegiatan olahraga Golf yang diadakan di Jawa Tengah, khususnya kota Semarang dapat dikatakan cukup tinggi frekuensinya bahkan pemerintah kota Semarang mengadakan turnamen golf yang diadakan rutin untuk menyambut hari jadi kota Semarang yang diikuti oleh peserta local maupun nasional. Untuk itu dibutuhkan suatu tempat untuk mewadahi kegiatan tersebut dan sebagai pengganti fasilitas serupa yang sudah ada dengan kualitas yang lebih baik dengan taraf yang lebih tinggi. Kota Semarang hingga saat ini memiliki fasilitas Club House yang tapi kondisi dan fasilitas yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan jaman atau berupa Club House yang bukan bertaraf internasional. Sebagai salah satu kota dalam deretan kota-kota besar di Indonesia, sudah saatnya Semarang memiliki fasilitas tersebut. Dalam rapat paripurna DPRD Kota Semarang, pansus ruilslagtanah dan bangunan lapangan golf menyetujui dibangunnya lapangan golf dan kelengkapannya. Pertimbangannya, sebagai kota metropolitan dan ibukota Jawa Tengah, kota Semarang perlu memiliki lapangan golf bertaraf internasional. Selain itu Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah sejak 10 Agustus 2004 telah ditetapkan sebagai bandara internasional, sehingga diharapkan mampu mendongkrak perekonomian di propinsi ini. Deklarasi Bandara A Yani Semarang sebagai bandara internasiona; dilakukan Gubernur Jateng, H Mardiyanto pada acara resepsi dan tasuakuran peringatan hari jadi ke-54 Pemerintah Propinsi Jawa Tengah di Semarang. Dengan peningkatan status diharapkan bandara A Yani Semarang dapat memberikan kontribusi peningkatan arus wisata dan investasi domestic dan mancanegara, katanya. Oleh karena itu, katanya, semua pihak yang terkait dapat mendukung tindak lanjut dari peningkatan status Bandara A Yani Semarang sebagai bandara internasional. Para pelaku dunia usaha di Jateng menyambut gembira penetapan Bandara A Yani Semarang sebagai bandara internasional, sehingga mampu meningkatkan arus wisata, pertumbuhan ekonomi, investasi domestic, dan mancanegara. Bahkan Direktur Jendral Perhubungan Udara Cucuk Suryosuprojo menyatakan evaluasi yangdapat menyebut, kebijakan untuk menjadikan Ahmad Yani sebagai bandara internasional sebagai hal yang realities. Disebutkan, untuk bisa menjadi bandara internasional, ada sejumlah syarat yang mesti dipenuhi, antara lain demand-nya bagus, sarana dan pelayanan bandaranya memadai, memungkinkan secara teknis-operasional, sesuai dengan pengembangan wilayah, dan sebagainya. Kenyataan di lapangan, syarat-syarat itu bisa dipenuhi Ahmad Yani, bahkan lebih bagus dibandingkan bandara internasional Adi Sumarmo di Solo, Jawa Tengah. Bahkan, selama delapan tahun berjalan, Adi Sumarmo disebut-sebut tidak mengalami perkembangan berarti. Dengan pembangunan jalan tol Semarang-Solo yang dimulai akhir tahun 2005 dapat menjadi pertimbangan lain perlunya dibangun Club House Golf bertaraf internasional di Semarang, karena seperti kita ketahui kota Solo merupakan kota pariwisata yangsangat menarik minat wisatawan domestic maupun luar negeri, maka dengan dibangunnya jalan tol Semarang-Solo maka kota Semarang puya fasilitas untukmenarik wisatawan yang datang di Solo untuk mau berkunjung ke Semarang dan telah siap dengan fasilitas penerima wisatawan tersebut. 1.2 Tujuan dan Sasaran Tujuan Tujuan yang diinginkan adalah tersusunnya suatu landasan program perencanaan dan perancangan dengan menggali dan merumuskan masalah-masalah yang berkaitan dengan perencanaan Club House sebagai acuan dalam tahap desain fisik Club House di Semarang Internasional Golf Course. Sasaran Mendapatkan suatu program perencanaan dan perancangan Club House di Semarang Internasional Golf Course sebagai salah satu wadah kegiatan olahraga, rekreasi, wisata, pertemuan, bisnis dan sebagai upaya mengingkatkan kegairahan dan iklim bisnis yang baik di kota Semarang. 1.3 Lingkup Pembahasan Lingkup pembahasan dalam penulisan ini diutamakan pada hal-hal yang berkaitan dengan arsitektural yang akan digunakan sebagai landasan dan program perencanaan dan perancangan Club House di Semarang Internasional Golf Course. Permasalahan diluar bidang arsitektural sejauh masih melatar belakangi, mendasari dan berkaitan dengan factor-faktor perencanaan fsisk akan dibahas secara garis besar dengan asumsi yayng rasional dan logis. 1.4 Metode Pembahasan Metode yang digunakan dalam penyusunan LP3A in adalah metode deskriptif, yaitu pembahasan data primer maupun sekunder yang kemudian dianalisa dan disimpulkan, sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah : a. Studi Literatur Dilakukan untuk mendapatkan data-data sekunder, dalam hal initermasuk studi kepustakaan yang berkaitan dengan teori, konsep maupun standar perencanaan Club House, pengumpulan data informasi dari instansi yang terkait. b. Survey Lapangan Dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap tapak yang direncanakan dan ke beberapa obyek Club House. c. Wawancara Dilakukan dengan pihak yang terkait dengan topic permasalahan untuk mendapatkan data primer. 1.5 Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Berisi tentang latar belakang pembahasan, tujuan dan sasaran, lingkup pembahasan, metode pembahasan serta sistematika pembahasan. BAB II TINJAUAN UMUM CLUB HOUSE Yang berisi teori-teori untuk mengkaji aspek-aspek perencanaan dan perancangan arsitektur dan studi komparasi. BAB III TINJAUAN CLUB HOUSE DI SEMARANG INTERNASIONAL GOLF COURSE Berisi tentang data fisik dan non fisik kota Semarang yang berkaitan dengan perencanaan Club House di Semarang Internasional Golf Course dan tinjauan tentang rencana pembangunan Semarang Internasional Golf Course. BAB IV BATASAN DAN ANGGAPAN Membahas batasan dan anggapan yang diperlukan agar Landasan Program Perencanaan dan Perancangan yang disusun lebih terarah dan tidak melebar. BAB V PENDEKATAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Membahas analisis pendekatan aspek fungsional, kontekstual, arsitektural, teknis dan kinerja serta aktivitas dan sirkulasi, pengguna dan pendekatan program ruang. BAB VI KONSEP DASAR PERENCANAAN DAN KONSEP DASAR PERANCANGAN Berisi uraian program dasar perencanaan dan konsep perancangan ang ditentukan dari hasil pendekatan sebelumnya.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:19076
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:06 Aug 2010 05:20
Last Modified:06 Aug 2010 05:20

Repository Staff Only: item control page