KAJIAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA KAWASAN GUNUNG SINDORO SUMBING (Studi Kasus di Desa Sigedang dan Desa Butuh Kabupaten Wonosobo)

Sri Rejeki, Retno (2008) KAJIAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA KAWASAN GUNUNG SINDORO SUMBING (Studi Kasus di Desa Sigedang dan Desa Butuh Kabupaten Wonosobo). Masters thesis, PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1472Kb

Abstract

Environmental Management of Sindoro Sumbing Mountain area as a conservation site is expressed on Spatial Management Plan of the Wonosobo Regency 2007. Based on this plan it is required to propose activities supporting Sindoro Sumbing Mountain area as conservation. This inadequate conservation is believed to be one of factors causing the environmental degradation in Sindoro Sumbing area. To identify the degree of environmental degradation, to analyse factors causing the environmental degradation and systems of environmental improvement as well as recommend that sounds feasible to follow in managing the Sindoro Sumbing mountain area, there should be a study dealing with some influencing aspects. This study took place in two village in Sindoro Sumbing area that includes in Wonosobo Regency, Sigedang (Kejajar District) and Butuh ( Kalikajar District). Using a purposive sampling method, the study attempts to collect respondents leaders of community, local government staff, religious ;leaders, and farmers. Data analyses techniques used were interview and observation. The study applied a USLE (Universal Soil Loss Equation) to find out the soil condition in Sindoro Sumbing mountain area. From the calculation, it was found that the area had experience degradation owing to vast growing erotion rate suffered by 108,12 tons/ha/year and erotion risk rate up to 11,26 (very high category). In addition, the condition in Sindoro Sumbing area was also affected by land cultivation, socio-economic, and cultural factors. The local people did not apply the right land management, lacked knowledge, and were not willing to participate in environmental management. It is necessary to create a proper management, such as by rearranging detailed plans of the Sindoro Sumbing area Action Plan, to provide solutions related to the environmental degradation. The action plan implementation should be in line with economic, social, and cultural needs. Comprehensive approaches are extremely needed to change the way of thinking of the local people toward more progressive spirits. In addition, special bodies responsible in the management and maintenance of the Sindoro Sumbing area can help create the desired area more immediate. The agencies, consist of concerned public offices and other non-governmental organizations, are under the coordination of Environmental Office as the Official Agency appointed by the Local Government. Pengelolaan Lingkungan Kawasan Gunung Sindoro Sumbing sebagai kawasan konservasi tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Wonosobo Tahun 2007. Berdasarkan RTRW ini perlu dilaksanakan kegiatan yang mendukung terwujudnya kawasan Gunung Sindoro Sumbing sebagai kawasan konservasi berdasarkan pada peraturan perundangan yang ada. Pengolahan lahan yang belum sesuai dengan kaidah konservasi diduga sebagai salah satu penyebab terjadinya kerusakan lingkungan pada kawasan Gunung Sindoro Sumbing. Untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan lahan, menganalisis tentang faktorfaktor penyebab kerusakan lahan serta merekomendasi perbaikan pengelolaan Kawasan Gunung Sindoro Sumbing maka dilakukan penelitian yang berkaitan dengan beberapa aspek tersebut di atas. Penelitian dilakukan di 2 (dua) desa di Kawasan Gunung Sindoro Sumbing yang berada di Kabupaten Wonosobo yaitu Desa Sigedang Kecamatan Kejajar dan Desa Butuh Kecamatan Kalikajar. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sample, diambil dari kelompok tokoh masyarakat, aparat pemerintah, tokoh agama dan masyarakat petani. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Dengan melakukan perhitungan menggunakan pendekatan rumus USLE (Universal Soil Loss Equation) dapat diketahui bahwa kondisi lahan di Kawasan Sindoro Sumbing sudah mengalami kerusakan dengan besarnya laju erosi yang mencapai 108,12 ton/ha/tahun dan tingkat bahaya erosi mencapai 11,26 yang termasuk pada kategori sangat tinggi. Kondisi kawasan Gunung Sindoro Sumbing tersebut juga dipengaruhi oleh faktor pengolahan lahan serta faktor sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempat antara lain pola pengolahan lahan yang belum sesuai peruntukannya, masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya lingkungan, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Dengan kondisi lingkungan yang sudah mengalami kerusakan, maka perlu adanya suatu pengelolaan yaitu salah satunya dengan menyusun rencana detail pengelolaan kawasan Sindoro Sumbing (Action Plan) dari Rencana Tata Ruang Wilayah yang sudah ada. Implementasi yang dilaksanakan harus didasari dan diawali dari pendekatan ekonomi, sosial dan budaya secara komprehensif serta perlu dipersiapkan konsep pasca kegiatan agar mampu menggeser pola pikir yang konvensional menjadi pola pikir yang lebih maju dan bijaksana. Selain itu perlu dibentuk suatu badan khusus untuk menangani dan mengelola kawasan Sindoro Sumbing di tingkat Kabupaten, yang terdiri dari Dinas instansi terkait dan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berkaitan dengan kegiatan pengelolaan dibawah koordinasi Kantor Lingkungan Hidup sebagai Lembaga Resmi yang ditunjuk dan dipilih oleh Pemerintah Daerah.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Health
ID Code:18814
Deposited By:Mr UPT Perpus 5
Deposited On:05 Aug 2010 09:15
Last Modified:05 Aug 2010 09:15

Repository Staff Only: item control page