TINJAUAN YURIDIS PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIS (INFORMED CONSENT) DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG

WARDHANI, RATIH KUSUMA (2009) TINJAUAN YURIDIS PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIS (INFORMED CONSENT) DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
465Kb

Abstract

Informed consent is the process by which a fully informed patient can participate in choices about her health care. It originates from the legal and ethical right the patient has to direct what happens to her body and from the ethical duty of the physician to involve the patient in her health care. The most important goal of informed consent is that the patient has an opportunity to be an informed participant in his health care decisions. Informed consent usually also protects doctor from liability (with exceptions) provided that the procedure is properly execute according to the prevailing standard of care without negligence. According to study result conducted in Internal Medicine Ward Dr. Kariadi General Hospital. It is concluded those Informed Consent Forms are suitable on private law bill applied in Indonesia. Otherwise, it is found discrepancies between the physician’s perceptions against the patient’s during obtaining Informed Consent at the internal medicine ward. It may becomes differences of knowledge by physicians and patiens as different direction. Informed Consent merupakan proses komunikasi antara dokter dan pasien tentang kesepakatan tindakan medis yang akan dilakukan dokter terhadap pasien.yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan formulir Informed Consent secara tertulis. Hal ini didasari atas hak seorang pasien atas segala sesuatu yang terjadi pada tubuhnya serta tugas utama dokter dalam melakukan penyembuhan terhadap pasien. Tujuan pemberian informasi secara lengkap mengenai penyakit serta tindakan medis yang akan dilakukan adalah agar pasien bisa menentukan sendiri keputusannya sesuai dengan pilihannya sendiri. Secara umum formulir Informed consent yang disediakan di Bangsal Penyakit Dalam RSUP dr. Kariadi telah memenuhi aspek hukum perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 dan Pasal 1321 KUHPerdata. Dalam pelaksanan persetujuan tindakan medis yang diteliti dapat disimpulkan bahwa terdapat antara informasi diberikan oleh dokter mengenai tindakan medis yang akan dilakukan dengan pengertian yang didapat oleh pihak pasien. Hal ini disebabkan karena adanya kesenjangan pengetahuan yang dimiliki dokter dengan pengetahuan yang dimiliki oleh pihak pasien.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code:18836
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:05 Aug 2010 09:48
Last Modified:05 Aug 2010 09:48

Repository Staff Only: item control page