PELAKSANAAN PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH (Studi Di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Semarang Pattimura)

Rosmilia, Rita (2009) PELAKSANAAN PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH (Studi Di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Semarang Pattimura). Masters thesis, PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
303Kb

Abstract

Non-performing loans are loans with certain risks caused by debtor’s failure to perform his/her obligations. In banking activities, non performing loan could be affected by internal as well as external factors. The risk of non performing loan will be reduced considerably if the prudential principle and other credit analysis principles are duly followed by bank as the creditor. This thesis describes how the bank, --in this case PT BRI (Persero) Tbk. Semarang Pattimura Branch--, managed and approved the applications of loan submitted by its prospective debtors. The models and methods used by the bank to handle credit default were also explored in this study. This study adopts the juridical-empirical approach, in terms that it reviews how regulations are applied. The data gathered were then analyzed using the qualitative analysis method. Relying on the data obtained, it is found that non-performing loan existed in PT BRI (Persero) Tbk. Semarang Pattimura Branch, eventhough the loan had been processed according to the operation procedure developed by PT BRI (Persero) Tbk. It is worth mentioning that PT BRI (Persero) Tbk. Semarang Pattimura Branch had also anticipated the possibility of non-performing loan thorugh an internal mechanism called Credit Control and Management developed by the Relationship Management (RM) and Credit Risk Management (CRM). Despite the preventive efforts, in 2008 there were credit default (4.9% for commercial loan and 1% for fixed income loan), which were primarily caused by external factors on the part of the debtors. To deal with non-performing loan, PT BRI (Persero) Tbk. Semarang Pattimura Branch used several methods. Credit restructurization, amicable settlement involving the direct selling of collateral as well as legal settlement involving KPKNL (The Office for State Assets and Auction Service) were utilized to handle credit default. Kredit bermasalah adalah semua kredit yang memiliki resiko karena debietur telah gagal atau menghadapi masalah dalam memenuhi kewajibannya yang telah ditentukan. Dalam dunia perbankan kredit bermasalah bisa timbul baik karena faktor intern maupun faktor ekstern bank sehingga dalam pelaksanaan pemberiannya pihak bank harus benar-benar berpegang pada prinsip kehati-hatian dan prinsip-prinsip yang lain yang berkaitan dengan pemberian kredit perbankan. Permasalahan pokok dalam tesis ini adalah mengenai bagaimana pemberian kredit dilaksanakan, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kredit bermasalah di PT. BRI (Persero) Tbk. Cabang Semarang Pattimura, dan bagaimana model penyelesaian yang dilaksanakan oleh PT. BRI (Persero) Tbk. Cabang Semarang Pattimura. Metode pendekatan yang dipergunakan adalah yuridis empiris dengan menggunakan analisis secara kualitatif di Kata Kunci : Kredit Bermasalah, Penyelesaian Kredit PT. BRI (Persero) Tbk. Cabang Semarang Pattimura. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat ditemukan bahwa meskipun Pelaksanaan pemberian kredit di PT. BRI (Persero) Tbk. Cabang Semarang Pattimura telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku dengan berpegang pada pedoman pemberian kredit yang sehat pihak PT. BRI (Persero) Tbk. Cabang Semarang Pattimura juga telah melakukan tindakan antisipasi untuk menghindari terjadinya kredit bermasalah melalui pelaksanaan Pembinaan dan Pengawasan Kredit yang dilakukan oleh jajaran RM (Relationship Management) dan CRM (Credit Risk Management), namun tetap terjadi kredit bermasalah pada tahun 2008 di PT. BRI (Persero) Tbk. Cabang Semarang Pattimura sebesar 4.9% untuk kredit ritel dan 1% untuk kredit penghasilan tetap yang disebabkan karena faktor eksten bank yaitu faktor dari debitur. Untuk menangani kredit bermasalah yang timbul pihak PT. BRI (Persero) Tbk. Cabang Semarang Pattimura mempergunakan model penyelesaiannya dengan penyelamatan kredit melalui restrukturisasi dan penyelesaian kredit melalui penyelesaian secara damai dengan menjual agunan dibawah tangan dan penyelesaian melalui saluran hukum yang dilaksanakan oleh KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang).

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:18873
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:05 Aug 2010 12:46
Last Modified:05 Aug 2010 12:46

Repository Staff Only: item control page