ANALISIS HUBUNGAN FUNGSI MANAJEMEN OLEH TENAGA PELAKSANA GIZI DENGAN TINGKAT KEBERHASILAN PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BALITA GIZI BURUK DI PUSKESMAS KABUPATEN TEGAL TAHUN 2006

Ningrum, Setya Fatma (2008) ANALISIS HUBUNGAN FUNGSI MANAJEMEN OLEH TENAGA PELAKSANA GIZI DENGAN TINGKAT KEBERHASILAN PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BALITA GIZI BURUK DI PUSKESMAS KABUPATEN TEGAL TAHUN 2006. Masters thesis, PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS DIPONEORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
333Kb

Abstract

Latar Belakang. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dan beberapa Puskesmas di Kabupaten Tegal pada bulan Februari 2006 menunjukkan adanya masalah pelaporan hasil kegiatan Pemberian Makanan Tambahan. Masalah tersebut adalah laporan terlambat diterima, paket PMT tidak hanya diberikan pada balita sasaran, serta persentase gizi buruk di Kabupaten Tegal masih cukup tinggi (2,32%). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan fungsi manajemen program PMT oleh Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) dengan tingkat keberhasilan program PMT dalam penanggulangan Gizi Buruk pada Balita di Puskesmas Kabupaten Tegal tahun 2006. Metoda. Jenis penelitian adalah penelitian observasional yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilengkapi dengan penelitian kualitatif untuk menggali fungsi manajemen program PMT oleh TPG dengan menggunakan metode content analysis. Populasi penelitian adalah seluruh TPG di Puskesmas Kabupaten Tegal sejumlah 25 orang. Sampel penelitian adalah total populasi penelitian yaitu semua TPG di Puskesmas Kabupaten Tegal yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner terstruktur dan wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara kepada TPG dan Koordinator PMT tingkat Kabupaten. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat dengan Chi square, dan content analysis. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh responden (56,0%) memiliki perencanaan yang baik, sebagian besar (76,0%) responden melakukan penggerakan yang baik, lebih dari separuh (56,0%) responden melakukan pengawasan yang baik, 52,0% responden melakukan evaluasi yang baik, dan 56,0% responden melakukan pencatatan yang kurang baik, serta sebagian besar (84,0%) responden memiliki keberhasilan program PMT yang baik. Hasil analisis hubungan menunjukkan tidak ada hubungan perencanaan, penggerakan, pengawasan, penilaian, pencatatan dan pelaporan dengan keberhasilan program PMT. Kesimpulan. Fungsi manajemen program PMT yang paling lemah adalah pencatatan dan pelaporan. Tidak ada hubungan fungsi manajemen program PMT dengan tingkat keberhasilan program PMT. Saran untuk Koordinator PMT tingkat Kabupaten dan TPG Puskesmas adalah meningkatkan kemampuan manajemen di bidang pencatatan dan pelaporan sehingga dapat mengumpulkan laporan secara tepat waktu, menggunakan kohort balita dalam pencatatan kegiatan PMT, dan menggunakan kartu pemantauan PMT dalam kegiatan PMT.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Health
ID Code:18774
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:05 Aug 2010 06:53
Last Modified:27 Dec 2010 10:06

Repository Staff Only: item control page