REPRESI CINTA, ELECTRA COMPLEX, DAN OEDIPUS COMPLEX DALAM DRAMA MOURNING BECOMES ELECTRA KARYA EUGENE O’NEILL

Wulandari, Rini Susanti (2007) REPRESI CINTA, ELECTRA COMPLEX, DAN OEDIPUS COMPLEX DALAM DRAMA MOURNING BECOMES ELECTRA KARYA EUGENE O’NEILL. Masters thesis, PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
277Kb

Abstract

Living in a community, for example; a family, has some consequences. The consequences are the problems or conflicts that are possible to appear in term of communication among its members. There are some factors causing the problems. Some of them can be different principles, ideas, unfair treatments, and so on. In Mourning Becomes Electra the author tells a description of a family destruction because of its members’ pleasure principles and unfair treatments. This thesis focuses on the reflection of repressed love and its impacts; Electra and Oedipus Complexes. By limiting the discussion, the writer wants to elaborate the reason and the factor that cause repressed love and the Electra and Oedipus complex tendencies on the characters. Besides, she also wants to analyze the relation between the personality system and the characters’ actions. The method used in this thesis is psychoanalytical method proposed by Sigmund Freud. The research is conducted by identifying the psychological aspects of the family. The writer gets the data from the analysis of characters’ physical appearance and their verbal actions and nonverbal as well. She also relates the story to the sociological aspect of the family to support the analysis because it is hard to separate the two aspects in discussing the topic. The result shows that some characters repress their love because of their belief that love is a sin. Love is not something that they can express freely. For the members of the family, love is something that should be controlled since love can become a sin when they express it freely. It is also clear to see that two of the characters show tendencies of psychological disorder: Electra and Oedipus complexes. In term of personality system, the id of some characters defeats their ego and superego. Their superego cannot prevent the characters from forbidden acts. Hidup dalam sebuah komunitas, keluarga misalnya, mempunyai beberapa konsekuensi. Konsekuensi-konsekuensi tersebut merupakan permasalahanpermasalahan atau konflik-konflik yang mungkin muncul dalam komunikasi di antara anggotanya. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan munculnya permasalahanpermasalahan tersebut, diantaranya perbedaan prinsip dan ide, perlakuan tidak adil, dan sebagainya. Dalam drama Mourning Becomes Electra pengarang menyuguhkan sebuah deskripsi tentang kehancuran keluarga karena prinsip kesenangan dan perlakuan tidak adil. Tesis ini memfokuskan pada refleksi cinta yang terrepresi dan akibatakibatnya, yakni Electra dan Oedipus Complex. Dengan lingkup diskusi tersebut, penulis bermaksud menguraikan secara mendetail alasan dan faktor yang menyebabkan cinta menjadi gairah yang terrepresi dan gejala Electra dan Oedipus complex pada tokoh-tokohnya. Selain itu, penulis juga bermaksud untuk menganalisis hubungan antara sistem kepribadian dan perbuatan-perbuatan tokoh. Metode yang digunakan dalam tesis ini adalah metode psikoanalisa yang digagas oleh Sigmund Freud. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi aspekaspek psikologis dari keluarga yang menjadi pusat cerita drama tersebut. Penulis memperoleh datanya dari analisis penampilan fisik tokoh-tokohnya dan juga aktivitas verbal maupun nonverbalnya. Untuk mendukung analisis tersebut penulis juga menghubungkan cerita drama tersebut dengan aspek sosiologisnya. Hal tersebut didasarkan pada asumsi bahwa ketika membahas tentang keluarga maka pembahasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari aspek sosial yang membentuknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa tokoh menekan gairah cinta mereka karena keyakinan yang mereka pegang teguh, yaitu bahwa cinta adalah sebuah dosa. Cinta bukanlah sesuatu yang dapat mereka ekspresikan dengan leluasa. Bagi semua anggota keluarga tersebut mereka harus mengekang diri untuk tidak mengekspresikannya secara berlebihan. Luapan cinta yang berlebihan dianggap sebagai dosa karena melebihi cinta kepada Tuhan. Namun, hasil tersebut juga menunjukkan adanya perubahan keyakinan pada salah satu tokohnya. Ia membuktikan bahwa cinta tidak lagi sebuah dosa tetapi sebaliknya, sesuatu yang indah. Di samping itu, hasil analisis secara jelas juga menunjukkan bahwa dua anggota keluarga tersebut memperlihatkan kecenderungan kelainan psikologis, Electra dan Oedipus complex. Dalam hal sistem kepribadian, hasil diskusi juga menunjukkan bahwa ego beberapa tokoh dikuasai oleh libido mereka. Bahkan, superego yang semestinya mengontrol ego tidak mampu menahan gejolak id yang menggelora. Sebagai akibatnya, mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang semestinya tidak mereka lakukan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:P Language and Literature > PR English literature
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Humaniora
ID Code:18865
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:05 Aug 2010 11:56
Last Modified:05 Aug 2010 11:56

Repository Staff Only: item control page